INILAH PENGERTIAN TABUR TUAI YANG BENAR

2 Korintus 4 :17-18 ” Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal”.

Seharusnya kalau orang berbicara mengenai tabur tuai, bukan hanya diaplikasikan dengan pemberian uang, yaitu usaha supaya mendapat lipat kali ganda dari apa yang diberikan kepada gereja, tetapi mestinya diaplikasikan dengan kehidupan yang sesuai dengan kekekalan atau menabur dalam roh akan menuai kekekalan. Karena jika kita tidak mengarahkan kepada kekekalan, maka kita akan terjebak menjadi hamba mamon (uang) yang membuat kita menjadi manusia yang hidup dalam kedagingan dan keangkuhan hidup, dimana akhirnya akan menyeret kita kedalam kebinasaan.

Firman Tuhan mengatakan: “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Galatia 6:8).

Pengajaran tabur tuai juga harus diaplikasikan dengan kehidupan pelayanan yang dipersembahkan kepada Tuhan tanpa batas. Orang yang berlelah bagi Tuhan suatu kali akan menuai kelelahannya dengan menerima kemuliaan bersama dengan Tuhan Yesus (Roma 8:17). Hanya orang yang berlelah bagi Tuhan yang akan memperoleh tempat perhentian; suatu kelegaan yang tidak dapat dijelaskan.

Memang bagi daging, tidak enak hidup dalam pengabdian kepada Tuhan yang memberikan segenap hidup tanpa batas bagi Tuhan bahkan kadang sampai pada taraf menyakitkan. Tetapi harus disadari bahwa kesempatan hidup ini hanya satu kali dan singkat. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai (Maz. 126:5).

Senada dengan ini Paulus mengatakan: Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2Tim. 4:8). Tidak ada mahkota tanpa perjuangan. Dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Dan tidak ada pengorbanan tanpa rasa sakit.

Akhirnya orang yang sungguh-sungguh rela berkorban tidak akan merasa sakit lagi tetapi sebagai kesukaan. Orang-orang yang berlelah bagi Tuhan, suatu hari akan mendapat perhentian dan istirahat pada waktunya. Semakin orang berkorban secara nyata bagi Tuhan tanpa batas, maka semakin besar kerinduannya bertemu dengan Tuhan dan menyambut akhir dunia ini.

Segala kesenangan di dunia akan menjadi pudar dengan sendirinya. Pertaruhannya akan memperkuat keyakinannya bahwa apa yang akan diperolehnya nanti jauh lebih berharga, lebih indah dan membahagiakan. Dengan demikian tanpa ia sadari dapat memindahkan hati secara signifikan ke Sorga. Ia dapat memenuhi pernyataan Tuhan Yesus: Dimana ada hartamu di situ hatimu berada (Mat. 6:21). Jika harta kita selalu kita pakai untuk perkara-perkara kekekalan, berarti hati kita juga sedang berada untuk perkara kekekalan. Gbu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *