ARTI MISKIN DI HADAPAN ALLAH

Mat 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

 

Inilah kalimat pertama yang keluar dari mulut Tuhan Yesus dalam khotbahnya yang pertama kali dalam misi pelayanannya yang singkat di bumi ini. Kemiskinan dalam arti rohani jauh lebih penting dan mendesak untuk diselesaikan.

Jika kemiskinan jasmani bisa ditanggulangi dengan usaha, bekerja keras dan ketekunan, maka kemiskinan rohani hanya bisa ditanggulangi melalui kerja keras dan ketekunan kita dalam menggarap fasilitas keselamatan yang diberikan Tuhan. Fasilitas tersebut adalah penebusan, Injil, Roh Kudus dan penggarapan Bapa. Hal inilah yang penting dan mendesak untuk ditekuni.

Jika mau jujur, sungguh tak banyak yang bersedia menekuni dalam menggarap fasilitas-fasilitas ini. Ini berarti tidak banyak orang yang tergolong anak-anak Allah yang sah. Karena itu Yoh 1:12 menegaskan bahwa orang yang menerima-Nya sebagai Pemilik Hidup akan diberikan kuasa / right / hak / privelege supaya menjadi anak-anak Allah.

 

Yohanes 1:12 ; “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”

Perhatikan kata “supaya”, hal ini mengandung arti bahwa menjadi anak-anak Allah tidaklah otomatis terjadi ketika mengaku percaya kepada Tuhan. Melainkan harus ada “effort” atau respon yang serius untuk menggarap kuasa/hak/privilege yang diberikan oleh Tuhan Yesus yaitu keempat fasiltias keselamatan diatas.

Misi utama kedatangan Tuhan Yesus adalah untuk memberikan fasilitas-fasilitas keselamatan agar manusia dimungkinkan untuk dikembalikan ke rancangan Allah yang semula. Dosa / hamartia / kemelesetan manusia telah membawanya ke titik terendah dimana manusia kehilangan kemampuan untuk berpikir dan berperasaan seperti Allah.

Harusnya Adam pertama berhasil mengalahkan Iblis dengan ketaatan yang bertumbuh dan progresif kepada Bapa di Sorga sebagaimana kemudian dituntaskan oleh Adam Terakhir, Tuhan Yesus. Namun sayang ia gagal. Inilah kekayaan rohani itu, dimana melalui fasilitas-fasilitas keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus kita diberi kesempatan dan dimungkinkan untuk kembali berpikir, berperasaan dan berperilaku seperti Allah.

Inilah maksudnya ketika dikatakan bahwa manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, artinya kehilangan kemampuan untuk mencapai standard moral kekudusan dan ketaatan seperti yang ada pada Allah Bapa. Jadi disini kita mengerti bahwa misi utama Tuhan Yesus adalah mengembalikan derajad manusia yang jatuh menjadi manusia-Allah, yaitu mampu berpikir dan berperasaan seirama dengan Allah.

Tak berlebihan Paulus dalam Fil 2:5 menuntut jemaat Filipi agar mereka mengenakan pikiran dan perasaan yang terdapat juga di dalam Kristus Yesus. Tak berlebihan pula jika Tuhan Yesus menuntut setiap orang yang mengaku percaya untuk meneladani moral-karakter Bapa, sebagaimana Ia sebagai Putra Tunggal Bapa juga meneladani Bapa di Sorga.

Inilah usaha Tuhan untuk mengangkat manusia dari kemiskinan rohani, yaitu kehilangan kemampuan untuk berpikir dan berperasaan seperti Allah. Fasilitas-fasilitas Keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus tentu saja akan menjadi sia-sia jika kita tidak memberikan respon yang memadai dan pantas untuk mencapai kesempurnaan seperti Bapa di Sorga.

 “You must be perfect as just as your Father in heaven is perfect !” (Mat 5:48).

GBU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *