Pengorbanan di Kalvari.

Bicara tentang pengorbanan, adakah seseorang yang mau berkorban untuk orang lain?  Bicara tentang pengorbanan, seringkali kita berpikir mengapa Yesus mau berkorban untuk manusia yang berdosa?

Dalam kesempatan ini, saya ingin menjelaskan 3 poin yaitu pengorbanan di Kalvari, alasan dia mau berkorban untuk kita semua, dan kebangkitannya setelah dia mati di kayu salib.

I. Pengorbanan di Kalvari.

Kesedihan Yesus sebagai manusia 100% ( di samping ilahi 100%) dimulai dari saat Yesus bergumul di taman Getsemani. Kita melihat saat itu, Yesus sebagai manusia 100% ( di samping ilahi 100%) merasakan kesedihan yang luar biasa mulai dari Yesus bergumul dan berdoa di taman Getsemani. Dia sebagai manusia 100% ingin supaya Ia tidak sampai menanggung kematian di kayu salib, akan tetapi Dia berdoa : Ya Bapa, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi jangan biarkan kehendakKu yang jadi melainkan kehendak Bapa di sorga yang terjadi.  Yesus berdoa sebanyak 3 x untuk doa yang sama. Mengapa ia sedih? Karena ia tahu, jika ia menanggung dosa manusia, Allah Bapa meninggalkan Yesus Kristus karena Allah tidak bisa berhubungan dengan dosa. Tapi, ia tidak memaksa Allah Bapa mengabulkan keinginanNya tapi ia mengizinkan Allah Bapa menjalankan rencanaNya. Di sini kita melihat kesedihannya digambarkan Alkitab dalam Lukas, peluhnya seperti titik titik darah. Mengapa ini terjadi? Menurut kedokteran, keringat seperti titik titik darah mungkin dialami oleh orang yang sangat ketakutan dan gentar, dan bahkan mungkin begitu takut sampai stress, dan keluarlah keringat yang banyak bercucuran seperti titik-titik darah.

Bukan cuma itu saja, kesedihannya kedua adalah di mana salah satu murid Yesus bernama Yudas Iskariot mengkhianati Yesus dan menjual Yesus dengan 30 keping perak kepada ahli Taurat dan sebelum ditangkap Yesus dicium sebagai tanda siapa yang akan ditangkap, setelah itu Dalam Mat 26, diceritakan Yesus diadili di 4 pengadilan; mahkamah agama, Pontius Pilatus, Herodes, terakhir kembali kepada Pontius Pilatus, setelah itu dia harus mengalami kesakitan dan penderitaan yang luar biasa.

Ada 3 macam bentuk penderitaan Yesus:

1. Penderitaan fisik. Dimana Yesus dicambuk sebanyak 39x cambukan. Cambukannya itu ujungnya terbuat dari besi dan jika dipukulkan ke tubuh seseorang kulitnya akan ikut keluar, waw, bisa dibayangkan sadisnya mereka, serdadu serdadu yang menyiksa Yesus, bukan itu saja Yesus juga dipukuli, dipaksa memikul kayu salib yang berat, lalu tangan dan kakinya dipaku di kayu salib, dan bahkan dipakaikan mahkota duri.

2. Penderitaan batiniah atau mental. Dimana Yesus diolok-olok, pakaian atau jubahnya dirobek-robek dan bahkan Yesus diejek dan dalam peristiwa itu Yesus dihina, jikalau engkau Anak Allah, suruh malaikat untuk membantu Engkau dan turunlah dari kayu salib.

3. Penderitaan rohani. Pada saat prosesi kematian Yesus di kayu salib, penderitaan Yesus tidak sampai di situ karena Allah Bapa meninggalkan Yesus saat Ia disalib menebus dosa manusia. Ini dibuktikan dalam perkataanNya di kayu salib yang ke-4 ” Eloi, Eloi, lama sabakhtani” artinya” Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? ” Allah Bapa meninggalkan Yesus Kristus yang menderita bukan karena kesalahannya tapi karena kesalahan umat manusia dan Allah Bapa meninggalkan Yesus karena Yesus sedang menanggung dosa manusia dan dosa tidak dapat bersekutu dengan Allah.

II . Alasan Dia mau berkorban.

Yesus sebenarnya punya kuasa untuk memerintahkan malaikat melepaskan diri dari kayu salib tapi Yesus tidak melakukan karena ada beberapa alasan:

1. Karena kasihNya yang besar pada manusia. ( Yoh 3:16)

Karena kasihNya yang besar pada manusia maka Ia taat dan mau mati disalib menebus dosa manusia yang seharusnya tidak Ia tanggung.

2.  Kalau Ia tidak disalib maka kita ketahui bahwa manusia akan hidup dalam dosa, dalam kesakitannya di kayu salib dia menebus dosa manusia, dia menghancurkan belenggu dosa manusia, supaya manusia beroleh keselamatan bukan kematian kekal( neraka). Karena dalam Roma 6:23 dikatakan” Upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Karunia Allah itu adalah anugrahNya kematian di kayu salib di bukit Golgota.

Tapi rencana Allah Bapa tidak sampai disitu, Yesus tidak hanya mati tapi Yesus juga bangkit pada hari ke 3 ini menunjukkan 3 arti:

1. Kita sudah menang dan kuasa dosa sudah dipatahkan. Dengan demikian kita akan dimampukan untuk berbuat benar di hadapan Tuhan.

2.  Ada pengharapan di balik penderitaan. Maksudnya adalah dengan kebangkitan Yesus kita tidak lagi memikirkan penderitaan duniawi tapi kita akan menemukan arti indah di balik penderitaan kita dan ada harapan bagi penderitaan kita.

3.  Kita menantikan kedatangan Yesus ke 2 kalinya. Kita tidak tahu kapan Tuhan datang ke 2 kalinya tapi satu yang pasti kita harus bersiap siap karena tidak ada satu orangpun yang tahu dengan pasti kapan tanggal, bulan dan tahun Yesus datang ke 2 kalinya.

Selamat Jumat Agung, Yesus sudah mati untuk kita tetapi kuasa maut, kuasa dosa sudah dipatahkannya. Haleluya.

Dibaca sebanyak :2429

2 thoughts on “Pengorbanan di Kalvari.

  1. LIm Tjun Yung on

    Pertanyaan :
    Apakah Iblis tahu bahwa Tuhan memakai salib sebagai jalan untuk menyelamatkan manusia ? Sebab tidak terlihat usaha iblis untuk mencegah Tuhan Yesus disalib, malah seolah-olah iblis berperan menjadikan penyaliban terlaksana.
    Tq

  2. Iblis sangat tahu ada rencana Allah yang besar melalui Salib Kristus, sehingga Iblis berusaha mencegah agar karya penyelamatan lewat salib itu tidak terjadi.
    Contohnya adalah ketika Petrus mencegah Tuhan Yesus agar tidak kembali ke Yerusalem, tetapi Tuhan menghardik Petrus dengan mengatakan enyahlah iblis!! seperti ayatnya dibawah ini :

    Matius 16 : 21 – 23
    16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
    16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>