Sebuah Kisah Pernikahan Kristen : Habis Manis Sepah Dibuang

Sebuah kisah pernikahan kristen yang dapat memberikan kita sebuah pelajaran meskipun betapa beratnya sebuah pernikahan, kita harus tetap mempertahankannya.

Saya menjalani hidup sebagai suami isteri sampai saat ini pada usia saya kepala delapan.

Pernikahan kami dulu tidak di dalam Tuhan, namun kami sekarang sudah seiman. Betapa saya bersedih karena di hari tua saya, ternyata isteri tidak bisa memahami perubahan hidup saya. Keadaan kami tidak seperti yang kami dengar dalam khotbah khotbah di gereja dimana ada kasih, ada pengampunan dan sebagainya.

Memang saya akui bahwa saya bukanlah laki-laki yang dikehendaki oleh isteri saya. Isteri menikah dengan saya karena desakan dari orang tuanya untuk segera menikah setelah putus dengan orang yang dicintainya. Saya menyebut diri pelengkap penderitaan, artinya melengkapi hidup bersama isteri tetapi saya menderita karena cinta yang tidak tulus dari isteri. Setelah tahun kelima menikah saya baru tahu hal ini.

Di hari tua saya merasakan sekali bahwa saya begitu mulai sakit sakitan, saya lebih banyak dibiarkan untuk menolong diri sendiri. Anak-anak kami semua di luar kota dan tidak mengereti apa yang saya alami. Dulu ketika saya masih bekerja, uang gampang didapat dan rupanya isteri bahagia. Sekarang saya hanya tergantung pada kemurahan hati anak anak. Isteri selalu menuntut saya seperti dulu bahwa apapun yang diminta harus tersedia dan dipenuhi. Uang kadang kadang lebih banyak habis untuk beli obat, Isteri membuka warung makan yang memang cukup untuk penghidupan berdua sehari hari.

Di gereja, saya pernah menangis melihat betapa bahagianya sepasang suami isteri yang setia mendampingi suaminya yang stroke dan sulit jalannya. Saya pernah dibiarkan sendiri berjalan sementara isteri hanya menonton ketika tiba tiba kaki saya bisa macet, sulit digerakkan dan maju ke depan. Kadang kadang saya dalam hati berdoa minta segera Tuhan panggil saya ke sorga, tetapi rupanya tidak juga dijawab Tuhan. Akhirnya saya berdoa dengan permohonan agar saya diberi kekuatan untuk menolong diri saya sendiri, Satu ayat yang membuat saya bangkit dalam hidup ini adalah Firman Tuhan

Filipi 4:13 “segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang member kekuatan kepadaku.”

Sejak Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman Nya, hati saya menjadi damai sejahtera. Saya bisa mengampuni isteri saya dan saya bisa jalan tanpa pernah macet lagi.

Entah kenapa, kadang kadang kaki saya tiba tiba bisa berhenti berjalan dan berat sekali rasanya. Dari mulut saya, selalu Firman Tuhan Filipi 4:13 itu saya hafal kalau saya mulai patah semangat lagi. Saya ucapkan berkali kali, juga ketika kaki ada gejala mau macet dan Tuhan menolong benar-benar tidak macet. Puji Tuhan.

Saya merenungkan semuanya ini dan saya sampaikan kepada Redaksi agar menjadi pelajaran bagi setiap orang juga nanti pada hari tuanya. Bersyukurlah Anda ada dalam pernikahan kristen yang selalu dipimpin oleh Roh Kudus.

  • Bila pasangan suami isteri sudah seiman, jangan sampai suami merendahkan isteri atau sebaliknya hanya karena sudah tua, sakit-sakitan dan tidak memiliki banyak hal seperti ketika masih aktif bekerja. HARGAILAH DAN HORMATI APA ADANYA SEKARANG.
  • Makin tua semakin bahagia seharusnya menjadi harapan setiap orang percaya.
  • JANGAN MENOLEH KEBELAKANG MENYESALI PERJALANAN HIDUP YANG TELAH DIATUR TUHAN. Pernikahan tanpa hati akan merugi di hari tua.  Habis manis sepah dibuang?  Nasihat untuk yang muda-muda.
  • JANGAN PATAH SEMANGAT walaupun di hari tua harus mengalami pergumulan dan tantangan yang berat.  Tetaplah percaya kepada Batu Karang yang Hidup yaitu TUHAN YESUS KRISTUS .  Sepah yang dibuang justru diambil TUHAN dan diikat dengan ROH KUDUS.  Roh Kekuatan Amin

Oleh : Unknown

2 tanggapan untuk “Sebuah Kisah Pernikahan Kristen : Habis Manis Sepah Dibuang

  • 03/04/2016 pada 16:05
    Permalink

    Bapak lebih beruntung, saya ditinggal istri saya,kemana-mana sendirian, operasi di rumah sakit pun saya ditinggal tdk dijenguk apalagi ditunggui

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *