INILAH ARTI KEGENTARAN AKAN TUHAN

Filipi 2:12 ” Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”.

Kalau hati seorang anak Tuhan nyambung dengan hati Bapa atau memiliki persekutuan dengan Bapa secara permanen maka ciri yang paling kuat antara lain kegentaran akan Tuhan. Kegentaran akan Tuhan berangkat dari kedahsyatannya terhadap kekudusan Allah. Bukan hanya kegentaran akan kuasa Allah atau karena Tuhan bisa mengancam membuang ke dalam neraka.

Kegentaran akan kuasa Allah berdampak pada keyakinan terhadap kuasa Tuhan yang memberi kekuatan menghadapi segala masalah.

Kegentaran terhadap kesucian-Nya akan membangkitkan atau membuahkan kesucian hidup yang tiada tara. Orang seperti ini tidak akan merasa nyaman sebelum mencapai kesucian hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Inilah yang mengobarkan perasaan haus dan lapar akan kebenaran yang sejati. Kesucian hidup seperti Bapa dimaksudkan agar orang percaya mengambil bagian dalam kekudusan Allah (Ibr. 12:10).

Ibrani 12:10 “Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.”

Mengapa kita harus mengalami kegentaran tersebut?

Sebab Tuhan menghendaki kita menjadi anak-anak-Nya yang memiliki kekudusan seperti Dia, agar kita beroleh bagian dalam persekutuan dengan Tuhan secara benar. Itulah sebabnya Tuhan berkata:

Kuduslah kamu sebab Aku kudus (1Pet. 1:16-17)

Pada dasarnya kegentaran akan Tuhan sama dengan takut akan Tuhan dalam stadium tinggi.

Takut akan Tuhan dalam stadium tinggi ini akan memacu seseorang menghormati Tuhan secara pantas dan tidak akan berbuat sesesuatu yang melukai hati Tuhan. Masalahnya adalah tidak mudah memiliki kegentaran akan Tuhan ini. Banyak orang yang tidak bertumbuh dalam iman sehingga tidak bertumbuh pula dalam kegentaran akan Tuhan. Biasanya mereka masih hidup dalam dosa, atau kalau tidak melakukan pelanggaran moral secara umum, mereka masih hidup dalam pengendalian kepada diri sendiri.

Tanpa kegentaran akan Tuhan seseorang tidak mungkin mencapai kesucian hidup yang sesuai dengan kesucian Tuhan. Untuk bisa meraih kegentaran akan Tuhan ini seseorang harus mengenal Tuhan dengan benar dan mengalami kehadiran Tuhan secara riil setiap hari.

Orang yang memiliki kegentaran akan Tuhan selama hidup di dunia ini, akan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. (Yesus) pada saat penghakiman nanti. Tetapi orang yang tidak memiliki kegentaran akan Tuhan akan mengalami ketakutan yang hebat pada waktu berhadapan dengan Tuhan.

Mereka pasti tidak akan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Luk. 21:36 “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *