Pandangan Allah terhadap Uang


Apakah Allah peduli dengan uang anda? Ya, Dia peduli.

Apakah uang itu jahat? Tidak, sebenarnya cinta uang yang adalah kejahatan, tetapi memiliki uang bukan suatu kejahatan.

Apakah seorang Kristen harus benar-benar memperhatikan tentang keuangan dalam hidupnya? Ya, 1 dari 5 ayat di Alkitab, berbicara tentang keuangan dan harta.

Dibawah ini ada 4 hal tentang bagaimana pandangan Allah tentang uang.

Cara anda menghabiskan uang anda mencerminkan juga bagaimana cara anda menghabiskan hidup anda.

Tidak usah dibahas bagaimana Allah sangat tertarik terhadap cara kita menjalani hidup ini. Tetapi apakah sebenarnya hidup anda? Hidup anda terdiri dari detik demi detik, menit demi menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Anda hanya punya sebanyak itu. Apa yang anda lakukan pada waktu-waktu itu adalah penting bagi Tuhan, karena hal itu mencerminkan bagaimana cara anda menjalani/menghabiskan kehidupan anda.

Karena kebanyakan dari kita menghabiskan waktu kita untuk mencari uang, maka bagaimana cara kita menghabiskan uang adalah mencerminkan bagaimana cara kita menghabiskan hidup kita.

 

Markus 12

42: Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

43: Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

44: Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”


Perhatikan bagaimana seorang janda mempersembahkan seluruh hidupnya dengan cara mempersembahkan seluruh hartanya.

Berikut ini adalah referensi kisah lain di Alkitab:

 

 

Luke 8:43

Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.


Di mata Allah, kehidupan dan uang/harta adalah ekivalen/sama. Bagaimana cara anda menghabiskan uang anda adalah mencerminkan bagaimana cara anda menghabiskan hidup anda.

Renungkanlah hal ini. Jika anda bekerja selama satu jam untuk mendapatkan Rp 100.000 lalu pergi ke bar untuk menghabiskan waktu selama satu jam dan menghabiskan Rp 100.000 itu. Sekarang pertanyaannya berapa sebenarnya waktu  kehidupan yang anda pakai di bar? Jawabannya adalah dua jam! Anda menghabis satu jam di bar dan Rp 100.000 yang anda hasilkan dari bekerja selama satu jam.

Dimana dan buat apa anda menghabiskan uang anda adalah menjadi perhatian Allah. Sebab bagaimana anda menghabiskan uang anda adalah sama seperti anda memakai sebagian waktu yang Tuhan beri untuk kita ketika hidup di bumi ini.

Dimana anda menyimpan harta anda, disitu jugalah hati anda berada.

Uang sejatinya adalah harta bagi kita. Kita semua bekerja untuk mendapatkannya. Usaha yang kita jalani untuk mendapatkannya dan apa yang bisa kita tukarkan darinya adalah sangat berharga untuk kita.

 

Matius 6:21

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Dimana anda menaruh uang anda, disitu pulalah hati anda berada. Jika anda memiliki uang di pasar saham, anda akan sangat tertarik dengan apa yang terjadi disana. Hati anda akan berada di pasar saham. Tetapi jika anda tidak punya uang disana, tentu anda tidak akan peduli dengan apa yang sedang terjadi disana.

 

Jika anda membeli mobil mewah seharga 200 juta rupiah, hati anda akan lebih condong ke mobil itu daripada orang lain yang hanya membeli mobil tua bobrok seharga 20 juta. Reaksi anda ketika mobil anda tergores akan jauh berbeda dengan orang lain tersebut.

 

Jadi Allah sungguh sangat peduli terhadap dimana harta anda berada, karena disitu jugalah hati anda berada. Jika hati anda ada pada Tuhan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan, maka tidak diragukan lagi maka anda akan bisa memberi kepada Tuhan lebih banyak daripada yang lain.


Apa yang anda cintai, maka waktu anda akan lebih banyak kesana dan anda akan juga berinvestasi kesana. Tuhan tahu hal ini dan Dia juga memperhatikan kemana anda menginvestasikan uang anda.

Adalah cinta uang yang tidak disukai Tuhan, bukan uang itu sendiri.

Tuhan tidak benci kepada uang. Tetapi Dia tidak suka jika anda mencintai uang sehingga menempatkan Tuhan dan keluarga anda menjadi tidak lebih penting, ataupun bahkan sampai mau untuk mengorbankan prinsip-prinsip Alkitabiah untuk mendapatkannya.

 

1 Timotius 6:10

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

Karena kita menghabiskan waktu dan kehidupan untuk mencari uang, dan ketika anda mencintai uang itu, efeknya jelas bahwa anda akan mencintai diri anda sendiri lebih daripada yang lain. Hal ini menjadikan kita egois (selfishness) dan serakah karena uang menjadi hal yang sangat kita butuhkan.

 

Matius 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.


Kecintaan anda pada uang akan menyebabkan iman anda jatuh, menempatkan keluarga anda dalam bahaya, dan membuat anda mau untuk melanggar moral dan nilai-nilai hidup untuk sekedar mendapatkannya.

 

Tuhan memakai uang sebagai standar ukuran untuk melihat apakah anda layak mendapatkan kekayaan yang sesungguhnya.

 

Hal ini penting! Tuhan memperhatikan bagaimana dan untuk apa anda menghabiskan uang anda. Jika anda memakai uang anda secara bijaksana, bertanggung jawab, maka Tuhan akan memberkati anda dengan kekayaan yang sesungguhnya dalam hidup.

Jika Tuhan melihat bahwa kita dapat dipercaya dalam hal keuangan, yang mana hal itu mencerminkan kehidupan kita, Tuhan bisa juga mempercayai kita untuk sesuatu yang lebih besar daripada uang.

 

Lukas 16:10-12

10: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

11: Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

12: Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Jadi apakah kekayaan yang sebenarnya dalam hidup ini? Apakah anda tidak ingin pernikahan anda atau anak anda menjadi kekayaan yang sesungguhnya dalam hidup ini?

Mungkin kedekatan dan keintiman dengan Tuhan dapat anda pertimbangkan sebagai kekayaan yang sesungguhnya, sehingga hal yang lebih daripada uang, seperti Cinta kasih, Sukacita, Damai sejahtera akan anda dapatkan, dan sebenarnya hal itulah yang menjadi kekayaan anda sesungguhnya.

Hal-hal ini lebih berharga daripada uang jumlah berapapun, dan uang tidak dapat membeli mereka. Tetapi Tuhan memang memakai uang untuk melihat apakah anda dapat dipercaya untuk menerima harta sesungguhnya ini.

Diterjemahkan dari Artikel God’s View of Money, oleh Greg Baker

2 tanggapan untuk “Pandangan Allah terhadap Uang

  • 17/05/2011 pada 23:38
    Permalink

    artikel yg dapat membuat orang paham bagaimana menggunakan uang untuk kemuliaan Tuhan sang pemberi itu

    Balas
  • 18/05/2011 pada 07:08
    Permalink

    Terima kasih komennya Murio. Tuhan memberkati Anda.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *