Teladan Maria : taat di tengah himpitan

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, tidak terasa kita sudah memasuki masa-masa advent dimana kelahiran Yesus sedang didengug-dengungkan. Di mall-mall juga sudah banyak diskon besar-besaran, bukan hanya itu ada juga pohon natal yang besar dan menarik dan banyak acara lainnya yang menarik. akan tetapi kita terkadang tidak memahami apa makna dan tujuan natal tersebut.
Sebelum kita memasuki tanggal 25 Desember adalah baik jika kita mempelajari tokoh yang berperan besar dalam kelahiran Yesus.
Saat ini saya akan membahas dari Teladan Maria: taat di tengah himpitan.
Kitab Injil banyak membahas satu tokoh yang sangat berharga di momen natal ini yaitu Matius, Lukas. Dalam Lukas 1:26-38 dijelaskan siapa Maria dan apa statusnya. Karena keberdosaan manusia, Allah mengutus anakNya Yesus Kristus untuk lahir ke dunia menjadi sama dengan manusia dan karena itu Allah mengutus malaikat untuk menyampaikan pesan yang agung kepada Maria. Siapa Maria? Maria adalah seorang wanita yang tinggal di Nazaret, dan pada waktu itu Maria belum menikah dengan Yusuf , statusnya waktu itu baru bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Maria juga digambarkan sebagai seorang perawan dan belum pernah bersetubuh dengan laki-laki. Allah sangat menyukai Maria untuk menjalankan misi Allah karena Maria dipandang Allah sebagai sosok wanita yang rendah hati dan sederhana, dan dikaruniai serta disertai oleh Tuhan.
Satu waktu malaikat Tuhan datang dan membawa pesan kepada Maria yaitu bahwa Ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan dinamakan Yesus. Yesus itulah yang nantinya akan menjadi Anak Allah yang Maha tinggi, menjadi raja atas keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan kerajaanNya tidak berkesudahan.
Saat malaikat menyampaikan pesan itu kepada Maria, reaksi Maria adalah terkejut dan takut( ayat 29,34) ; ” bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?”namun setelah itu Maria taat kepada perintah Allah dan mau menjadi ibu Yesus ( ayat 38) jadilah padaku menurut perkataanmu itu.
Maria belajar taat di tengah himpitan yang ada karena untuk menjalankan misi Allah ini tidak mudah dan ada himpitan disana sini yaitu:
1. dari lingkungan orang Yahudi dimana orang yang belum menikah tapi sudah memiliki anak akan dirajam batu sampai mati. Maria sangat tahu konsekuensi yang harus ia tanggung jika ia menaati perintah Tuhan, tapi ia tetap taat di tengah himpitan.
2. Maria harus menjalani proses mengandung selama 9 bulan yang tidak mudah dan menyakitkan; dimana ia akan mengalami mual, muntah, dan sakit waktu melahirkan tapi dia tetap taat menjalani misi Allah.
3. Dalam Lukas 2: 6-7, saat memasuki usia kandungan yang sudah tua hampir memasuki 9 bulan, dia harus menjalani aturan dari negaranya untuk melakukan sensus penduduk, pergi bersama Yusuf ke daerah Yudea yaitu Betlehem untuk mendaftarkan diri.
4. Maria mengalami himpitan dimana saat dalam perjalanan untuk mencatatkan diri di Betlehem, tiba bagi Maria untuk melahirkan bayi Yesus dan Maria mengalami himpitan dimana tidak ada tempat baginya di rumah penginapan untuk melahirkan bayi Yesus dan akhirnya ia harus melahirkan bayi Yesus di sebuah palungan, kandang binatang dan hanya dibungkus dengan lampin.
Maria adalah seorang wanita yang taat dan rendah hati. Dia tidak memberontak tetapi dia taat dan menjalankan misi Allah. Andaikan Maria tidak taat, tentunya misi Allah tidak terwujd dan kita akan terus menerus hidup di bawah dosa. Syukur kepada Allah yang melahirkan Yesus Kristus ke dunia untuk menjadi sama dengan manusia dan menyelamatkan manusia yang berdosa dengan kematianNYa di salib. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *