Iman + Kerendahan Hati + Taat = Mujizat

Ketika kita diberi kesempatan untuk mengajukan 3 permintaan tentulah kita akan meminta hal yang positif seperti ingin punya banyak mobil, ingin punya rumah besar, sehat selalu. Intinya tidak ada orang yang mengajukan permintaan ingin sakit kecuali orang itu bermasalah.
Dalam Matius 8:1-4 ini kita akan mempelajari kesedihan yang dialami oleh penderita kusta dan teladan hidup dari orang yang berpenyakit kusta

I. Penderitaan fisik dan mental orang yang berpenyakit kusta.

Penyakit kusta adalah penyakit yang mengerikan dan bisa berlangsung bertahun-tahun lamanya, gejalanya :
*) muncul bintil kecil, bernanah, bulu mata rontok, mata membelalak, pita suara bengkak sehingga suara parau dan nafas terengah-engah. Lama kelamaan bintil itu akan tumbuh semakin besar dan tak bisa kering (bisa berlangsung 9 tahun)
**) hilang daya rasa pada bagian tubuh; otot melemah, muncul bisul pada tangan dan kaki, jari tangan dan kaki lepas dan tingkat yang parah adalah tangan dan kaki bisa lepas sendiri.
Orang yang berpenyakit kusta secara fisik sangat menyakitkan dan bahkan secara mental mereka menderita yaitu orang sakit kusta dianggap sudah mati oleh keluarga,diasingkan di luar perkemahan, memakai pakaian khusus, rambut kusut, memakai penutup mulut, kalau berjalan harus mengatakan ” najis, najis, najis” dan yang lebih parahnya mereka dibawa ke gereja dan dibuatkan upacara penguburan seolah-olah sudah mati.
Orang yang terkena kusta , tidak boleh ada yang menyentuhnya/ memberi salam, dan bahkan kalau orang bertemu penderita kusta harus melihat dengan jarak jauh dan orang menyingkir jauh-jauh melihat orang kusta dan dilempari batu.

II. Iman dan tindakan orang kusta

a. Orang kusta harus berdiri jauh-jauh dan mengatakan najis jika ia bertemu orang dan tidak boleh bersentuhan dengan orang lain, namun ketika Ia melihat Yesus, orang kusta ini datang dengan iman penuh bahwa kalau Yesus mau,Yesus bisa menyembuhkannya. Ini berarti orang kusta ini siap menanggung resiko akan dilempari batu karena ia mendekati Yesus. Ketika kita mempunyai masalah yang berat apapun, yakinilah dan percayalah bahwa Yesus sanggup buka jalan. Datanglah pada Yesus, jangan ragu dan jangan bimbang Yesus dapat melakukan perkara besar yang melebihi pemikiran kita. Jangan kita malu datang kepada Yesus, kita memang orang berdosa, tetapi jangan malu untuk datang pada Yesus, karena Yesus tidak memandang rendah orang yang mau datang padaNya.
b. Sujud menyembah Dia dan berkata ” Tuan, jika tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku…” Orang kusta ini datang menghampiri hadirat Tuhan dengan rendah diri, dia merasa tidak layak tapi dia percaya jika Tuhan Yesus mau, Yesus dapat menyembuhkannya. Datanglah dengan kerendahan hati, menghormati Tuhan dan jika tuan mau … ini berarti jangan memaksa Tuhan untuk membuat mujizat tapi percaya jika ada kemurahan Tuhan, dia akan disembuhkan.Saat ini, ketika kita dalam pergumulan, rendahkanlah diri dan berkata” tuhan jika tuhan mau….jangan memaksa Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita, merendahkan hati untuk bersandar pada Tuhan, terserah pada Tuhan apa maunya Tuhan,,, bukan pasrah dan tidak berjuang apa-apa.

III. Tindakan Yesus yang aktif dan penuh belas kasihan

Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang kusta itu. Secara hukum, Yesus dianggap ternajiskan karena menyentuh orang kusta tapi Yesus tidak peduli karena ia punya belas kasihan. Mungkin saat ini, pergumulan kita begitu berat dan orang lain tidak mengerti kita tapi tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong kita dan Tuhan akan menolong kita sesuai waktu dan kehendak Tuhan, Tuhan hanya ingin kita percaya dan menanti pertolongan Tuhan bekerja.

c. Setelah sembuh,Yesus memberi perintah kepada orang kusta untuk diam,dan menyuruh pergi kepada imam untuk mempersembahkan persembahan dan menyaksikan bahwa ia tahir dan sembuh.
Orang kusta itu taat mengikuti kehendak Tuhan. Mujizat tidak datang begitu saja tapi mujizat juga perlu pembuktian. jika kita mendapat mujizat dari Tuhan, taatlah pada perintahNya, jalankan apa yang menjadi kemauannya dan mujizat akan datang jika kita berusaha. Mujizat tidak akan datang kalau kita tidak berusaha dan pasrah.

Dari kisah orang kusta yang meminta kesembuhan kita belajar :
1. milikilah iman dan keyakinan bahwa Tuhan dapat menyelesaikan masalah kita, datang padaNya, jangan ragu dan bimbang percayalah Tuhan akan buka jalan untuk masalah yang kita hadapi.
2. datang ke hadapanNya dengan hati yang rendah dan membiarkan Tuhan yang berkarya dan membuka jalan untuk masalah kita, bukan sebaliknya kita memaksa Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita saat ini juga.
3. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Nantikanlah waktu Tuhan yang terbaik bukan waktu kita.
4. Ikutilah yang menjadi kemauan/ kehendak Tuhan yang harus kita lakukan, taat maka mujizat akan terjadi bila kita percaya dan berusaha….

Amin semoga penulisan artikel ini jadi berkat dan memuliakan Tuhan amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *