Apakah Kita Boleh Marah? Temukan Tuntunan dari Alkitab tentang Marah disini.

Matius 5:5 ” Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Ketika kita belajar tentang lemah lembut, apa yang langsung terpikir oleh kita? Terkadang orang salah mengartikan lemah lembut dengan pemikiran: orang yang tidak punya semangat,sikap rendah papa dan hina,kurang terampil, cekatan, lamban, lemah gemulai, lunglai seperti selalu menerima.
Tapi apakah arti lemah lembut yang sesungguhnya? Dalam bahasa aslinya yaitu Yunani , kata lemah lembut : praus/ praotes–> jadi dalam pengertian ini lemah lembut artinya marah tepat pada waktunya.
Bicara tentang marah, apakah orang Kristen boleh marah? Jawabannya boleh-boleh saja dan sah-sah saja asal tujuannya bukan untuk melampiaskan diri tetapi untuk kepentingan orang lain.
Dalam KBBI, marah artinya luapan emosi, ketidaksukaan atas segala sesuatu. Semenjak manusia pertama jatuh dalam dosa, manusia mulai marah terhadap sesamanya contohnya Kain yang marah terhadap Tuhan karena persembahan Habel adikya lebih dietrima daripada persembahan Kain. ( Kej 4:4-7) yang dilanjutkan dengan kondisi mudah marah.

Tokoh Alkitab yang pernah marah :
Dalam PL:
1. Kain.
2. Esau yang marah dan dendam karena hak kesulungannya diambil oleh Yakub adiknya ( Kej 27:41)
3. Musa marah ketika bangsa Israel dan Harun membuat anak lembu emas( Kel 32:19) dan akibatnya 2 loh batu yang diberikan Tuhan kepada Musa pecah.
4. Allah marah ketika bangsa Israel tegar tengkuk ( Hakim 2: 6-23)
5. Saul marah kepada Daud karena Tuhan memilih Daud untuk menjadi raja menggantikannya ( I Sam 18:8, 19:10)

Dalam PB :
1. Herodes mau membunuh bayi yesus ( Mat 2:13) karena Yesus.
2. Yohanes Pembaptis marah kepada orang Farisi dan orang Saduki ” Hai kamu keturunan ular beludak… ( Mat 3:7)
3. Yesus marah waktu orang-orang berjual beli di Bait Allah ( Mat 21: 12-13)
4. dll.

Dasar/ alasan marah:
1. Tidak sesuai dengan keinginan pribadi . Contoh: seorang anak yang dimarahi karena nilainya dibawah 100 misalnya mendapat 80.
2. Emosi/ mood yang tidak baik. Contoh: dari pagi bangun, emosi, lalu dilampiaskan ke anak, suami dan tempat pekerjaannya.
3. Tidak dapat mengendalikan diri dalam arti marah yang tidak pada tempatnya, marah yang meledak-ledak kapan saja dia sedang tidak mood.
4. Disakiti hatinya.
5. Kehilangan orang yang disayangi.

Anjuran tentang marah:
1. Dalam Yak 1:19-21 dikatakan cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata dan marah. Penelitian mengatakan wanita lebih gampang emosi/ banyak bicara sedangkan laki-laki memakai logika.
2. Marah untuk membangun bukan untuk melampiaskan emosi/ kekesalan.( Kol 3:12)
3. Marah jangan sampai berdosa yaitu jangan sampai matahari terbenam ( marah terus menerus sampai dendam)
Orang yang demikian akan memiliki bumi ( tanah perjanjian/ diberkati)

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari :
1. Hendaklah kita mengontrol diri kita,, emosi kita di hadapan Tuhan. Jangan biarkan emosi meledak sampai tak tertahankan dan tidak pada tempatnya.
2. marah untuk menegur orang lain, membangun orang lain.
3. Mengoreksi diri kita untuk tidak selalu melihat si ” aku” tetapi siap untuk menerima masukan yang membangun untuk kebaikan kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *