Berharap Kepada Tuhan Seutuhnya

Pernahkah kita mengalami suatu peristiwa berada dalam lembah kekelaman? Kita semua tentu mengharapkan keadaan baik-baik saja, aman dan bahagia dan berharap keadaan selalu berada di atas, namun kenyataan yang sesungguhnya terkadang Tuhan mengizinkan adanya tekanan , kesulitan dan seolah-olah seperti tidak ada jalan keluar dan saat itu tidak ada pengharapan dan mudah sekali bagi kita berkata ” Give up” / menyerah.           

Keadaaan seperti itulah juga dialami oleh bangsa Israel . Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk , mereka suka melawan Tuhan dan suka menduakan Tuhan sehingga tiba saatnya mereka merasa lemah dan tak berdaya sehingga timbul satu pertanyaan dalam Yesaya 40 ” Hidupku tersembunyi dari Tuhan dan hakku tidak diperhatikan Allah?”
            Pasal dalam kitab Yesaya ditulis selama tahun akhir-akhir hidup Yesaya. Pada saat itu mereka tertawan di Babel 150 tahun setelah zaman Yesaya. Selama mereka ditawan di Babel , mereka mengalami penderitaan yang luar biasa dimana mereka mengalami kerja rodi/ kerja paksa sehingga mereka mengalami kekecewaan dan merasa putus asa dan seolah-olah mereka merasa Tuhan sudah meninggalkan mereka ( Yesaya 40:27)           

Jawaban dari pernyataan mereka adalah :
Allah yang kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung adalah Allah yang :* tidak menjadi lelah dan lesu , tidak terduga pengertiannya.* Allah memberi kekuatan kepada yang lelah dan berputus asa , memberi semangat kepada orang yang tidak berdaya.           

Dalam Yesaya 40 ayat 30 dan 31 ada 2 macam pengenalan orang akan Tuhan :1. dalam ayat 30 dituliskan ” orang yang tidak mengenal Tuhan secara dalam dan hanya masih dangkal sehingga orang -orang muda, menjadi lelah dan lesu, teruna-teruna jatuh dan tersandung, seolah-olah mereka tidak mempunyai pengharapan dalam Tuhan.2. dalam ayat 31 ” adalah orang yang menantikan Tuhan, dan mereka mendapat kekuatan baru . Menanti-nantikan Tuhan artinya setia pada Tuhan, mempunyai pengharpan yang aktif akan Tuhan dan terus berharap, mencari dan meletakkan semua pengharapan semua pada Tuhan bahkan saat dalam tekanan dan ancaman sekalipun.              

Orang-orang yang menantikan Tuhan , mereka akan mendapat kekuatan baru dan seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu , berjalan dan tidak menjadi lelah.
Burung rajawali adalah burung yang mempunyai sayap yang lebar yang terlebar adalah 2,5 meter ( 8 feet) . Memang dibutuhkan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya namun ketika ia terbang hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil ( hanya memerlukan waktu 2 menit)Sama seperti rajawali, ketika kita berada dalam masalah yang datang bertubi-tubi, kita merasa kekuatan akan menurun secara fisik ; kita akan bisa kuat bila kita senantiasa menanti-nantikan Tuhan, berharap pada Tuhan , berdoa pada Tuhan taat dan berpegang teguh pada iman pengharapan pada Kristus.
            Apapun masalah yang kita hadapi, jangan lepaskan pengharapan kepada Tuhan dan kita akan memiliki kekuatan fisik dari Tuhan , jangan pernah menyerah menghadapi pergumulan tetapi bangkitlah , semangat dan menjalani apa yang di depan kita,
            Sebelum kita memasuki tahun 2019, mari kita koreksi diri kita apakah dengan masalah yang kita alami sudah mendekatkan diri kita pada Tuhan atau sebaliknya, jika kita masih seolah-olah menyalahkan Tuhan, merasa lemah dan lesu saat menghadapi masalah, belajarlah seperti burung rajawali yang tidak mudah lesu, tidak mudah menyerah, dan berharap kepada Tuhan seutuhnya dalam menghadapi masalah dan tekanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *