Setujukan Anda dengan Hukuman Mati?

Syaloom Saudara seiman dalam Tuhan Yesus.

Selain peristiwa perseteruan antara Ahok dan DPRD (beritanya di artikel ini : Iman Kristen Seorang Ahok), saat ini Indonesia sedang heboh dengan rencana pemerintah yang akan mengeksekusi 10 terpidana mati kasus narkoba. Presiden Jokowi dengan tegas menolak segala upaya hukum untuk menggagalkan eksekusi oleh semua terpidana yang terancam hukuman mati tersebut.

Eksekusi pertama hukuman mati tahun 2015 dilaksanakan pada bulan Januari tanggal 18 Januari 2015 hari Minggu kepada 6 terpidana mati dari berbagai negara. Ini adalah daftar terpidana mati yang telah dieksekusi tersebut :

1. Marco Archer Cardoso Mareira (53 tahun, warga negara Brasil),

2. Daniel Enemua (38 tahun, warga negara Nigeria),

3. Ang Kim Soe (62 tahun, warga negara Belanda),

4. Namaona Dennis (48 tahun, warga negara Malawi),

5. Rani Andriani atau Melisa Aprilia, (warga negara Indonesia),

6. Tran Thi Hanh, (warga negara Vietnam berusia 37 tahun)

Pada bulan Maret ini, rencana eksekusi hukuman mati segera dilangsungkan kepada 10 terpidana mati, daftarnya terpidananya adalah dibawah ini:

1. Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina)

2. Serge Areski Atlaoui (WN Perancis)

3. Myuran Sukumaran (WN Australia)

4. Martin Anderson (WN Ghana)

5. Zainal Abidin bin Mgs Mahmud Badarudin (WN Indonesia)

6. Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol)

7. Rodrigo Gularte (WN Brasil)

8. Andrew Chan (WN Australia)

9. Sylvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria)

10. Okwudili Oyatanze (WN Nigeria)

Dari daftar diatas ada dua terpidana kasus Bali Nine, dua terpidana mati asal Australia tersebut yang bernama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah dipindahkan dari penjara Kerobokan ke Nusakambangan buat menjalani eksekusi. Kedua pria mengaku siap menjemput ajal yang sempat tertunda.

Kedua terpidana mati asal Australia itu dibawa ke penjara Nusa Kambangan buat menjalani eksekusi yang tertunda.

Chan dan Sukumaran sempat mengucapkan “terimakasih” kepada sipir sebelum kemudian “diborgol” keluar. “Mereka tidak banyak berbicara,” ujar Nyoman Putra Surya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali. “Mereka sudah siap,” imbuhnya.

Presiden Joko Widodo sendiri kembali menekankan kondisi “darurat” narkoba yang tengah dihadapi Indonesia. “Kami ingin mengirimkan pesan ke semua pihak dan dunia internasional, bahwa Indonesia berusaha keras untuk memerangi kejahatan narkoba.”

Sebagai orang kristen, yang berdasarkan pandangan Alkitab dan dasar kasih Tuhan Yesus Kristus bagaimana pandangan saudara terhadap pelaksanaan hukuman mati di Indonesia? Saudara dapat memberikan polling pendapat saudara dibawah ini. Dan mohon berikan pendapat juga melalui kolom komentar dibawah.

Salam kasih. Tuhan memberkati.

 [socialpoll id=”2256821″]

 

8 tanggapan untuk “Setujukan Anda dengan Hukuman Mati?

  • 09/03/2015 pada 13:42
    Permalink

    Siapakah dia yg brani merebut jabatan Allah akan dituntut pertanggungjawaban kpdnya dan kpd anak cucuhnya.

    Balas
  • 10/03/2015 pada 20:59
    Permalink

    buat saya hukuman mati tdk perlu di terapkan..Tuhan Yesus melarang qt utk tdk saling membunuh. presiden, atau siapapun dia,, qt sesmua berdosa.

    Balas
  • 13/03/2015 pada 09:57
    Permalink

    Setiap negara mempunyai hukumnya masing” dan kita harus taat, kecuali menyembah berhala dan menentang kehendak Allah, di PL pun ada hukuman mati terhadap para penyembah berhala seperti yang dilakukan nabi Elia, ini hanya opini saya yang menurut saya benar

    Balas
  • 22/04/2015 pada 22:50
    Permalink

    Alasan kenpa saya setuju atas hukuman mati bahwa tuhan telah menegaskan dan menetapkan pemerintah adalah berasal dari tuhan itu sendiri bahkan tuhan mempertegas lagi untuk kita tunduk kepada pemerintah karna tuhan sudah memberi wewenang kepada pemerintah untuk menaruh pedang dileher kita ketika kita berbuat salah dan ini sesuai dengan firman tuhan yg di ambil dari ROMA 13:1-7

    Balas
  • 22/04/2015 pada 23:20
    Permalink

    Mohon penjelasan yg akurat dari artikel kristen tentang hukuman mati tersebut beserta injil pendukungnya

    Balas
  • 09/05/2015 pada 09:30
    Permalink

    menurut saya hukum mati tidak perlu diberlakukan karena di masa PB hingga kita sekarang ada di bawah hukum kasih, karena Kristus.. biarlah kita saling mengampuni, sebab itulah kehendak Allah…

    Balas
  • 07/10/2015 pada 13:01
    Permalink

    Hanya ada satu Hakim yang Adil yang berhak mencabut nyawa manusia adalah Allah…yang merupakan San Pemilik Hidup..
    Jadi semua orang tidak bisa mencabut nyawa manusia…..entah siapapun dia,,,

    Balas
  • 19/11/2015 pada 16:49
    Permalink

    sangat setuju akan hukuman mati, yg jelas, mereka itu tau akan ancaman hukuman mati, jadi kalau mereka melakukan kejahatan narkoba, itu salah sendiri dan bisa dikatakan bunuh diri, dan beruntung negara masih memberi kesempatan2 yg terbaik bagi mereka. negara sdh dgn baik baik memperingatkan, kalau dalam perang, ranjau2 yg di tanam tdk di ketahui olh tentara musuh, tapi peperangan dgn narkoba dan kejahatan lainya, ranjaunya sdh di beritahukan jauh2 hari dan jelas serta kelihatan ranjaunya, jadi tidak adil bagaimana negara, jadi jgn salahkn siapa2 hukuman mati di laksanakan selain salahkan mereka yg melakukan kejatan tersebut. perlu di ketahui bagi para terpida mati apabila negara tdk melaksankannnya maka negara yang bersalah karena negara menolak perintah undang2, jadi apabila hukuman mati di tiadakan maka uu tentang hukuman mati hrs di hapuskan, selama masih ada undang2 yg mengatur hukuman mati, negara akan bersalah tdk menghukum org dgn pasal hukuman mati apabila perbuatannya tepat pada uu pasal hukuman mati.
    dalam bernegara jgn melihat kebijakan negara dari sudut pandang alkitab, kecuali negara agama, itu bisa pake landasan kitab suci.
    jadi kalau memandang kebijakan negara memakai kacamata alkitabiah, akan banyak hal akan bertolak belakan dgn prinsip alkitabiah.
    menurut saya, logika sangat penting untuk di pake alam berpikir dan berpandangan dalam banya aspek dan mungkin selain rasional musti realistis dalam cara berpola pikir sebagai umat Kristen, Tuhan memberkati kita semua, amin.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *