Yesus sahabat orang berdosa

Sejak dunia dijadikan, dan manusia diciptakan, manusia belum mengenal dosa dan manusia dekat pada Tuhan akan tetapi apa yang terjadi setelah itu? Setelah Allah menciptakan manusia Allah memberikan perintah untuk jangan makan buah yang ada di tengah-tengah taman itu, karena buah itu adalah buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat dan jika dimakan manusia mati.

Akan tetapi status manusia yang dekat dengan Tuhan, akhirnya tergoda oleh iblis dan memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, akibatnya manusia jatuh dalam dosa dan sejak saat itu manusia mati dalam arti mati bukan secara jasmani tetapi mati secara rohani yaitu putus hubungan dengan Allah dan sejak saat itu manusia kecenderungannya adalah terus berbuat dosa.

Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, manusia kecenderungannya adalah makin ingin berbuat jahat dan terus berbuat jahat. Roma 3: 10 mengatakan ” Tidak ada seorangpun yang benar, seorangpun tidak”; Roma 6:23 berkata ” Upah dosa ialah maut ….” ini menunjukkan bahwa manusia tidak ada harapan untuk diselamatkan karna sudah putus hubungan dengan Allah.

Fakta yang terjadi di zaman sekarang ini adalah orang di dunia ini bahkan termasuk orang percaya ada kecenderungan jatuh dalam dosa dan mengikuti pencobaan Iblis.

Dalam Lukas 19: 1-10, diceritakan ada orang kaya secara materi, akan tetapi kekayaannya diperoleh dengan tidak benar akibatnya adalah ia dimusuhi banyak orang. Pekerjaan orang itu adalah pemungut cukai. Pemungut cukai zaman itu adalah pekerjaan yang hina karena mereka memungut pajak secara berlebihan kepada rakyat; misalnya pajak yang seharusnya ditarik kepada rakyat adalah 50 % tapi mereka meminta kepada rakyat 80 % dan sisanya masuk kantong mereka dan mereka menjadi orang kaya. Tetapi kekayaan mereka tidaklah sebanding karena mereka dibenci banyak orang dan diacuhkan dan dianggap sampah masyarakat.

Zakheus belum mengenal Allah tapi satu kali Zakheus mendengar bahwa Yesus akan lewat kota Yerikho dan karena badannya pendek dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya, akhirnya ia naik dan memanjat pohon ara dan melihat Yesus.

Yesus tidak memandang hina Zakheus, apa yang dilakukan Yesus?

1. Yesus mengatakan kepada Zakheus ” Zakheus turunlah karena hari ini Aku mau menumpang di rumahMu”

2.  Yesus juga makan bersama-sama dengan Zakheus .

3.  Yesus menjadi sahabat orang berdosa.

Tindakan Yesus sempat menimbulkan perdebatan bagi orang -orang Farisi dan ahli Taurat karena Yesus mau menumpang di rumah orang berdosa, akan tetapi Yesus mengetahui dan Yesus tetap mau menumpang dan makan di rumah Zakheus; ini dikarenakan Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang ( Lukas 19:10) .

Setelah Yesus menerima Zakheus, ada pertobatan yang dilakukan Zakheus yaitu ia akan mengembalikan apa yang sudah diperasnya 4x lipat dan memberikan 1/2 hartanya untuk orang miskin dan sudah tentu dia tidak lagi memungut cukai/ pajak lagi.

Bukan cuma Zakheus, Yesus juga mencari orang berdosa lainnya seperti Matius sang pemungut cukai, karena Ia mau makan di rumah orang berdosa, selain itu seorang perempuan ” tidak benar” yang kedapatan berzinah dan mau dilempari batu , Yesus menulis di atas tanah dan Yesus berkata siapa yang merasa dirinya tidak berdosa lempari perempuan ini dahulu, tapi tidak ada satu pun yang melempari dan Yesus mengampuni perempuan itu.

Apa sebenarnya alasan Yesus melakukan itu semua? Karena Yesus mengasihi manusia berdosa, Yesus memang membenci dosa akan tetapi Yesus tidak pernah membenci manusianya, Yesus tetap menerima orang berdosa dan bahkan mau makan dan tinggal di rumah orang berdosa.

Ada sebuah cerita:

Ada seorang perampok yang membaca papan di gereja dan ada satu tulisan mandarin yang terhapus karena hujan, tulisan mandarin itu intinya adalah percaya Tuhan dapat kerbau. Ia berpikir bahwa ia dapat merampok kerbau banyak di gereja. Ia masuk ke gereja dan duduk di bangku belakang, di sana pendeta mengkotbahkan tentang dosa, perampok,pembunuh harus bertobat. Akhirnya ia menangis dan ia bertobat mau percaya Tuhan. Orang yang ada di gereja tidak dapat menerima perampok ini karena takut perampok ini akan merampok mereka lagi, tapi ia tidak peduli dan ia berubah 180 derajat dan hidupnya diubahkan Yesus, dan akhirnya ia bertobat dan menjadi pendeta.

Saat ini, ketika ada orang berdosa sekitar kita apa reaksi kita? menjauhinya, memakinya tapi Yesus berbeda, Yesus menghukum dosa tapi tidak pernah membenci manusia yang berdosa,. Matius 9:12 berkata ” Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit…”

Saudara-saudariku, saat ini kita juga termasuk orang yang tidak layak menghampiri Tuhan tapi Tuhan mau menjadi sahabat kita bukan berarti kita boleh terus menerus berbuat dosa. Tuhan mau ketika kita berbuat dosa, kita datang dan bertobat jangan sebaliknya menjauhi Tuhan . Amin.

Dibaca sebanyak :2335

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>