Jangan Sesali Kehidupan

Hari berlalu begitu cepat. Mulai dari Januari dan tidak terasa kita mau memasuki penghujung tahun. Di dalam perjalanan hidup kita Tuhan tidak selalu menjanjikan hidup akan terasa mulus, terkadang ada sukacita, kesenangan, namun terkadang di dalam perjalanan hidup kita, ada kegagalan demi kegagalan yang mungkin terjadi. Perusahaan yang kita bangun dari nol tiba-tiba mendadak bangkrut dalam hitungan minggu atau bahkan dalam hitungan jam. Tidak jarang, kita sudah sedemikian rupa menjaga kesehatan kita namun terkadang kita tidak bisa mengelak dan mudah jatuh sakit. Atau kita sudah berusaha belajar sebaik-baiknya namun di tengah jalan kita mendapati nilai kita atau sks kita drop atau di bawah kkm sehingga membuat kita harus mengulang dan lainnya.

Jika kita melihat peristiwa seperti itu terjadi, cenderung membuat kita sulit kuat dan sulit bertahan menghadapi kehidupan dan bahkan tak jarang kita langsung mengklaim bahwa Yesus tidak peduli dan tidak tahu apa yang terjadi padaku… kita langsung mengklaim bahwa Yesus jahat. Hal itu tidak sepenuhnya benar terjadi.

Masalah yang terjadi pada kita semuanya bertujuan membuat iman kita makin dewasa. Biasanya orang ketika menghadapi masalah, kegagalan langsung mencari Tuhan sebalikya ketika hidup terlihat baik baik saja membuat kita lupa akan Tuhan dan cenderung berlarut-larut dalam kesenangan kita. Memang tidak salah, Tuhan juga menginginkan setiap umatNya mengalami janji Tuhan kebaikan Tuhan namun tidak boleh dilupakan Tuhan juga ingin kita dekat dan bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan tokoh-tokoh Alkitab. tidak semua di antara mereka mengalami kebahagiaan atau kesuksesan akan tetapi mereka juga bisa mengalami satu keterpurukan atau kegagalan dan banyak pula yang berespon baik ketika menghadapi masalah. Contoh : Ayub, orang terkaya di negeri Timur, banyak harta, banyak uang, anaknya banyak, banyak ternak tetapi apa yang terjadi dalam sekejap dalam hitungan menit, saja, tiba-tiba Ayub terkaya menjadi Ayub termiskin dan penyakitan dan 10 anaknya mati. Bukan cuma kemiskinan yang menerpa Ayub tapi dalam seketika tiba-tiba dia terkena penyakit barah busuk ( barah busuk adalah penyakit kulit yang luar biasa gatal dan penderitanya akan memiliki nanah dan borok yang luar biasa bahkan begitu gatalnya Alkitab mencatat Ayub menggaruk dengan sekeping beling.) Namun saat menghadapi kesulitan luar biasa Alkitab mencatat reaksi Ayub dalam Ayub 1: 21 ” Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil terpujilah nama Tuhan” .

Sangat ironis sekali dengan reaksi istri Ayub yang mengatakan ” Kutukilah Tuhanmu dan matilah” . Inilah terkadang respon seseorang atau tanggapan seseorang saat masalah datang menimpa. Mereka marah dengan Tuhan, ngambek seperti anak kecil, tidak mau ke gereja, tidak mau pelayanan bahkan yang lebih parahnya orang-orang sering meninggalkan iman kepercayaan demi ” harta, uang ,tahta,  wanita/ pasangan hidup”

Saulus, salah satu rasul yang awalnya pengikut Gamaliel , pintar, orang romawi, hebat dan mempunyai kekuasaan yang luar biasa namun dalam sekejap Tuhan menjamah hatinya, dia bertobat dan bahkan menjadi seorang rasul, pemberita Injil yang sangat hebat. Dia banyak berkeliling dari satu tempat ke tempat lain memberitakan Injil dan membangun suatu jemaat.

Walaupun Saulus pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, Paulus mengatakan ” aku telah melupakan apa yang ada di belakangku dan berlari-lari kepada tujuan surgawi ” ( Fil 4: 13-14) . Paulus mengetahui siapa dirinya dan dia memang dahulu bekas penganiaya jemaat namun dia tidak menyesali kehidupannya. Dia tidak terus menyesali kehidupannya tetapi dia bangkit dan menjadi rasul dan pemberita Injil yang hebat.

Dalam menyambut akhir tahun ini, selama satu tahun banyak hal yang kita sudah lakukan hal yang terkadang menyakiti hati Tuhan, merugikan sesama, yang gagal, namun waktu terus berjalan kita tidak mungkin bisa mengulang kehidupan yang lalu, kesalahan yang lalu namun belajarlah seperti Paulus, jangan sesali kehidupan, jangan sesali keadaanmu tetapi bangkitlah berjuanglah untuk menjadi serupa dengan Kristus dan buatlah tekad untuk hidupmu menjadi hidup yang mempermuliakan nama Yesus dan menjadi berkat bagi sesama. Amin . Tuhan Yesus memberkati. Maju dan melangkahlah dalam Tuhan.

Satu tanggapan untuk “Jangan Sesali Kehidupan

  • 14/02/2018 pada 08:19
    Permalink

    Terimakasih atas Firman Tuhan yang di bagikan telah memotifasi dan memberkati para pembaca. Tuhan Yesus Memberkati kita semuanya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *