Apakah Aku Menikah Dengan Orang Yang Tepat?

Mungkin ada diantara saudara yang sudah menikah, bertanya-tanya didalam hati, apakah saya menikah dengan orang yang tepat? Apakah orang yang saya nikahi ini adalah benar-benar pilihan Tuhan? Didalam sulitnya kehidupan, permasalahan yang terus muncul pernikahan bisa membuat orang bertanya demikian. Apalagi jika pasangan mereka kelihatan seperti tidak bisa dirubah karakternya dan anda terus yang mengalah.

Artikel dibawah ini di bawah ini sangat bagus untuk memberikan kita pandangan atau pola pikir tentang hubungan antar suami istri. Artikel ini bukan hanya ditujukan buat yang sudah menikah saja, tetapi juga untuk para single yang akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Bagi mereka yang sudah menikah, artikel ini bisa memberikan pola pikir atau pandangan kita terhadap pernikahan sehingga kita bisa bijak dalam bersikap dalam sebuah hubungan pernikahan. Bagi yang single, bisa mengambil pelajaran dari cerita ini.

 

“Apakah Saya Menikah Dengan Orang Yang Tepat”

Setiap ikatan atau hubungan antar manusia pasti memiliki siklus. Entah itu hubungan saudara, hubungan antar teman, hubungan antar sahabat, dan tak luput juga adalah hubungan antara suami istri dalam suatu ikatan pernikahan.

Kita coba flashback pada saat saat-saat awal anda berhubungan dengan suami atau istri anda sekarang, disaat itulah anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.

Telpon darinya selalu dinanti nanti, anda begitu merindukan kedatangannya, belaian sayangnya saat masih kencan masih kuat terasa meskipun anda sudah pulang kerumah, dan anda begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, semuanya tentangnya begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Nggak perlu berbuat apapun, …. Makanya dikatakan “jatuh” cinta…

Kata “Jatuh” disini adalah kata yang pasif, hampir semua hal yang berhubungan dengan jatuh adalah kata yang pasif, karena anda tidak perlu melakukan apa-apa. Jatuh dari lantai atas, jatuh kebawah, jatuh miskin, jatuh bangkrut, semuanya adalah pasif, termasuk Jatuh Cinta.

Contoh nyatanya adalah seperti ini, karena sebuah pesona dari seseorang wanita yang cantik, seorang pria yang melihat wanita itu tanpa disadarinya, tanpa usaha dari dalam dirinya, muncul suatu perasaan tertarik, perasaan suka, mungkin juga perasaan nafsu. Saya tidak mengerti proses didalam tubuh kita, karena saya bukan ahli anatomi dan fungsi tubuh, tetapi rasa itu bisa muncul secara tiba-tiba. Apalagi jika sang wanita merespon, maka perasaan itu bisa saja memuncak menjadi jatuh cinta.

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”

Coba bayangkan analogi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah. Jatuh Cinta itu sesuatu yang pasif dan spontan.

Tapi…

Setelah beberapa tahun perkawinan, gegap gempita cinta itu pun akan pudar.

Perlahan tapi pasti, telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, BBM atau WAnya kita biarkan saja, tidak kita baca, nunggu kalau kita sedang senggang atau tidak repot, juga belaiannya nggak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah menambahkan penat yang sudah ada karena habis bekerja seharian.

Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada semua hubungan. Mungkin gejala-gejalanya bisa bervariasi pada masing-masing individu.

Konflik Pernikahan Artikel Kristen

Bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda saat ini, mungkin sudah 5 tahun, 10 tahun berjalan, atau yang sudah lebih lama lagi, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I Marry The Right Person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang dahulu pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu lagi….. tapi dengan hal yang lain!

Dan ketika hubungan pernikahan itu akhirnya konflik… Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.

Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi jika saudara menyadari bahwa sebenarnya jawaban dari kondisi ini bukanlah berasal dari luar, tetapi dari dalam pernikahan itu sendiri.

Mungkin anda bisa memilih untuk Selingkuh?? Ya mungkin itu jadi jawabannya, tapi saya mau tanya, sampai kapan anda akan mengalami euforia cinta seperti dulu lagi dengan orang yang baru ini?

Saya tidak akan membahas panjang mengenai perselingkuhan, di dalam kekristenan hal ini sudah jelas tidak boleh.

Bisa saja anda selingkuh dan mungkin pada saat itu anda akan merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Karena..

(Pahamilah dengan seksama hal ini) KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN TERUS MENERUS MENCINTAINYA..!

CINTA sejatinya bukanlah hal yang PASIF (seperti istilah “jatuh cinta”) ataupun pengalaman yang spontan. Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi… Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Cinta adalah kata kerja. “Love is a verb”, seperti judul lagu dari John Mayer.

Ada juga ungkapan “diperbudak cinta”, tapi saya tidak melihat ada kebenaran dari ungkapan itu, semua tergantung dari motivasinya. Saya banyak melihat, anak-anak muda pacaran dimana yang laki-laki begitu memperhatikan yang perempuan, apa yang sang perempuan minta, yang laki-laki dengan kekuatan penuh akan berusaha memenuhinya, bahkan beberapa hal yang tidak masuk akal yang diminta oleh pasangan diusahakannya dengan segenap kekuatan, tidak peduli apakah itu merugikan orang lain atau tidak, seperti istilahnya diawal paragrap ini, yang laki-laki sedang “diperbudak cinta”. Kadang saya ingin mengikuti dan melihat hubungan mereka sampai dimana kuatnya perasaan cinta itu. Memang ada juga hubungan-hubungan yang benar-benar sejati, tapi saya kebanyakan melihatnya didalam film atau sinetron.

Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Love is a verb, Cinta adalah sebuah perbuatan.

Cinta didalam kekristenan sering disebut dengan KASIH, ada 4 macam kasih yaitu :

  1. Kasih AGAPE : Kasih tanpa perhitungan, seperti kasih ALLAH kepada Manusia
  2. Kasih Storge : Kasih antara orang tua dan anak
  3. Kasih Fileo : Kasih Persahabatan
  4. Kasih Eros : Kasih asmara antara pria dan wanita, yang biasanya dibarengi dengan nafsu birahi, dari sini didapat kata erotis.

Kita akan bahwa jenis Kasih di artikel lainnya.

Didalam surat Paulus kepada Jemaat Korintus di 1 Korintus 13 ayat 4 sampai ayat 7 dikatakan bahwa KASIH itu :

  • Sabar
  • Murah Hati
  • Tidak Cemburu
  • Tidak Memegahkan Diri dan Tidak Sombong
  • Tidak Melakukan yang Tidak Sopan
  • Tidak mencari Keuntungan Diri Sendiri
  • Tidak Pemarah
  • Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain
  • Tidak Bersukacita Karena Ketidak-Adilan tetapi karena Kebenaran
  • Menutupi Segala Sesuatu
  • Percaya Segala Sesuatu
  • Mengharapkan Segala Sesuatu
  • Sabar Menanggung Segala Sesuatu

Disitu jelas terlihat bahwa Cinta atau Kasih adalah sesuatu yang harus kita kerjakan atau ada perbuatan didalamnya.

Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. saudara bisa membacanya di Artikel berikut ini :
8 Hal Yang Perlu Anda Lakukan untuk Membuat Pernikahan Anda Lebih Menggairahkan

Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fĂ­sika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.

Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBANGUN CINTA” bukan cuma “JATUH CINTA”.

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah KEPUTUSAN dan bukan cuma PERASAAN..!

Benar juga apa yang ditulis oleh John Meyer dalam lagunya Love is a Verb (lirik terakhir):

So you gotta show, show, show me
Show, show, show me
Show, show, show me
That love is a verb

Love ain’t a thing
Love is a verb

Kita harus menunjukkan (show) cinta kita dengan perbuatan.

Semoga saudara diberkati dengan artikel ini. Amin Tuhan Yesus memberkati rumah tangga saudara.

 

16 tanggapan untuk “Apakah Aku Menikah Dengan Orang Yang Tepat?

  • 12/11/2015 pada 13:00
    Permalink

    Tapi bagaimana kita menjalani rumah tangga kalau suami menyakiti hati kita,,selingkuh,,semena-mena,,segala sesuatu harus di turuti,,dan istri yg jadi tulang punggung..apakah suami seperti ini harus kita pertahankan..istri sdh sabar menerima segala kekurangan dia tapi dia selalu menghianati cinta tulus dari istrinya????

    Balas
    • 17/11/2015 pada 23:08
      Permalink

      jika mmg sudah “terlanjur” dlm sebuah pernikahan. Istri harus berjuang keras utk mengembalkan keutuhan rumahtngganya. Berdoa, berseru.. Karna istri adalah mahkota bagi suami… Tuhan akan memulihkan ketika istri mengikuto kehendak Tuhan.. N percaya bahwa pemulihan akan terjadi d keluarga tsb.. Slmt mlm

      Balas
      • 20/11/2015 pada 13:29
        Permalink

        Terima kasih Saudara Ketty, benar sekali apa yang dikatakan saudara Ketty.
        Doakan terus suamimu, sedang anda sendiri sebagai istri juga berusaha terus memperbaiki rumah tangga.
        Kami berdoa agar anda dan keluarga segera dipulihkan oleh Tuhan. Amin.

        Balas
  • 13/11/2015 pada 12:24
    Permalink

    Saya menikah seorang wanita karena iseng iseng apakah boleh dicerai

    Balas
    • 20/11/2015 pada 13:15
      Permalink

      Halo Agustinus
      Wah agak sulit juga menjawabnya ya, tetapi saya balik tanya kepada anda, kenapa harus dicerai? Kenapa nggak anda bangun aja rumah tangga anda dengan baik bersama istri anda saat ini? meskipun dulu nikahnya dengan iseng-iseng.
      Ingat anda menikah dihadapan Tuhan, anda harus bertanggung jawab dengan yang sudah anda lakukan. Sekarang anda harus menjadikan pernikahan anda serius dan bukan iseng, bangun cinta anda dengan istri anda sekarang. Mintalah bimbingan Tuhan apa yang harus anda lakukan bagi keluarga anda sekarang.
      Terima kasih, Tuhan memberkati.

      Balas
  • 20/11/2015 pada 00:02
    Permalink

    Peristiwa saya di thn 2014 kemarin sampai saat ini pun, saya masi kecewa sama istri saya. Pekerjaanku se org pelaut.dulu, Hampir 2 thn saya gak pulang kerumah bersama istri dan anak saya karna sibuk dgn pekerjaanku saat itu.jujur saja selama hampir 2 thn itu saya slalu be rusaha utk jujur di hadapan istriku. Komunikasih selalu ada,walaupun sering terjadi percecokan lawat komunikasi.cecok pun yerjadi karna istriku ingin bekerja,menjadi pelayan di rumah makan.lewat telepon, aq bilang gak usah kamu bekerja malah istriku selalu ngot harus bekerja.sampai anak saya pun,di bawahnya ke t4 kerjanya.anak saya saat itu baru usia yg ke 4thn. Aq benar2 sgt jengkel sama istri saya,karna tdk mendengar arahan saya. Singkat cerita, 3 bln kemudian,semakin parah maslah cecok lewat telepon.suatu hari aq telepon ke isyriku pagi2 buta sekitar jam 5 pagi.tiba2 ada suara se org laki2 yg angkat Telepon.aq tanya siapa ini dia ngaku katanya laki2 itu suaminya / suami istri aq.yg baru. Hati benar2 hancur.rasnya aq mau bunuh diri,aq benar2 kecewa.aq ingin melakukan yg terbaik utk keluargaku malah aq di hianati.benar2 kacau pikiranku saat itu,beberapa hari kemudian aq pulang ke rumah/ manado, aq pulang diam 2 tanpa pengetahuan istri.sesampainya di bandara,aq yelepon adik ipar saya / adik ipar se org parempuan. Karna hanya adik ipar saya tau t4 tinggalnya istriku. Aq udah kepikiran harus aq bunuh ke dua2nya baik istriku,maupun laki2 yg ada dgn dia,jujur, aq datang utk melihat anak aq. Aq gak mau anakku.terlantar begitu saja…dlm perjalanan menuju t4 tujuan, aq berfikir.jikalau aq.beryindak kasar terhadap mereka, pasti adik iparku juga ikut jadi korban,dan mobil pin, ikut jadi korban.aq mempertimbangkan akan hal ini,demi keselamatan adik ipar saya. Karna istriku sudah lari dari rumah,, pergi ke t4 yg lain / t4 yg aq tdk tahu, hanya Adik iparku yg tau t4 tinggalnya. Di dlm perjalanan, aq ingat dgn saudaranya istriku,org tua baptis anak saya,dia seorg polisi,sesampainya di rumah,mereka seisi rumah kagey dgn kedatanganku,saat itu sudah jam 1 tengah malam.singkat cerita, kami langsung pergi mencarinya,ternyata, rumah itu adalah rumah se org laki2 dgn dia betapa kagetnya dia Melihat aq.singkat cerita aq bingung dgn hidup.saya. istrikupun, berjanji bahwa tdk akan melakukan hal sperti itu lagi.walaupun janjinya itu,aq benar2 masih sakit hati dgn perbuatannya. Aq hanya memikirkan nasip,dan masa depan anak saya. Sampai saat ini pun,istriku masih komunikasih dgn aq dia berjanji utktdk melakukannya lagi,tapi aq sampai saatini masih berat hati….tolong ji jawab,,,dlm hal ini, ,apakah aq bisa menceraikan istriku,??

    Balas
    • 20/11/2015 pada 13:49
      Permalink

      Shaloom MatiasDenti,
      Saya turut prihatin dengan peristiwa yang mendera saudara, saya yakin memang tidak mudah bagi saudara untuk menjalaninya. Namun ada satu pertanyaan, mengapa anda bertanya kepada saya”apakah aku bisa menceraikan istriku?”
      Kalau secara hukum di Indonesia, ya tentu saja bisa, anda bisa langsung ke pengadilan agama dan mengurus perceraian. Bersidang soal hak asuh anak, dan selesai, anda sudah cerai dengan istri anda.
      Tetapi apakah anda melihat Tuhan? apakah anda mengingatNya ketika anda dulu menikah dihadapanNya?
      Mengapa tidak berusaha memperbaiki hubungan anda dengan istri.
      Oke mungkin istri bersalah karena pernah selingkuh, tetapi tidak ada kesalahan yang tidak bisa diampuni, Tuhan pun mengampuni kesalahan kita. Jadi ampunilah istri anda, hilangkan dendam dari hati anda sehingga anda kerja pun juga enak. Doakan dia dari jauh, dengan berdoa bagi istri anda, kasih dari Tuhan akan mengalir dalam hati anda untuk istri anda. Memang berat banget rasanya, saya juga mengerti meskipun saya tidak mengalaminya. Tetapi hal ini pantas dicoba demi keluarga anda.
      Tetapi tidak ada yang tidak bisa diperbaiki dihadapan Tuhan. Berdoalah kepadanya mohon bimbinganNya.
      Saran kami kepada anda; Masing-masing orang berbeda, ada yang bisa hubungan jarak jauh, dan ada yang tidak bisa hubungan jarak jauh, kalau saya menilai Anda dan istri tidak bisa melakukan hubungan jarak jauh, yang terjadi hanyalah curiga dan cekcok, dan apa enaknya berumah tangga jika seperti itu. Saran kami, tinggalkan pekerjaan anda sekarang yang jauh dari istri, carilah pekerjaan yang sekota dengan istri. Bangun rumah tangga anda secara normal, anda dan istri anda serta anak-anak anda serumah. Istri juga butuh figur seorang suami, anak juga butuh figur seorang Bapak, anda pun juga butuh figur seorang istri. Jadilah keluarga yang utuh kembali. Mungkin pekerjaan anda sekarang enak, tetapi apalah gunanya jika keluarga tidak harmonis.
      Jangan kawatir soal pekerjaan, kalau niat anda tulus dan baik demi keluarga, saya yakin Tuhan tidak akan meninggalkan anda. Berdoalah mohon tuntunan Tuhan.
      Kami akan berdoa juga bagi keluarga anda, semoga keluarga anda dipulihkan oleh Tuhan. Amin.

      Balas
  • 21/11/2015 pada 01:09
    Permalink

    syaloom selamat malam..
    saya seorang psikologi pendidikan,, dan saya ingin mneceritakan masalah yang menimpa teman saya..
    teman saya berpacaran dengan seorang wanita yang aktif dalam kegiatan gereja, namun setelah teman saya menyatakan cintanya ternyata wanita tersebut sudah pernah melakukan intim dengan pacarnya yang sebelumnya karena 4 tahun pacaran.. teman saya tersebut berusaha menerima dan mengampuninya..
    singkat cerita mereka sudah pacaran selama 1 tahun lebih dan ketika ada per cekcokan teman saya sering mengungkit masalah apa yang terjadi antara pacarnya dan mantannya dahulu. sampai saat ini saya masih belum bisa bantu beri solusi kepadanya. Dan 1 pertanyaan lagi.. orang tua dari pacarnya mempermasalahkan soal adat istiadat. orang tua dari sang pacar tidak mau mengijinkan anaknya menikah bila menggunakan adat, sementara teman saya seorang yang memegang adat. mereka dari 2 gereja yang berbeda.. si pacar dari karismatik. mohon bantuannya dalam menjawabnya. terima kasih.

    Balas
  • 25/11/2015 pada 11:39
    Permalink

    Syalom Pak,

    Saya mau sharing

    Balas
  • 22/11/2016 pada 00:47
    Permalink

    Boleh saya curhat pak? Via chat personal begitu bisa kah pak? Makasih pak

    Balas
  • 29/11/2016 pada 00:01
    Permalink

    Pak saya mau sharing personal bisa ga.. Kalau bisa saya minta email pak.. Gbu..

    Balas
  • 09/04/2017 pada 12:49
    Permalink

    Selamat siang Pak Vino
    Perkenalkan saya Dita,
    Saya mau bertanya kpada Bpk apa yg mesti harus saya lakukan dgn sikap suami saya yg selalu pro kekeluarganya dibandingkan ke saya scara pribadi.
    Saya dan suami baru menikah genap 2 tahun di tahun ini. Setiap cekcok, suami saya selalu mengatakan kembali saja kamu ke rumah orangtuamu dan parahnya lagi dia mengatakan hal tsb kembali di waktu yg berbeda di depan ibu mertua saya dmana kondisi saya saat itu baru 1 minggu melahirkan anak. Percekcokan itu trjadi karena salah satu saudara perempuan suami saya, memberi tahu semacam informasi mengenai larangan penggunaan pampers untuk anak saya melalui ibu mertua. Singjat cerita, ibu mertua saya yg gaya bicaranya suka memaksakan kehendak marah karena saya dab suami menolak usul ipar saya tsb dan ibu mertua saya sampai berucap terserah jika anaknya gak mau cakap. Jujur sbg ibu, saya kesal trhadap sikap ibu mertua saya dan saya mengeluh kpd suami saya. Suami saya yg notabene sangat condong kekeluarganya pun marah kpd saya krn saya mengomentari sikap ibunya tsb. Suami saya mengangap saya tdk menghormati ibunya dan dgn sadar atau tdk, suami saya sampai berucap kepada saya untuk kembali saja kerumah orangtuamu dan kita lebih baik cerai. Menurut Pak Vino, apa yg mestk saya lakukan? Saya sudah berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan bisa melembutkan hati suami saya dan bisa bersikap adil dan objektif kepada saya dan keluarga saya. Knp saya bilang harus adil dan sayang juga kpd keluarga saya krn saya menilai sikap suami saya kepada keluarga saya selalu negatif thinking. Saya lahir dari keluarga broken home.

    Balas
    • 10/04/2017 pada 14:20
      Permalink

      Selamat Siang Bu Ditha
      Saya paham apa yang ibu alami, dan berikut ini adalah sedikit saran dari kami, tapi saya rasa saran kami sangat krusial dalam rumah tangga, Terutama jika kita tinggal dalam satu rumah. Saya mengamsusikan bahwa anda tinggal dalam satu rumah dengan mertua anda, meskipun anda tidak menuliskannya. Apakah benar?
      Saran dari kami:
      1. Batasan batasan dalam keluarga sangat perlu untuk dijaga. Anda dan suami punya lembaga sendiri yang harus anda jaga berdua. Sebaiknya tidak boleh ada anggota keluarga lain yang bisa intervensi dalam keluarga Anda. Namun Batasan ini tidak boleh kaku, batasan ini seperti pagar yang melindungi anda dari hal hal buruk diluar pagar. Tetapi pagar ini juga punya pintu gerbang, yang mengijinkan hal yang baik untuk masuk dan hal yang buruk untuk keluar. Nasihat dari orang tua, saudara, pembimbing rohani adalah seperti hal yang baik yang harus anda ijinkan masuk. Tetapi intervensi, pengaruh buruk, dll adalah hal yang buruk yang harus anda jaga agar tidak masuk dalam halaman anda.
      Dalam situasi seperti yang ibu ceritakan, sepertinya memang suami lebih condong ke keluarganya. Mengapa suami condong ke keluarganya, Ibu harus coba cari tahu, coba instrospeksi diri kembali. Saya selalu menyarankan agar kita melakukan peran kita dahulu sebagai suami atau istri yang baik. Minta hikmat dari Roh Kudus agar kita bisa melakukan yang baik dihadapan mereka, Sabar, lemah lembut, namun juga harus punya prinsip. Saya menyarankan agar anda membaca artikel kami mengenai istri didalam link ini https://www.artikelkristen.com/peran-istri-dalam-pernikahan.html.
      Saya yakin jika kita menjalankan peran kita dengan baik, maka pasangan kita akan terinspirasi juga. Seperti dalam Surat 1 Petrus 3:1-2 : Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga TANPA PERKATAAN DIMENANGKAN OLEH KELAKUAN ISTRINYA, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

      2. Berdoa dan bangun hubungan yang intim dengan Tuhan, maka Tuhan dengan kasihNya akan membimbing Ibu dalam mengarungi Rumah Tangga ini.

      3. Sampaikan kepada suami, dengan lemah lembut dan kasih, bahwa akan lebih baik jika anda berdua untuk pindah rumah dan tinggal sendiri bersama anak-anak. Anda berdua bertanggung jawab terhadap keluarga anda sendiri. Memang mungkin tidak mudah, dan suami bisa juga tidak setuju, tetapi wacana ini harusnya ada dalam hati anda berdua, agar anda berdua suatu saat bisa mengusahakannya.

      4. Tetap tunduk dan milikilah “respek” kepada suami anda. Tetap mengasihi dan lemah lembut kepadanya. Kata-kata suami untuk meminta cerai memang tidak pantas dilontarkan, dan anda harus tegar menghadapinya. Katakan kepada suami anda bahwa sebagai istri anda tidak suka untuk mendengar kata-kata cerai atau pulang kembali kerumah orang tua. Suami yang baik pasti akan menjaga perasaan istrinya.

      5. Milikilah waktu doa bersama dengan suami anda, hal ini akan menguatkan hubungan roh anda berdua. Anda sendiri harus punya jam2 khusus untuk merenungkan Firman Tuhan dan berdoa sendiri.

      Demikian yang dapat kami sarankan kepada anda. Terima kasih. Semoga anda dan suami memiliki hubungan yang indah bersama dengan anak anak dan Tuhan tentunya. Tuhan Yesus Memberkati.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *