“Suara Sangkakala” Tanda Akhir Jaman?

Syalom sahabat Artikel Kristen.

Dunia baru-baru ini dihebohkan dengan suara misterius yang banyak dipercaya orang sebagai “Suara Sangkakala” tanda akhir jaman. Suara tersebut didengar dibeberapa belahan dunia seperti Amerika, Canada, Rusia hingga Eropa Barat, melihat rentang wilayah yang sangat jauh itu, kita tentu kesulitan menemukan alat atau bahkan sebuah bom pun yang bisa terdengar sampai rentang wilayah yang sangat jauh. Karena kemudahan dan kecepatan teknologi beberapa orang di belahan bumi tersebut diatas mengunggah video yang memperdengarkan Suara Sangkakala itu, diantaranya ada video di postingan ini “Video-Video Suara Sangkakala“.

Berbagai teori dan wacana orang sangat ramai ditulis di media internet, kalangan rohaniwan mengatakan bahwa itu adalah suara Sangkakala atau terompet Malaikat sebagai tanda bahwa kiamat sudah akan dilaksanakan oleh yang Maha Kuasa.

Namun banyak juga yang mengatakan bahwa itu hanya peristiwa alam saja yang bisa kapan saja terjadi di bumi ini. Seperti banyak ilmuwan dari berbagai institusi yang ternama mengatakan teorinya mengenai “Suara Sangkakala” ini, beberapa dari mereka menjelaskan sebagai berikut;

Seorang ahli geologi, David Deming dari University of Oklahoma, telah merangkum hasil penelitiannya tentang bunyi yang disebut The Hum –suara misterius dan tidak bisa dilacak, hanya terdengar di lokasi tertentu di seluruh dunia oleh 2 hingga 10 persen penduduk dunia. Dalam Journal of Scientific Exploration, Deming menulis bahwa sumber dari The Hum bisa saja bersumber dari suara transmisi telepon dan pesawat udara yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk tujuan komunikasi kapal selam.

Tapi NASA punya kesimpulan yang lain soal suara itu, dan versi inilah yang dipercaya oleh banyak kalangan. Bumi ini, begitu NASA menjelaskan, memiliki emisi radio. “Jika manusia punya antena, bukan telinga, maka akan mendengar suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Ilmuwan menyebutnya tweeks, whistlers, dan sferics.” “Emisi radio alami Bumi adalah nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak menyadari keberadaannya, tapi ada di sekitar kita sepanjang waktu.”

Menurut Yohanes Surya Fisikawan terkenal dari Indonesia, sulit dipercaya kalau bunyi itu berasal dari luar angkasa (di luar atmosfir bumi). Karena di luar angkasa yang hampa udara, bunyi tidak bisa merambat.”Saya lebih percaya kalau sumber bunyinya ada di bumi (termasuk atmosfir bumi),” tulis Yohanes dalam akun Facebooknya.

Dari beberapa pendapat diatas, masih banyak lagi teori dan pendapat dari berbagai kalangan.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang kristen terhadap fenomena “Suara Sangkakala ini?

Sebagai orang percaya dan melandaskan hidupnya pada Alkitab, tentu kita tidak bisa mengangkap enteng dan cuek terhadap peristiwa “Suara Sangkakala” ini. Orang yang waspada adalah orang yang memperhatikan tanda-tanda. Seperti halnya kisah 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh, mereka yang bodoh terlalu gegabah dan tidak memperhatikan tanda bahwa mempelai pria akan datang.

Wahyu pasal 8:1-13

Meterai yang Ketujuh

8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.
8:6 Dan ketujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersiap-siap untuk meniup sangkakala.
8:7 Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.
8:8 Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah,
8:9 dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.
8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11 Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.
8:12 Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.
8:13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.”

Terlepas dari benar atau tidaknya suara aneh itu, apakah suara itu adalah “Suara Sangkakala” Malaikat, atau mungkin hanya sekedar peristiwa alam biasa, kita sebagai umat percaya patut sadar dan waspada.

Dan sudah seharusnyalah sebagai orang Kristen kita sudah siap dan bersyukur bahwa kedatangan Tuhan akan digenapi.

Dan jika kita merasa hidup kita belum siap jika harus berhadapan dengan pengadilan Tuhan, dengan adanya fenomena ini semoga menjadikan kita sadar dan bersiap diri, bertobat dan memperbaiki hidup kita dihadapan Allah.

Syalloom, Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *