Iman dan Kerendahan Hati

Hari ini kita akan membahas 1 topik yang sangat penting yaitu Iman dan hubungannya dengan kerendahan hati. Faktor kerendahan hati ini jarang sekali dibahas bersama dengan Iman. Yang sering kita dengar adalah iman yang spektakuler, iman yang dahsyat, iman yang memindahkan gunung yang membuat banyak orang terkagum-kagum. Tapi Tuhan sebenarnya ingin iman kita dibangun dengan dasar kerendahan hati, kenapa? Karena kalau iman kita dibangun di atas dasar egoisme kita, maka jika ada prestasi iman, maka nama kita yang ditinggikan dan bukan nama Tuhan yang dimuliakan. Nah, ini penting sekali.

Apa tandanya orang itu penuh iman dan luar biasa? Ada 1 pepatah: the most spiritual man is the most simple man, semakin seseorang itu rohani, semakin dia sederhana, simple, dan justru semakin tidak keliatan atau tidak menonjolkan diri. Tidak sedikit kita-kita ngomong: Haleluya . . apa itu menunjukkan orang semakin rohani? . . tidak!! Apa kabar? . . Haleluya Sudah makan? …puji Tuhan Makan apa? . .. Shalom!! Itu semua bukan tanda2 org rohani, jadi the most spiritual man is the most simple man.

Oleh sebab itu hari ini kita mau baca Firman Tuhan dari 2 Raja 5 : 1-17

P. Lama: II Raja Raja: 5
5:1. Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.
5:2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
5:3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”
5:4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: “Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu.”
5:5 Maka jawab raja Aram: “Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.” Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.
5:6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: “Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.”
5:7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: “Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku.”
5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.”
5:9. Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”
5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.”
5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
5:15. Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!”
5:16 Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa.” Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak.
5:17 Akhirnya berkatalah Naaman: “Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN.

Dibawah ini adalah beberapa penjelasan kata kata dari kisah mengenai Naaman diatas:

  • Begini-beginilah . . . artinya dia tidak terlalu jelas juga, tapi tidak ada alternatif lain.
  • Raja mengoyakkan . . . ini memperlihatkan bahwa penyakit kusta pada waktu itu adalah penyakit yang sangat serius dan mungkin juga mematikan dan juga tidak ada obatnya, mungkin seperti AIDS skrg ini.
  • Waktu Elia mendengar. . . Tidak diceritakan bagaimana Elia bisa tahu, apa dia di sms/ditelpon/email oleh pihak kerajaan, tapi berita itu segera sampai ke telinga Elia dan saya pikir, bisa saja Elia tinggal di 1 perumahan dengan istana raja??? Shg dia bisa langsung tahu begitu cepat, tapi ada alternatif yang saya rasa paling benar, yaitu dia dengar dari Tuhan, amin?
  • Mandilah 7x di Sungai Yordan . Sungai Yordan katanya bukan sungai yang bersih dan gak ada orang mandi di Sungai Yordan
  • Seperti tubuh seorang anak . . . terjadi mujizat yang luar biasa!!

Sekali lagi saudara, dasar dari iman itu sebenarnya adalah kerendahan hati. Iman itu dasarnya bukan kehebatan kita, tidak saudara dan kalau kita melakukan iman kita dengan dasar kita mampu dan ternyata berhasil mencapai prestasi iman maka itu sebenarnya bisa jadi bumerang buat kita karena bukan Tuhan yang dimuliakan tapi diri kita dan itu bahaya terbesar buat orang Kristen.
Kita mengimani supaya kita diberkati, kita mengimani supaya ada kesembuhan, kita mengimani supaya gereja kita berkembang, tetapi jika semuanya itu terjadi, yang jadi pertanyaan adl: siapa yang disanjung? Siapa yang mendapat credit? Siapa yang dimuliakan? Dan itu yang menjadi pertanyaan terbesar. Kl manusianya yang ditinggikan maka sebenarnya kita sudah mulai melenceng. Oleh sebab itu mari kita belajar bahwa sudah saatnya kita gereja memiliki roh yang benar, sikap hati yang benar. Hati yang humble.

naaman-healed

Bagaimana ayat yang bilang: bersama-sama dengan Tuhan kita lakukan perkara-perkara yang gagah perkasa? Saudara, ayat ini 100% benar, tetapi kalau kita mengatakannya dengan roh yang keliru, maka semuanya bisa jadi keliru juga.
Ayat tersebut bilang: bersama dg Allah kita lakukan perkara-perkara yang besar . . siapa yang percaya ayat tersebut? Sy juga percaya 100%. Tetapi yang jadi pertanyaan adalah: bersama-sama dengan Tuhan itu maksudnya Tuhan mengambil berapa % dari kebersamaan/partnership antara Tuhan dengan kita? Berapa %? Dan kalau diadakan survey saya yakin kebanyakan orang akan punya pikiran: ya pokoknya mengalir aja, kita jalan bareng, Engkau juruselamatku, jurumudiku, jurukunciku, jurumasakku, juru jaga rumahku, begitu aja! Kita gak sadar kalau kita seringkali hanya datang pada Tuhan kalau kita perlu saja, tetapi waktu kita merasa mampu, kita ambil alih semua bagian Tuhan.

Sebenarnya dibalik ayat ini: Bersama dengan Tuhan kita lakukan perkara yang gagah perkasa, harus dibarengi dengan ayat lain yang berkata: Di luar Tuhan kita tidak dapat melakukan apa-apa. Jadi 2 ayat ini harus berjalan paralel dalam kehidupan kita. Jadi seharusnya dalam segala hal, kita harus berkata: Diluar Tuhan aku tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi bersama dengan Tuhan aku dapat lakukan perkara-perkara yang gagah perkasa. Dan itu sikap yang benar.
Kalau kita punya pikiran: aku ini mampu, tapi kurang pengalaman dan supaya jalannya leibh mulus ya lebih baik kalau Tuhan besertaku, maka jika mujizat terjadi, ada perkara besar, kesuksesan besar terjadi, maka saya yakin manusianya yang ditinggikan dan bukan Tuhan.

Tapi kalau sejak awal kita sudah tanamkan dalam diri kita bahwa tanpa Tuhan aku tidak bisa berbuat apa-apa, maka pada saat kesuksesan dan mujizat terjadi, baru kita bisa berkata: segala kemuliaan hanya bagi Tuhan dan ini penting sekali saudara.

Mari kita lihat bacaan kita:
1. Siapakah Naaman itu? Coba lihat ayat 1, semua tentang Naaman dijelaskan sangat rinci di situ:

  • Panglima raja = bukan orang sembarangan, orang yang sangat penting bagi Raja
  • Orang yang terpandang
  • Dia juga sangat disayangi Raja
  • Dia selalu menang dalam peperangan (ayat ini sangat menarik karena Tuhan dikatakan yang memberi kemenangan kepada orang kafir ini, yang saya yakin, tentunya ada yang special tentang Naaman, tentunya ada rencana Tuhan dalam diri Naaman sehingga Tuhan menyertai dia walaupun dia bukan org percaya dan hal ini bisa kita lihat dalam ayat-ayat berikutnya)
  • Dia seorang pahlawan tentara

Jadi ini predikat yang luar biasa bukan? Kalau dia hidup jaman ini dan kita kenal baik dengan dia, pasti kita aman dan hidup kita tenang terjamin, karena dia orang yang sangat berpengaruh di negaranya.
Tetapi dibalik semua kehebatan Naaman, di belakang baju perangnya, di balik semua prestasi dan ketenarannya, di belakang jabatannya, ada 1 penyakit yang sangat mematikan yaitu: sakit kusta.

Saudara, Kenapa Tuhan ijinkan seorang manusia punya masalah? Tuhan mengijinkan 1 masalah supaya kita merendahkan hati kita di hadapan Tuhan, Tuhan hadirkan masalah bukan untuk membinasakan kita, tapi untuk memberi kesempatan kita berjumpa dengan Kehebatan Allah dan iman kita bertumbuh

2. Naaman ini punya keinginan yang kuat untuk sembuh. Bukan sekedar keinginan tapi keinginan yang sangat kuat. Dia coba apa saja, agar dia bisa sembuh. Saudara, iman, dimulai dengan 1 keinginan yang sangat kuat. Kalau saudara berkata: saya percaya 100% Tuhan bisa menyembuhkan saya, memulihkan kedaan saya, tetapi semuanya itu kan tergantung kehendak Tuhan, ya udah saya berserah aja. Statement ini ada betulnya tapi banyak salahnya juga. Seorang hamba Tuhan berkata: orang sukses bertahan lebih lama, orang gagal berhenti terlalu cepat. Kita boleh berserah, tapi kebanyakan orang terlalu cepat menyerah pada keadaan. Tuhan ingin kita punya mental prajurit yang tidak mau menyerah sampai titik darah yang terakhir dan ini tampak dari usaha Naaman mencari kesembuhan. Waktu itu tidak ada harapan untuk orang Kusta, tapi Naaman tetap bersemangat.
3. Org yang tidak ingin apa-apa, tidak melakukan apa-apa. Orang yang tidak melakukan apa-apa, tidak akan mendapat apa-apa, dan kalau dia tidak dapat apa-apa, kalau dia tidak dapat apa-apa dia tidak akan jadi siapa-siapa, kalau dia tidak jadi siapa-siapa, jangan salahkan siapa-siapa.
4. 1x ada orang buta namanya Bartimeus: Ya anak Daud kasihanilah aku . . Yesus waktu itu gau tau gak denger atau sengaja pura-pura gak denger. Supaya apa? Supaya keinginannya diperbesar. Dan ketika 2x tidak dijawab, dia nekad teriak-teriak, saya yakin itu yang menyebabkan orang-orang menyuruh Bartimeus diam karena sangat mengganggu dan teriakan iman itulah yang membuat Tuhan Yesus berhenti dan memanggil Bartimeus datang dan gilanya Tuhan Yesus tanya: Apa yang engkau ingin Aku lakukan untukmu? Tidak semua orang buta mau melihat, bisa aja minta uang untuk menjamin seluruh hidupnya. Kalau Bartimeus minta supaya melihat artinya dia tidak bisa jadi pengemis lagi, ini menunjukkan mental Bartimeus. “Sebesar keinginanmu, sebesar itu juga mujizat yang akan terjadi dalam hidupmu.

Apa cita-cita saudara? Apa keinginan saudara?
Saudara lihat