Kisah Natal – Keluarga Maria

Keluarga Maria

Setelah diberitahu bahwa ia akan punya bayi, Maria pergi untuk mengunjungi sepupunya Elizabeth.

Dia juga memiliki bayi dan tahu bahwa dia mendapatkannya dengan cara yang tidak seperti biasanya.

Kisah dalam Alkitab

Lukas 1:5-25

1:5. Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.

1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.

1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.

1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.

1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.

1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.

1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,

1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”

1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.

1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.

1:23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.

1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:

1:25 “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

——————————– ——————————–

Lukas 1: 39-80

1:39. Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.

1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,

1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

1:46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,

1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

1:57. Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

1:60 tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

1:61 Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.

1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

1:67. Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:

1:68 “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,

1:69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,

1:70 –seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus–

1:71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,

1:72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,

1:73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,

1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,

1:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

1:76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,

1:77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,

1:78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,

1:79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

1:80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Latar Belakang dibalik kisah Alkitab diatas.

Elizabeth adalah sepupu Maria dan keturunan keluarga Imam Israel dan ayahnya adalah seorang imam kuil. Zakharia juga seorang imam kuil. Ini mungkin karena ia menikah dengan putri seorang imam daripada datang membentuk keluarga para imam. Ia dianggap sebagai orang yang sangat suci dan baik, meskipun ia berasal dari sebuah desa kecil yang oleh beberapa pastor dianggap sebagai orang udik dari desa. Baik Zakharia dan Elizabeth mungkin berumur lebih dari 60 tahun saat kisah ini terjadi, karena usia di mana orang-orang berpikir Anda tidak bisa punya anak adalah 60 tahun keatas. Tidak memiliki anak-anak adalah masalah sosial yang besar dan kadang-kadang dilihat sebagai pengabaian kewajiban agama Anda!

Zakharia Ayah Yohanes Pembaptis

Zakharia bukan imam yang sangat penting dalam Bait Allah dan ini adalah pertama kalinya bahwa ia akan melakukan pekerjaan yang sangat penting yaitu memercikan dupa di atas mezbah dan membakarnya. Di tempat ini ketika dalam pelayanan Yahudi hanya Zakharia, sebagai imam dupa, akan berada di bagian dalam bait suci. Perannya adalah untuk menuangkan dupa ke mezbah emas dan kemudian membungkuk dalam ibadah (menyembah) kepada Allah dan kemudian meninggalkan bagian dalam bait suci dan memanjatkan doa akhir ibadah. Zakharia menuangkan dupa ke altar tapi sebelum ia bisa menundukkan dan meninggalkan, seorang malaikat muncul di samping mezbah. Dalam semua sejarah agama Yahudi, malaikat tidak pernah muncul kepada seseorang di dalam Bait Suci. Malaikat itu adalah Gabriel, malaikat yang sama yang juga mengunjungi Maria.

Nama Yohanes (Jehochanan atau Jochanan) berarti ‘Tuhan adalah Maha Pemurah’. Dia dipanggil seperti ini karena Allah telah datang ke Elizabeth dan Zakharia, memberi mereka seorang anak. Kata-kata Gabriel untuk Zakharia berarti bahwa John adalah seorang pria, dan ia akan memberitakan kepada orang-orang tentang Yesus. Zakharia tidak benar-benar percaya kepada malaikat itu dan memintanya untuk membuktikan hal ini padanya, sehingga Gabriel membuat Zakharia bisu, sampai dia percaya apa yang malaikat itu katakan kepadanya.

Para imam lainnya, menunggu di bagian luar dari Bait Suci, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi karena Zakaria telah terlalu lama berada didalam, daripada yang biasanya para imam lakukan untuk menuangkan dupa. Ketika ia keluar, mereka tahu sesuatu telah terjadi karena ia tidak bisa berbicara dan berdoa untuk akhir ibadah.

Elizabeth memang menjadi hamil karena malaikat telah mengatakan kepada Zakharia. Dia tinggal dalam persembunyian selama lima bulan pertama, karena orang mungkin tidak percaya bahwa ia bisa menjadi hamil.

Elizabet dan Maria

Kata-kata yang Elizabeth katakan kepada Maria ketika mereka bertemu, menunjukkan bahwa Elizabeth tahu bahwa Maria memiliki bayi yang sangat penting yang tumbuh di dalam dirinya, dan bahwa bayinya juga ada hubungannya dengan bayi Maria. Kata-kata balasan dari Maria dikenal sebagai ‘Magnificant’ dan ‘ucapan syukur yang besar’, terima kasih’ dan doa penyembahan kepada Tuhan.

Ketika Maria meninggalkan Elisabet dan Zakharia dan pulang ke Nazaret, Elizabeth hamil sekitar sembilan bulan dan Maria hamil sekitar tiga bulan. Mary mungkin sudah pulang kemudian karena dia tidak ingin terlibat dengan publisitas kelahiran Yohanes.

Jadi tidak akan lama setelah ini bahwa Elizabeth akan melahirkan Yohanes. Ketika tiba waktunya untuk menamai bayi itu, hal itu wajar bagi keluarga untuk berpikir bahwa itu akan disebut Zakharia karena itu adalah ayahnya, dan ini adalah normal bagaimana seorang bayi laki-laki diberi nama. Tapi Elizabeth tahu bahwa ia harus dipanggil Yohanes.

Semua keluarganya meragukan hal ini, sehingga mereka bertanya kepada Zakharia yang masih bisu, dengan nama apa bayi itu harus dipanggil. Segera Zakharia menulis kata Yohanes, seperti yang malaikat itu pernah perintahkan, dan serta merta ia bisa berbicara lagi.

Doa yang Zakharia ucapkan setelah itu adalah doa yang sama yang seharusnya dia katakan ketika ia keluar dari Bait Suci tetapi waktu itu dia tidak dapat berkata-kata.

Sekarang Zakharia benar-benar bisa memahami apa yang sudah dia alami bersama Malaikat dan doanya mengungkap bagaimana perasaan syukurnya bahwa impiannya akan seorang anak menjadi kenyataan.

Orang-orang Kristen percaya kata-kata Zakharia ini adalah tentang Yesus.

Kisah Sebelumnya – Seorang Malaikat Mendatangi Maria

Kisah Selanjutnya – Seorang Malaikat Mengunjungi Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *