Iman dan Kebaikan Seorang Perwira

Berbuat baik adalah kewajiban setiap orang percaya. Setelah orang percaya diselamatkan, dia memiliki kewajiban untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa pandang bulu. Tidak peduli entah dia kaya, miskin, pintar , bodoh, memiliki jabatan atau tidak , kita harus berbuat baik bahkan terhadap budak sekalipun.

Perwira Kapernaum adalah tulang punggung tentara Romawi dan jabatannya pada waktu itu perwira komando dengan ciri-ciri yang dianggap atasannya :
a. Mampu memimpin dan memberi komando
b. Tidak terburu-buru dalam mengambil putusan untuk perang dan siap mati di medan perang.
Biarpun memiliki jabatan yang tinggi, perwira ini memiliki kasih yang luar biasa dan perhatian yang nampak dalam sikap terhadap hambanya yang bersedia dan siap mengusahakan apa saja demi menyelamatkan dan menyembuhkan budaknya yang sakit pada saat itu.

Banyak orang memiliki sikap yang berbeda terhadap budak yaitu:
a. budak tidak lebih dari barang , tidak punya hak dan majikannya bebas memperlakukan dia sesuka hati baik itu baik/ tidak baik, dan seorang budak tidak dapat melawannya.
b. budak zaman dulu dianggap benda sama seperti benda lainnya tapi perbedaannya budak adalah benda yang bisa berbicara.
c. di dalam kekaisaran Romawi tidak ada tempat dan harga bagi budak apalagi budak yang sakit-sakitan , tua pasti akan dibuang dan tidak dihargai. Namun perwira Kapernaum berbeda dan dia tidak membuang budaknya yang sakit melainkan dia mengasihi dan mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan hambanya.

Ketika perwira itu datang kepada Yesus , dia tidak mengganggap dirinya lebih hebat dan dia merendahkan dirinya sambil memohon Yesus memberikan kesembuhan kepada hambanya. Perwira itu juga menyadari dirinya seorang Romawi dan pada saat itu orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Romawi dan dikatakan najis jika masuk dalam rumah orang non Yahudi.

Pada saat itu , Yesus menguji iman perwira Kapernaum dan mengatakan kepada perwira itu ” Aku akan datang menyembuhkannya” …Hal ini dimaksudkan oleh Yesus bahwa tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani dan Yesus hendak menguji iman perwira itu.

Lalu muncul jawaban perwira Kapernaum yang mengagumkan yaitu ” Katakan saja sepatah kata dan hambaku akan sembuh.” Pada saat itu, perwira itu percaya walau kesembuhan belum terlihat dan terjadi, dia cukup percaya kuasa Yesus, perkataan Yesus dapat menyembuhkan hambanya.. dan akhirnya hambanya sembuh…

Aplikasinya dalam hidup sehari-hari adalah :
1. Berbuat baiklah kepada semua orang, jangan membeda-bedakan orang, entah dia kaya, miskin , pintar, bodoh, mempunyai jabatan tinggi/ rendah, bos/ pembantu.
2. Kasihilah mereka yang rendah dalam pandangan dunia karena Allah tidak pernah membeda-bedakan manusia.
3. kesembuhan dapat terjadi jika kita percaya bahwa Allah berkuasa melakukannya dan tidak bimbang.
4. Perkataan Yesus / perintah Yesus dapat membawa kebaikan/ kesembuhan bagi setiap orang yang mempercayainya. Percayai Yesus dalam segala kehidupan kita . Jangan pernah melihat seolah-olah jalan di depan tidak ada harapan, tetapi percayalah.

Tuhan mampu melakukan perkara yang besar, Tuhan mampu melakukan perkara yang besar. Tuhan mampu menyatakan kuasanya asal kita percaya dan berserah. amin…Tuhan Yesus memberkati setiap orang yang membaca artikel ini amin…kemuliaan bagi Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *