Tetaplah Kuat Dalam Iman Pada Yesus

Dalam Ibrani 12:1-13 hidup ini layaknya seperti perlombaan. Di dalam perlombaan olah raga seperti lari marathon misalnya tidak ada orang yang ingin kalah dan ingin menang bahkan dia akan bersiap-siap tidak sebaliknya dia santai dan bermain-main. Tentu ia akan fokus dalam perlombaan dan mengadakan latihan demi latihan sampai dia mengalami kemenangan/ keberhasilan. Sama halnya diri kita, kita seperti sebuah perlombaan yang mana di dalamnya kita akan berjuang keras dengan berlatih dan melakukan hal yang berguna serta tidak menyerah sampai kita beroleh kemenangan.

Latihan-latihan iman itu berupa tanggalkan beban dan dosa yang menghalangi kita untuk maju dan bertanding sampai akhirnya. Terkadang pergumulan berat membuat kita lemah dan serasa malas melangkah apalagi sampai garis akhir dan juga dosa-dosa atau kesalahan yang kita buat membuat kita sulit melangkah dan terkadang kita akan jatuh dan lemah walau belum sampai ke garis akhir. Latihan-latihan iman itu membuat kita sempurna dan siap untuk memikul salib yang akan dihadapi jika mengikut Yesus.( ayat 1-2)

Sobat sobat yang terkasih, jika kita merasa lemah dan tak berdaya ingatlah pada Yesus. Yesus sudah menjadi teladan untuk kita dimana waktu ia menjalani peristiwa salib ia tidak mencaci maki manusia yang memakinya, malahan dia sabar dan bahkan memberikan pengampunan. ( ayat 3). Yesus memberi teladan supaya kita tidak menjadi lemah.

Dalam perjalanan iman mengikut Yesus ada ujian iman yang dilewati yaitu bergumul melawan dosa dan masalah/pukulan demi pukulan berupa masalah baik itu masalah ringan atau berat sekalipun, ingatlah bahwa Tuhan memberri hajaran dan sesahan/ pukulan supaya kita kembali pada Tuhan dan karena Tuhan masih menyayangi kita namun jika sebaliknya kita tidak pernah menghadapi masalah demi masalah dalam hidup berhati-hatilah.(ayat 4-6)

Seorang bapa di dunia jika ia memiliki anak yang suka melawan maka ia akan menghajar anaknya tapi kalau anak itu bebas dari hajaran ayahnya berarti kita adalah anak gampangan dan berarti bapa kita sudah terlampau marah sehingga membiarkan anaknya seperti apa maunya. Jika kita masih mendapat hajaran dari orang tua kita karena kesalahan kita berarti dia masih menyayangi kita bukan karna dia jahat ( ayat 7-9)

Ketika saat ini kita sedang mengalami hajaran demi hajaran dari Tuhan jangan marah , jangan resah, bagkit dan kenali tujuan Tuhan menghajar kita yaitu supaya kita semakin kudus dan berkenan pada Allah, untuk kebaikan kita juga. Yang terpenting dari semuanya adalah walaupun masalah datang bertubi-tubi, hajaran demi hajaran datang, tetap kuat dalam imanmu dan jangan tinggalkan Tuhan ( ayat 11) walaupun kita tahu bahwa setiap kali kita mengalami hajaran demi hajaran itu sakit namun di balik semuanya membuat kita makin membuat kita benar dan beroleh damai sejahtera dari Tuhan.

Ayat 12-13 menghimbau kita jika kita kuat perhatikan yang lemah, kuatkan tangannya dan kakinya dan dukung dia terus dalam doa dan bersandar kuat pada Tuhan.

Saudara-saudariku, ingatlah dalam perjalanan iman kita mungkin ada kalanya kita mengalami tentangan, hajaran dan masalah yang berat namun terimalah dengan sukacita dan tetaplah beriman karena itu membuat hidup kita makin indah dan berkenan padaNya. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *