Iman Dan Keberanian, Khotbah Kristen Pdt. Frinatal Purba

Iman Dan Keberanian
Khotbah Pdt. Frinatal Purba
GKPB MDC Malang, 22 Maret 2015

Tonton khotbah lengkapnya di channel dibawah ini :

Dibawah ini adalah sinopsis dari khotbahnya Pdt. Frinatal Purba.

Iman Dan Keberanian

Matius 19 : 16-26

(16) Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

(17) Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

(18) Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,

(19) hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

(20) Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”

(21) Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

(22) Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

(23) Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

(24) Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

(25) Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

(26) Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Setiap orang Kristen jika ditanya:
Apakah Anda percaya Yesus? Jawab mereka selalu “Percaya!!” tanpa ada keraguan sedikit pun.
Apakah Anda percaya Tuhan Yesus maha kuasa?? “Percaya!!” Jawab mereka lagi.
Apakah Anda mau berjalan bersama Yesus?? Tunggu duluu….

Seperti Orang Muda yang ditulis didalam nats Alkitab diatas, Dia adalah seorang yang menaati hukum taurat tanpa cacat dan cela, tanpa noda. Dia tidak membunuh, tidak berdusta, dll. Bahkan dia bertanya kepada Yesus, “Guru, perbuatan baik apa lagi yang harus saya lakukan?” Karena memang tidak ada lagi perbuatan baik yang belum dia lakukan. Dia seperti seorang anak muda yang menjadi idola, sudah kaya raya, perbuatannya baik, mungkin juga ganteng karena masih muda, tentu menjadi idola banyak perempuan jaman sekarang. Tetapi Yesus bertanya lagi kepadanya, “Jualah segala hartamu, berikan kepada orang miskin, dan ikutlah Aku.” Sayangnya orang muda itu, mundur, dia sangat sedih karena begitu banyak hartanya.

Apakah ini juga menjadi gambaran kita sebagai orang percaya. Kita semua tentu ingin ikut Tuhan, dengan melakukan segala perbuatan baik yang diajarkan di Alkitab, tetapi ketika Tuhan tantang untuk dengan segenap hati, jiwa dan hidupnya untuk ikut dalam bagian kerajaan Allah, mereka ragu, mereka jadi “tidak percaya”.
Alasannya mungkin bermacam-macam, seperti:
– jangan serius-serius amat lah jadi orang kristen,
– biasa aja jadi orang kristen,
– jangan terlalu fanatik lah,
– saya masih sibuk berbisnis mungkin,
– kita masih hidup didunia dan masih menginjak tanah
– dan segudang alasan lainnya.

Dalam kisah yang ditulis di Alkitab diatas, namun sesungguhnya yang “sempurna” adalah kita harus sepenuhnya mengikut Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah mengikut Tuhan yang seperti apa??

Ketika seseorang ditantang untuk mengikut Tuhan sepenuhnya dalam hidupnya, dia mempunyai banyak alasan yang menjadi hambatannya. Dan jika kita perhatikan, alasan yang utama adalah soal kedagingan. Dan memang definisi iman akhir-akhir ini sudah bergeser menjadi perkara untuk memuaskan kedagingan kita.

Iman yang sesungguhnya adalah soal kerajaan Sorga, bergeser menjadi iman soal kerajaan dunia.
Banyak orang berpikir bahwa mereka punya “iman” untuk punya rumah, berdoa dengan “iman” untuk punya mobil, dan hal lain-lain yang sebenarnya untuk memuaskan keinginan dagingnya. Hal ini juga dialami oleh murid-murid Tuhan Yesus ketika mereka belum dipenuhi oleh Roh Kudus, yang mana mereka menganggap bahwa kedatangan Tuhan Yesus sebagai manusia di bumi ini adalah untuk mengalahkan kerajaan Romawi, dan mereka berpikir bahwa mereka bisa menjadi salah satu punggawa-punggawa Tuhan Yesus ketika Yesus mengalahkan kerajaan Romawi dan menjadi raja di dunia. Iman murid-murid dalam mengikut Yesus saat itu adalah iman kerajaan dunia yang memuaskan kedagingan mereka.

Lalu iman dan keberanian mengikut Tuhan seperti apa yang harus kita miliki dalam mengikut Tuhan Yesus?

1. Berani beralih dari kebaikan kepada kasih karunia beralih dari ketaatan hukum taurat kepada kasih karunia/ketaatan total pada Tuhan pasal diatas dikatakan : ada seorang anak muda yang datang kepada Yesus dan berkata, Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup kekal?
sepertinya orang muda ini sudah sangat percaya diri akan hidupnya, karena memang dia melakukan dengan taat hukum taurat, mungkin juga tambah PD karena dia kaya.

Tapi ternyata Yesus tidak tertarik dengan kebaikan-kebaikan ketaatan hukum taurat. Yesus mau agar kebaikan-kebaikan yang kita lakukan didasari dengan kasih kita kepada Tuhan, karena kita taat kepada Tuhan. Hidup dalam kasih karunia tidak selalu enak dibandingkan dengan hidup dalam hukum Taurat, karena hidup dalam kasih karunia brarti kita harus mulai mengerti kehendak Tuhan, perasaan Tuhan. Disitu kita dituntut agar kita menjaga keintiman dengan Tuhan, kita dituntut agar menjaga perasaannya Tuhan. Inilah yang Yesus mau agar orang muda itu lakukan, termasuk untuk kita semua orang-orang yang percaya dengan Yesus. Bukan sekedar taat didalam agamawi.

Berbicara tentang Keselamatan didalam kekristenan. Apakah keselamatan itu? Mungkin banyak kali kita dengar orang berbicara mengenai keselamatan itu adalah yang miskin jadi kaya, yang sakit menjadi sembuh, hal ini boleh saja, tapi ini adalah sebagian kecil dari maksud Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia. Lalu apa itu keselamatan? Silahkan lihat khotbahnya di channel dibawah ini :

 

2. Berani meninggalkan tujuan pribadi untuk tujuan Tuhan

Kalau mau jujur sebenarnya sering kita memakai kekuasaan Tuhan untuk tujuan pribadi kita. Contoh, kenapa kamu kok datang doa malam? Oh supaya masalah saya dipulihkan oleh Tuhan.

Berarti kita tidak boleh punya rencana dong? Tidak seperti itu, rencana kita adalah rencana yang sudah Allah tetapkan untuk kita. Orang yang sukses adalah orang yang masuk dan menggenapi rencana Allah.

Untuk lebih lengkapnya saudara bisa melihat khotbah Pdt. Frinatal Purba di channel diatas yang sudah tersedia. Terima kasih. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *