Aku Memilih Mengikut Yesus

Setiap hari dalam hidup manusia tentu pasti membuat pilihan dalam hidupnya mulai dari pilihan yang termudah maupun yang tersulit. Ketika kita bangun pagi hari, kita memilih untuk bersibuk dengan kegiatan kita atau memilih untuk duduk diam dahulu mendengar suara Tuhan serta berbicara pada Tuhan, Sesudah itu kita memilih untuk makan apa sarapan pagi, memilih mau makan bubur, atau roti atau mie dan lain sebagainya. Siang hari kita memilih juga untuk makan apa dan dimana , dan banyak pilihan pilihan lainnya.
Ketika cuaca mulai gelap dan waktunya untuk beribadah pada Tuhan, kita memilih untuk mengikuti keinginan daging kita atau memilih untuk beribadah pada Tuhan, dan masih banyak pilihan pilihan lainnya yang diajukan ketika mengikut Yesus.

Tokoh Alkitab seperti Abraham juga memilih untuk ikut kehendak Tuhan yaitu siap mengorbankan anaknya satu satunya untuk diserahkan pada Allah atau sebaliknya menyayangkan anaknya dan tidak mau mengorbankan anaknya.. Ketika Allah meminta Abraham untuk mengorbankan anaknya satu-satunya yaitu Ishak , saya pun memahami tentunya dia menghadapi dilema yang dihadapi Abraham, yaitu di satu sisi dia sangat menyayangi ishak dan tidak rela mengorbankan anaknya yang tunggal satu-satunya untuk dikorbankan di bukit Moria.Namun Abraham memilih untuk tidak egois dia memilih untuk memprioritaskan Tuhan di atas segalanya.

Artikel hari ini berbicara kepada kita dan terutama mengajar saya bagaimana kita harus membuat pilihan dalam memprioritaskan Yesus di atas segalanya atau membuat Yesus menjadi daftar terakhir setelah a, b, c , d dan seterusnya.

Dalam Matius 10:34-39, ketika kita membaca ayat ini , kita menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan yaitu dalam ayat 34-36 dimana Yesus mengatakan ” Yesus datang bukan untuk membawa damai tetapi perang..” Ketika kita membaca ayat ini jangan langsung kita tafsirkan sehingga tidak mengerti secara keseluruhannya…Ayat ini hendak menegaskan bahwa ketika hari Tuhan mendatang, ada perpecahan dalam keluarga yaitu anak perempuan melawan ibu mertua, anak lelaki melawan bapanya dan dalam hal ini ada orang / keluarga yang menuntut perhatian yang lebih sehingga mengabaikan Yesus yang harusnya menjadi nomor satu dalam hidupnya…
Selain itu, ketika seseorang suami / istri ingin jadi majelis atau pengurus timbul komentar yang tidak enak ” pelayanan terus, keluarga dilupakan” atau ketika agak lama atau sering dalam persekutuan muncul komentar ” tidur aja di gereja sekalian bawa bantalnya ” atau ketika seseorang yang belum berkeluarga ingin pelayanan full muncul komentar ” pelayanan terus, gereja terus kapan cari teman hidupnya? ” dan masih banyak komentar tajam lainnya sehingga sulit untuk membuat pilihan untuk memprioritaskan Yesus di atas segalanya.

Dalam ayat 37-39 Yesus menyodorkan pemilihan , ada 3 pilihan yang harus dipilih.
a. yesus menyodorkan pemilihan ” siapa yang mengasihi orang tua / keluarga lebih dari segalanya, ia tidak layak bagiku. Ketika kita membaca ayat ini jangan disalahmengertikan bahwa mengikut Tuhan bukan berarti anak harus melawan orang tua,anak berani membangkang pada orang tua…ayat ini juga tidak berarti mengajarkan kepada seorang anak untuk menjadi seorang yang kurang ajar atau bu hao pada orang tuanya tapi yang Tuhan inginkan kita memilih apakah kita siap memprioritaskan Tuhan di atas segalanya atau tidak? apakah kita siap jika keluarga menentang kita, mengusir kita atau melawan kita ketika kita memilih mengikut Tuhan?

Dalam kesaksian voice of the martyr ada seorang yang berasal dari Arab Saudi yang pekerjaannya seperti Saulus menganiaya orang Kristen, dan mengumpulkan Alkitab untuk dibakar, dan satu kali ia tidak membakar Alkitab dan ia sengaja membawanya pulang dengan tujuan mencari kesalahan Alkitab, justru pada saat dia membaca Alkitab, Allah menampakkan diri kepadanya selama 4 hari dan setelah itu hari 4 dia bertobat dan menjadi pengikut Tuhan. Kemudian ia pulang dan orang tuanya marah besar, bahkan mengusirnya karena mengira dia sudah murtad. Dan menurut peraturan negara, siapa yang murtad ia harus dipenjara dan dihukum gantung. Pada saat dihukum gantung, sipir memerintahkan kepadanya untuk menyangkal Yesus tapi dia tidak mau dan ketika sudah mau dihukum gantung tiba tiba ada surat pembebasan yang menyatakan bahwa dia tidak bersalah.
2. Ayat 38 :” barangsiapa tidak memikul salib dan mengikut Yesus.”
Memikul salib disini bukan berarti pikul kayu salib yang berat tetapi memikul salib disini berarti siap dan rela menderita demi mengikut Yesus. Pikul salib disni juga berarti siap menanggalkan jabatan, karier, kenikmatan demi mengikut Yesus. Dalam kesaksian voice of the martyr ada orang Kristen dalam perkumpulan, ketika membahas Firman Tuhan datang komunis dan menyuruh orang Kristen membuang Alkitab mereka dan meludahinya namun ada satu remaja, dia membungkuk dan kemudian mengelap ludah yang di Alkitab lalu berdoa untuk mereka dan ini jadi doanya yang terakhir setelah itu dia ditembak mati.
Ada lagi kesaksian yaitu papa saya, tadinya dia adalah pengusaha muda, dan sudah lumayan mapan kehidupan ekonominya, tiba tiba dia mendapat panggilan Tuhan dan dia resign dari pekerjaannya..Memang pada saat itu papa ditawari gaji yang cukup tinggi tapi dengan syarat papa tidak keluar dari pekerjaan itu dan oma juga sempat berpendapat ” Kamu mau kasih makan anak dan istrimu apa?” tapi papa tetap bersikeras dan setia melayani Tuhan jadi pendeta di Gereja Kristus Ketapang ( alm pdt di GKK dari tahun 1982) namun kegigihannya melayani Tuhan membuahkan hasil dan semua anak dan istrinya diberkati Tuhan sampai saat ini.
3. ayat 39: ” barangsiapa mempertahankan nyawanya ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” Ini menunjukkn kepada kita bahwa mengikut Tuhan berarti dia siap mempertaruhkan nyawanya sekalipun dan rela mati demi memilih mengikut Yesus dan menjadikan Yesus nomor satu.

Aplikasi:
1. Jadikan Yesus nomor satu dalam hidup kita, prioritaskan Yesus di atas segalanya di atas pekerjaan, hidup dan keluarga kita.
2. Kasihilah yesus dengan segenap hati dan karena itu kita siap jika terjadi pertengkaran dalam keluarga dengan pilihan dalam mengikut Yesus.
3. Siap dan rela menderita demi mengikut Tuhan, pikul salib, pikul / korbankan jabatan, karier demi mengikut Tuhan.
4. Siap dan rela mempertaruhkan nyawa sekalipun dan Tuhan akan memperhitungkan itu semua .. Amin… Tuhan memberkati pilihan kita yang memprioritaskan yesus di atas segalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *