Membangun Pernikahan dan Rumah Tangga yang Diberkati?

Kiat-Kiat Membangun Pernikahan dan Rumah Tangga Yang Diberkati

Syaloom saudara-saudaraku yang terkasih, dibulan September dan Oktober 2015 ini, Artikel Kristen mengusung tema mengenai Kehidupan Pernikahan, terutama adalah Pernikahan dalam Kekristenan dan Bagaimana Membangun Rumah Tangga yang Diberkati. Disamping masukan dari beberapa pembaca yang menginginkan tema ini diusung, redaksi kami menyadari juga bahwa hal berumah tangga adalah pokok penting yang sangat kita butuhkan untuk kita pelajari. Sebab menurut catatan statistik, angka perceraian semakin meningkat. Di dunia barat, dua dari tiga perkawinan mengalami perceraian, tentu adalah suatu hal yang mengerikan dalam kehidupan dewasa ini jika banyak dari pernikahan yang gagal, berapa banyak anak-anak sebagai wujud generasi berikutnya yang akan menjadi korban, mereka akan tumbuh menjadi orang-orang yang tidak punya harapan. Hanya Kasih Tuhan yang bisa menyentuh dan merubah kehidupan mereka.

Libatkan Tuhan dalam Membangun Rumah Tangga agar Kehidupan Pernikahan Saudara Diberkati

Untuk itulah kami menganggap penting pelayanan Artikel tentang Pernikahan ini, semoga bisa memberkati banyak orang, baik untuk saudara-saudara yang akan memasuki gerbang pernikahan, bagi saudara yang baru memasuki pernikahan dan ingin membangunnya dengan baik dan sesuai dengan Alkitab, atau mungkin bagi saudara yang memiliki masalah dalam rumah tangga, jangan ragu untuk share masalah saudara di kolom komentar, dan kami akan mencoba memberikan saran dan pandangan yang sesuai dengan Kekristenan, dan kami akan juga berdoa bagi saudara.

 

Memasuki Gerbang Pernikahan

Masa menjelang pernikahan adalah masa yang sangat krusial sekali, karena Saudara akan memasuki sebuah kehidupan yang sangat berbeda dengan sebelumnya saat Anda masih single. Masa ini penting sekali karena bagi Saudara yang sudah cukup umur dan siap untuk memilih pasangan, diharapkan Saudara dapat mempersiapkan dengan baik sekali.

Bagaimana cara memilih pasangan? Kami ada artikel yang bisa sedikit memberikan pandangan bagi seorang perempuan untuk menilai seorang laki-laki apakah dia pantas dijadikan pasangan Anda. Baca di Artikel “Lelaki ini Berbahaya untuk dijadikan Pasangan”.

Sesuai dengan ayat Firman Tuhan di 1 Korintus 15:33 dikatakan bahwa “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” Ingat pergaulan Saudara menentukan masa depan saudara juga, termasuk dalam hal mencari pasangan. Berteman boleh dengan siapa saja, luaskan pergaulan saudara, agar saudara dapat mengerti sifat-sifat manusia yang lain. Tetapi hindari bergaul di lingkungan yang kurang baik.

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14).

Ayat diatas sudah sangat jelas sekali bahwa kita tidak boleh berpasangan dengan orang yang tidak seiman. Kehidupan pernikahan yang akan anda jalani akan banyak ujian dan permasalahan. Fokuslah bersama pasangan Anda untuk menghadapi setiap permasalahan yang ada didepan Anda agar rumah tangga anda tetap kuat nantinya, jadi saat sudah masuk dalam pernikahan nanti sudah bukan fokus ke permasalahan prinsip-prinsip (agama dan keyakinan) yang berbeda diantara anda.

Saudara juga dapat membaca artikel “Apakah Aku Menikahi Orang yang Tepat?, agar saudara memiliki sudut pandang yang tepat sebelum memasuki pernikahan.

Membangun Rumah Tangga yang Diberkati dan Mengatasi setiap permasalahan.

Rumah Tangga yang dibangun dari perkawinan itu, ternyata lahir dari inisiatif Allah sendiri. Itulah sebabnya Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan sebagai pria dan wanita. Kenyataan dualitas manusia ini telah mengandung rencana Tuhan.

Dalam Kej. 1:28 Alkitab mengatakan, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.’”

Ayat ini mengandung makna prokreasi, yang artinya Allah telah memercayakan manusia untuk menciptakan manusia-manusia lain. Ini adalah suatu hal yang luar biasa! Untuk itu Allah sangat mengharapkan sekali agar setiap anak Tuhan, baik pria maupun wanita dapat menghargai dan menghormati sebuah perkawinan dan rumah tangga.

Beberapa artikel kami mengenai membangun kehidupan berumah tangga yang sesuai dengan Alkitab bisa anda baca disini :

Dalam mengarungi lautan kehidupan ini, saya sadar betul bahwa bahtera rumah tangga kita tidaklah akan lepas dari badai dan gelombang-gelombang pencobaan. Untuk itu marilah kita memperhatikan apa yang dikatakan Alkitab dalam Efesus 5:22-28 sebagai undang-undang perkawinan yang harus kita taati. Dalam ayat tersebut kita dapat melihat aturan main dalam rumah tangga Kristen. Dan aturan ini tidak dapat kita tawar-tawar.

Efesus: 5
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Aturan yang pertama, perkawinan itu adalah monogami. Tidak ada yang namanya pria atau wanita idaman lain. Kita sebagai umat Perjanjian Baru adalah anak-anak Tuhan yang dikembalikan kepada pola rumah tangga ideal seperti yang Allah kehendaki sejak Allah menciptakan manusia pada mulanya. Kejatuhan manusia dalam dosa membuat manusia tidak dapat mencapai standar kesucian Allah, juga dalam membangun rumah tangga yang ideal; sehingga kita menemukan umat Perjanjian Lama tidak memiliki pola hidup rumah tangga yang ideal.

Tuhan tidak menuntut mereka, karena mereka tidak memiliki Roh Kudus seperti yang kita miliki. Mereka tidak memberi kebenaran seperti yang kita miliki. Ingat, yang diberi banyak, dituntut banyak; dan yang diberi sedikit, akan dituntut sedikit (Luk. 12:48). Standar hidup kita haruslah berbeda dengan standar hidup orang dunia.

Kita juga harus memperhatikan peran suami dan istri didalam pernikahan dan rumah tangga. Dimana mereka berdua mempunyai peran yang sangat unik dan berbeda. Masing-masing peran saling melengkapi satu sama lain. Sang suami berperan sebagai seorang Pemimpin, Mencintai Istri tanpa syarat, dan sebagai Pelayan, saudara bisa membacanya didalam artikel kami Peran Seorang Suami dalam Rumah Tangga Kristen.

Sebagai seorang Istri, tidak kalah penting. Tuhan menempatkan istri dalam kehidupan rumah tangga dan pernikahan sebagai Penolong bagi suami Anda. Di dalam kapasitasnya sebagai “penolong” istri harus bisa menghormati suaminya / respek kepada suaminya, Mencintai suami tanpa syarat, dan Patuh terhadap kepemimpinan suami. Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai peran istri ini, saudara dapat baca di artikel ini : Peran Istri dalam Pernikahan, Bagaimana yang seharusnya?

Aturan yang kedua, pernikahan Kristen adalah perkawinan yang antiperceraian. Hanya kematian yang dapat memisahkan pernikahan tersebut.

Dalam kekristenan, kata “cerai” adalah kata yang paling pantang diucapkan oleh seorang suami atau istri. Apa pun kesalahan yang dilakukan oleh pasangan kita, Tuhan mengajarkan untuk mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita. Aturan yang ketiga, istri tunduk kepada suami, dan suami harus mengasihi istrinya. Hal ini bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukanlah hal yang mustahil. Untuk itu, pasangan suami-istri harus tumbuh bersama di dalam pengenalan yang benar akan Tuhan.

Artikel kami yang lain mengenai permasalahan dalam Pernikahan dapat anda temukan disini :

Ingat selalu untuk mengikut sertakan Tuhan Yesus sebagai Kepala dalam rumah tangga anda agar menjadi rumah tangga yang diberkati.

Suami dan istri harus berani untuk menyangkal diri setiap hari demi keutuhan keluarga dan demi kemuliaan Surga.

Amien. Tuhan Memberkati Rumah Tangga Saudara

3 tanggapan untuk “Membangun Pernikahan dan Rumah Tangga yang Diberkati?

  • 22/10/2015 pada 13:14
    Permalink

    kita tidak pernah hidup sidenri,.. bagai tangan dan mata yang saling membutuhkan,.. dikala mata perih tangan mengusap dan dikala tangan tergores mata ikut hadir dalam kehidupan dengan tetesan air yang menandakan saling berempati

    Balas
  • 27/06/2016 pada 01:33
    Permalink

    Saya tengah mengalami masalah di dalam rumah tangga saya,di mana saya belom dapat pekerjaan dan menghasil kan ekonomi..di mana istri dan keluarga saya dan keluarga istri saya,tidak menerima situasi dan kondisi keadaan saya mengenai pekerjaan yg belom saya dapatkan…sekiranya apa yg harus saya perbuat,sementara upaya dan usaha untk mendapatkan pekerjaan memang sulit saya dapatkan..sehingga saya sebagai kepala rumah tangga,selallu di kecilkan oleh keluarga..tolong bagi yg membaca keluhan saya..agar meberikan nasehat dan saran kepada saya dlam menghadapi permasalahan saya dalam rumah tangga yg tengah melanda rumah tangga saya ini

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *