Aku disayang Tuhan.

” Sayang-sayang disayang, aku disayang Tuhan, aku diangkat jadi anaknya, aku disayang Tuhan…” Ini adalah penggalan lagu yang mengggambarkan bahwa manusia ingin disayang Tuhan.

Seorang anak kecil, selalu meminta perhatian yang besar kepada orang tuanya dan hampir semua orang di dunia ini ingin disayang dan tidak ada satu manusia pun yang tidak butuh kasih sayang.

Berikut ini adalah bukti-bukti / tanda yang menyatakan bahwa Allah sangat menyayangi manusia antara lain:

1. Dalam Kejadian 1: 26 , Allah sudah mempunyai rencana untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah. Ini menunjukkan satu bukti bahwa keberadaan manusia disenangi Allah.

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Ini tidak berarti bahwa manusia mukanya/ paras wajahnya sama dengan Allah( selama ini tidak ada satu manusia pun yang pernah melihat persis bagaimana rupa Allah; yang selama ini ada adalah gambaran kasar dari karakter orang yang menggambarkannya). Maksudnya adalah manusia diciptakan sesuai dengan sifat Allah yang diwariskan kepada manusia.

2.  Dalam Mazmur 8:6 manusia dibuat hampir sama dengan Allah dan dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat . Manusia yang diciptakan Tuhan sangat dihargai dalam pemandangan Tuhan.

3.  Dalam Mazmur 139: 14-16 digambarkan bahwa Allah menenun manusia ciptaanNya mulai dari janin ( dibentuk kepala, mata, hidung, dan bagian tubuh manusia lainnya dengan sempurna) sampai menjadi bayi dan itu dijadikan Tuhan luar biasa indahnya dan sempurna.

4.  Dalam Yesaya 43: 4 a dikatakan bahwa manusia berharga di mata Tuhan dan mulia dan Tuhan mengasihi manusia .

5.  Dalam Ulangan 32:10 manusia dijagaiNya sebagai biji mataNya. Biji mata selalu menempel dalam mata kita dan pasti dipelihara dengan baik oleh kita , sama seperti halnya kita sebagai biji mata Allah itu berarti Allah sangat memelihara kehidupan manusia dengan sempurna.

Dalam dunia saat ini, dunia sedang merasakan krisis kasih sayang. Mengapa tidak, kita sering mendengar berita dan bahkan mungkin menyaksikan banyak orang yang sepertinya ” tidak menghargai hidup sesama” contohnya ada orang tua yang tega meninggalkan bayinya setelah melahirkan, atau ada orang tua yang tega membuang anaknya dan menaruhnya di tempat sampah, dan yang lebih parahnya ada orang tua yang tega menjual bayinya sendiri hanya karena masalah ekonomi…. Ya sungguh ironis, akan tetapi itulah kenyataannya dan banyak orang tidak bisa merasakan kasih sayang lagi.

Berbeda dengan Tuhan, Tuhan tidak seperti itu walaupun manusia lemah Tuhan tidak pernah membenci dan membuang manusia.

Dalam kehidupan mengikut Yesus , perjalanan hidup manusia tidak selalu mudah dan ada kalanya manusia ciptaanNya mengalami sakit, penderitaan, aniaya, beban bahkan sampai begitu beratnya sampai terkadang bertanya, ” Apakah Tuhan sayang padaku? pada keluargaku? Mengapa penderitaan tidak habis-habisnya terjadi dalam kehidupanku dan keluarga? ”

kasih tuhan

Saudara-saudariku yang terkasih, Tuhan tidak menjanjikan kehidupan yang enak, mulus dan menyenangkan akan tetapi satu yang pasti Tuhan menjadikan  masalah sebagai batu loncatan untuk iman kita makin bertumbuh dalam Tuhan.

Tuhan sangat mengasihi manusia dan kita sudah melihat buktinya , janganlah kita meragukan lagi kasihNya bahkan yang lebih lagi adalah kita ‘ diadopsi’  menjadi anakNya dan boleh memanggilNya Bapa.( Roma 8:15).

Masalah , penderitaan, sakit, pencobaan bisa terjadi tapi satu yang pasti kita disayang Tuhan. Kalau Tuhan terus memberikan yang enak untuk kita, kita akan terus menjadi ” bayi rohani” . Bersyukurlah untuk pembentukan Tuhan dalam hidup kita karena dengan pembentukan itu kita disayang Tuhan. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *