Mengajarkan Arti Natal yang Sebenarnya Kepada Anak

Sampai saat ini Natal hanya dijadikan sebagai perayaan yang diwarnai dengan berbelanja dan persta pora. Karena itu bagi banyak anak, Natal sama dengan hadiah yang akan mereka dapatkan. Mereka tidak tahu apa arti Natal yang sebenarnya.

Belum lagi bila lingkungan dimana anak Anda sangat jarang menemukan ucapan “Selamat Natal” atau menemukan drama kelahiran Kristus secara benar dan menarik.  Kesemua hal itu akan semakin membuat anak Anda sulit untuk mengerti arti Natal yang sebenarnya menurut ajaran Kristen.

Lalu jika demikian apa yang dapat orang tua lakukan untuk bisa memastikan bahwa anak-anak kita tahu arti yang sebenarnya dari Natal.

Sebenarnya jawabannya sangat sederhana karena semua itu terletak pada apa yang kita lakukan sebagai orang tua. Bila kita terlalu sibuk menyiapkan hari raya tanpa menyediakan waktu untuk mengajarkan kepada anak-anak kita apa arti yang sebenarnya dari Natal itu, kita tidak dapat mengharapkan mereka untuk mengetahuinya.

Otomatis dunia yang akan mengajarkan arti Natal yang palsu kepada mereka, sehingga mereka cenderung tidak mengajarkan tentang Yesus Kristus.

Photobucket
Selain itu bila kita menyediakan waktu untuk menempatkan Kristus ditengah-tengah keluarga kita pada hari raya Natal, kita akan memberikan hadiah Natal yang terbesar bagi anak-anak kita, karena kita telah memperkenalkan Yesus.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk mengajarkan arti Natal yang sebenarnya kepada anak-anak Anda.

Mulailah dengan membacakan cerita kelahiran Yesus yang ada dalam Alkitab kepada anak-anak Anda dari awal bulan Desember. Selanjutnya diskusikan kehidupan Yesus; bagaimana Dia mengasihi orang lain dan melakukan banyak hal untuk orang lain. Untuk menjadikan Natal nyata bagi mereka, ajarkan kepada mereka untuk meneladani Yesus dengan menolong orang lain.

1. Ajarkan kepada mereka untuk memberi dan berbagi;

“…. kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kisah Para Rasul 20:35)

  • Mintalah mereka untuk memilih salah satu mainan mereka sendiri (yang masih bagus) untuk diberikan kepada anak lain yang tidak punya mainan.
  • Bungkus makanan untuk dibagikan kepada tunawisma.

2. Ajarkan kepada mereka untuk peduli

“Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediamanNya yang kudus; Allah memberi tempat tingal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul” (Mazmur 68:5-6)

  • Kunjungilah rumah sakit anak.
  • Kunjungilah Yatim Piatu atau Panti Wredha
  • Bawalah makanan untuk seseorang yang sudah sakit parah atau ke anak-anak jalanan.

3. Ajarilah mereka untuk melayani

“Tidaklah demikian diantara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26-28)

Dengan mengajarkan teladan Yesus kepada anak-anak kita di saat Natal seperti ini, kita akan menjaga arti yang sesungguhnya dari Natal itu sendiri supaya tetap hidup dalam generasi sekarang dan selanjutnya.

Photobucket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *