Hubungan antara Fu Yung Hai dan Orang Kristen

Fu Yung Hai Artikel KristenSemua penggemar Masakan Cina tentu tahu makanan yang bernama Fu Yung Hai, yaitu salah satu hidangan Cina yg sangat populer yang mirip dengan telur dadar dan diisi dengan irisan daging, sayuran dan kacang polong. Biasanya di tambah dengan siraman kuah asam manis yang kental, sungguh sangat nikmat sekali. Namun tahukah saudara bahwa sebenarnya Fu Yung Hai yang benar sesuai dengan asalnya dan namanya (“Hai” yang artinya daging kepiting), seharusnya mengandung daging kepiting. Adapun Fu Yung Hai yg kita makan selama ini seringnya tanpa daging kepiting sama sekali, ada yang menggunakan daging ayam atau sapi atau bahkan babi, tapi kita tetap menikmatinya & menganggapnya sebagai Fu Yung Hai, tidak masalah, dan tidak banyak yang protes. Apalagi jika kita memang tidak tahu arti kata Fu Yung Hai sebenarnya, kita hanya bisa memakannya dan menganggap yang kita makan adalah Fu Yung Hai yang benar apapun isian dagingnya.

Lalu, saudara tentu bertanya, ada hubungan apa Fu Yung Hai dan Kekristenan?

Fenomena Fu Yung Hai tanpa daging kepiting jika terjadi dalam kekristenan akan menjadi masalah. Orang Kristen sejatinya, seperti asal katanya adalah Kristus, Kristen berarti beriman kepada Kristus, pengikut Kristus. Bagaimana dengan orang yang mengaku dirinya Kristen, tetapi sesungguhnya tidak ada KRISTUS dalam hatinya, Kristus tidak menjadi Raja dan Tuan dalam hidupnya. Yang menjadi inti hidupnya bukan Kristus, tetapi hal-hal yang lain, “daging-daging” yang lain. Sudah seharusnya dia bukan disebut Kristen.

Fu Yung Hai dan Orang Kristen

Kekristenan bukan sekedar informasi agama di KTP, bukan sekedar kalung salib, bukan hanya sekedar anda pergi ke gereja setiap minggu, atau melakukan kegiatan rohani yang lain. Tetapi kekristenan berarti ada Kristus didalam hidup kita, Kristus menjadi Raja dan Tuan atas hidup kita. Kristus menjadi inti dan rasa dalam hati kita.

Hidup kita benar-benar memberikan cita rasa Kristus bagi lingkungan. Orang yang berinteraksi dengan kita, benar-benar merasakan Kasih Kristus yang mengalir dari dalam hidup kita. Seperti asal katanya Kristen = Kristus, Kristus = Kristen.

Yesus KristusMenjadi Kristen, berarti secara pribadi percaya dan yakin kepada Kristus, bukan karena pilihan orang tua atau pasangannya.
Menjadi Kristen, berarti menempatkan Kristus sebagai Inti, Raja, Tuhan, Tuan, Majikan dalam setiap hari hidup kita. Apapun yang Kristus mau adalah yang harus kita lakukan.
Menjadi Kristen, berarti menyadari resiko yang harus dia tanggung karena Nama Kristus.

Setelah sekian lama menjadi Kristen dan bahkan mungkin aktif dalam pelayanan, saat ini adalah waktu yang tepat dan sungguh sangat penting jika kita semua meluangkan waktu untuk merenungkan apakah kita sudah menjadi Kristen Sejati. Apakah sudah ada cita rasa Kristus dalam hidup kita? Apakah kita benar-benar beriman kepada Kristus?
Atau jangan-jangan kita sudah seperti Fu Yung Hai palsu yang ada dipasaran, yang mempunyai label Kristen tetapi sesungguhnya tidak ada Kristus dalam hidup kita.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6).

Tuhan Yesus Memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *