<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Kristen</title>
	<atom:link href="http://artikelkristen.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikelkristen.com</link>
	<description>Sahabat Pertumbuhan Rohani Anda</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 04:17:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Rajut Nilai Kekekalan Di Kesementaraan</title>
		<link>http://artikelkristen.com/rajut-nilai-kekekalan-di-kesementaraan.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/rajut-nilai-kekekalan-di-kesementaraan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 04:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Kekristenan]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendalaman Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=2813</guid>
		<description><![CDATA[ Pdt. Bigman Sirait Dalam jaman dan era apapun selalu saja ada orang yang terjebak dalam perilaku keagamaan (religiousitas), tetapi kehilangan spirit atau jiwa keagamaan (spiritualitas).  Ironis, orang-orang seperti ini, seperti dikisahkan dalam kitab Matius 6:1-4,  di dalam kesementaraan (berbicara tentang waktu di dunia) mereka mengerjakan segala sesuatu justru sebagai topeng.  Memberi dan berdoa dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div><img title="Rajut Nilai Kekekalan Di Kesementaraan" src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&amp;id=6316&amp;w=298&amp;h=220" alt="Rajut Nilai Kekekalan di Kesementaraan.jpg" border="0" /></div>
<div>
<p align="justify"> Pdt. Bigman Sirait</p>
<p align="justify">Dalam jaman dan era apapun selalu saja ada orang yang terjebak dalam perilaku keagamaan (religiousitas), tetapi kehilangan spirit atau jiwa keagamaan (spiritualitas).  Ironis, orang-orang seperti ini, seperti dikisahkan dalam kitab Matius 6:1-4,  di dalam kesementaraan (berbicara tentang waktu di dunia) mereka mengerjakan segala sesuatu justru sebagai topeng.  Memberi dan berdoa dengan cara yang sangat mencolok, berharap orang akan melihat dan kagum karenanya.  Terjebak dalam ritual-ritual tertentu, atau malah sengaja menjebakkan diri agar dia disebut sebagai orang baik, orang hebat, atau orang saleh.  Menariknya, umumnya orang seperti itu bersedia dan mau melakukan itu di mana saja dan kapan saja,  sepanjang ada orang yang berkenan menyebut mereka ini sebagai orang beragama, atau orang yang baik.  Tidak tanggung-tanggung, melakukannya dengan memberi banyak waktu, tenaga, bahkan uang – tidak melakukan dalam rangka  memenuhi panggilan Tuhan, tapi ritual untuk sebuah status tertentu.  Ya.. sebuah status untuk kepuasan diri agar dikenal sebagai orang baik.  Orang yang seperti itu membeli kehormatannya dengan ritual atau tindakan keagamaan.   Itulah pekerjaan orang munafik yang melakukan tindakan keagamaan untuk mencari pujian.</p>
<p>Jebakan Status dan Kepuasan Diri<br />
Ciri lain pecinta status “orang baik” ini, dia getol betul melayani ke banyak tempat dan orang, tetapi tidak berani fokus pada satu pelayanan tertentu dengan konsekuensi risikonya.  Memang, bukan sesuatu yang salah melayani ke banyak orang, tetapi motifnya yang membuat dia salah.  Motif itu pula yang menghantarkan dia ke tempat “pelayanan” yang tak lebih dari obyek atau lokus pemuasan diri dan statusnya.  Jadi bukan karena orang itu sedang menjawab panggilan Tuhan yang membawa dia kemana saja.  Mirip orang benar memang, tetapi sesungguhnya tidak benar.  Hanya kebetulan rela memberi harta finansialnya dengan maksud dan harapan mendapat pujian dari orang.<br />
Di samping ingin pujian, orang-orang seperti ini juga mencari kepuasan bagi dirinya.  Tak heran jika orang-orang “pencari kepuasan diri” ini adalah orang yang sedang mengalami stress berat, banyak permasalahan, yang dengan cara itu dia coba lari dari kenyataan.  Dan tempat pelariannya adalah ke dalam ibadah gereja, atau tempat persekutuan.  Mungkin orang akan beropini, bahwa itu adalah pilihan bagus dan tepat bila dibanding melampiaskannya ke tempat-tempat seperti Night Club.  Betul, bagus, kalau dia memang bertobat, tapi persoalannya adalah, kalau dia kemudian bercokol di situ dan lantas menjadi bebal.  Karena itu, lebih baik orang jahat ada di tempat jahat, daripada orang jahat menjadi jahat di tempat kebaikan.  Orang seperti ini jahat sekali dan akan sulit untuk dirubah.  Acap kali mendengar hal baik, tapi tidak juga lekas berubah, malah menjadi bebal – mampu menyembunyikan diri, dan hati nuraninya mati.<br />
Realita seperti ini sangat banyak dalam orang, bahkan di kehidupan berjemaat.  Karena itu, setiap orang perlu jujur agar tidak terjebak dalam perangkap salah setan yang memang senang dengan kemunafikan.  Jika dalam kesementaraan saja orang sudah gagal dan tidak mendapat apa-apa, bagaimana dalam kekekalan.  Dalam kesementaraan orang tidak berhasil menemukan nilai tentang hidup yang baik, bagaimana dengan kekekalan kelak? Maka waktu-waktu yang dilewati menjadi waktu yang tidak bernilai. Karena semua berorientasi pada diri, kepuasan diri, dan bagaimana pengakuan orang yang diharapkan terhadap diri.<br />
Beda betul dengan sikap orang bijak.  Dalam kesementaraan, orang bijak akan berkarya secara luar biasa.  Seperti yang dikatakan dalam kitab Matius, jika memberi dengan tangan kanan, hendaknya tangan kiri mengetahuinya.  Memberi bukan mengharapkan pujian orang, bukan pula untuk kepuasan diri.   Memberi mempunyai kepuasan nilai dalam kesementaraan karena memberi dengan kejujuran dan ketulusan.  Menolong orang, membantu orang, dan melayani pekerjaan Tuhan dengan daya yang dimiliki menjadi sesuatu yang menyenangkan.  Ketika orang lain tahu hal itu, tentu mereka akan menaruh respect – orang akan menghargai apa yang dilakukan dengan kejujuran.  Tetapi penghargaan orang dan pujian orang tidak lantas membuat orang bijak menjadi besar kepala, karena kejujuran mendasari dan menjadi warna seluruh tindakan.<br />
Ketika orang merasakan keuntungan atas apa yang dikerjakan, tetapi diri tetap terjaga dan tidak hanyut dan lupa diri karenanya, bukankah waktu dalam kesementaraan telah dibuat bernilai.  Ya… itu adalah keuntungan ganda – waktu menjadi bernilai, banyak orang tahu apa yang sudah dikerjakan, lalu mereka belajar mengerti arti dari sebuah kebaikan dan cinta kasih.  Sebaliknya, bagi orang bijak, ketika orang senang, sendiri pun senang, tetapi tidak terbuai dan hanyut tenggelam dalam luapan-luapan kepalsuan.</p>
<p>Merajut Nilai Kekekalan.<br />
Dalam kekekalan tidak ada hitungan waktu, sebab kekekalan melintasi waktu.  Waktu bernilai dalam kekekalan sebenarnya adalah waktu kesementaraan yang membawa orang pada kekekalan.  Di sana ada nikmat gairah dan kemenangan yang bergerak dari waktu yang sementara.  Karena itu, orang haruslah me-manage betul waktu kesementaraan agar sungguh-sungguh menjadi waktu yang bernilai dalam kesementaraan, yang pada akhirnya dapat memberi nilai ke dalam kekekalan. Sehingga, dalam kekekalan, orang menjadi hidup seperti hidup yang Tuhan kehendaki – sama seperti apa yang Tuhan ajarkan – janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.   Berbuat  bukan karena ingin orang memuji, bukan pula memuaskan keinginan diri, tetapi berbuat karena kepuasan yang sebelumnya Tuhan sendiri telah beri.  Berbuat karena memang itu perintah Tuhan dan dalam rangka menaati.  Berbuat dalam kerinduan sebagai orang percaya yang ingin memuliakan Tuhan.  Itu berdampak dalam kehidupan yang membawa pada kekekalan.  Alkitab dalam kitab Korintus, menyebutkan bahwa Karunia  dan Nubuat akan habis, tetapi Kasih tidak.  Ya&#8230; sesuatu yang bernilai dalam kekekalan itu adalah Kasih.  Kalaupun ada karunia, itu dalam rangka menegakkan kasih.  Sementara semangat jaman ini, karunia justru dalam rangka untuk memegahkan diri, itu berbahaya.  Belum lagi kehausan orang atas apa yang diinginkannya, ditambah hal-hal yang sensasional, menggoda orang terjebak dalam perangkap karunia – mengabaikan cinta kasih.<br />
Setiap orang harus memiliki waktu yang bernilai di kesementaraan untuk memberi nilai di dalam kekekalan, maka hal-hal yang bernilai dalam kekekalan yang perlu mendapat perhatikan adalah Kasih.  Dalam kesementaraan mari menumpuk kasih dalam pengertian melakukan kasih dan hidup di dalam kasih. Karena kasih selalu menembus pergumulan, perkutatan, persoalan di tengah-tengah kehidupan dunia ini.  Kasih akan menerobos masuk ke dalam surga, karena dia ada tempat di sana.</p>
<p>(Diambil dari http://reformata.com/news/view/6316/rajut-nilai-kekekalan-di-kesementaraan)</p>
</div>
Dibaca sebanyak :37]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/rajut-nilai-kekekalan-di-kesementaraan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersenyum di kala duka</title>
		<link>http://artikelkristen.com/tersenyum-di-kala-duka.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/tersenyum-di-kala-duka.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 04:52:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>margareth linandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=2561</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang berpikir kehidupan mengikut Yesus gampang, tapi dalam lapangannya banyak sekali kerikil-kerikil tajam, batu-batu besar yang harus dilewati oleh setiap orang kristen. Kerikil-kerikil itu seperi hubungan keluarga yang tidak baik, penyakit yang mungkin tidak kunjung sembuh, anak yang pemarah dan tidak perhatian pada orang tua, atau suami yang tidak mengasihi istrinya dengan sepenuh hati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian orang berpikir kehidupan mengikut Yesus gampang, tapi dalam lapangannya banyak sekali kerikil-kerikil tajam, batu-batu besar yang harus dilewati oleh setiap orang kristen.</p>
<p>Kerikil-kerikil itu seperi hubungan keluarga yang tidak baik, penyakit yang mungkin tidak kunjung sembuh, anak yang pemarah dan tidak perhatian pada orang tua, atau suami yang tidak mengasihi istrinya dengan sepenuh hati.</p>
<p>Bagaimana respon kita terhadap masalah yang datang silih berganti? Terkadang satu masalah belum selesai muncul lagi masalah yang besar dan tidak dapat kita pikul, tapi Tuhan tidak tidur . Ketika masalah kita belum diselesaikan dan doa kita tidak dijawab oleh Tuhan, sebagian kita ada yang bertanya &#8221; Mengapa Tuhan? Dimana Tuhan?&#8221;</p>
<p>Saudara-saudaraku, itu adalah pertanyaan yang lumrah dialami oleh orang percaya, akan tetapi ingatlah, Tuhan tidak pernah tertidur.  Masalah yang kita alami mungkin membuat kita tertekan dan sedih atau memikirkan terus menerus sampai kita kehilangan sukacita akan tetapi dalam Filipi 4:4 dikatakan bersukacitalah senantiasa, sekali lagi kukatakan bersukacitalah.&#8221;</p>
<p>Ketika dalam kebahagiaan, berkat melimpah, sehat selalu mudah bagi kita untuk bersukacita. Dari kata bahasa inggris mempunyai 2 kata yaitu happy dan joy. Happy biasa dilakukan orang ketika orang sedang dapat kesenangan, ulang tahun, sehat dan lainnya. Tapi yang Tuhan inginkan adalah kita memiliki &#8221; joy&#8221;. Joy adalah perasaan bersukacita, senang, bahagia walau dalam keadaan menderita, walau penghasilan pas-pasan, walau keluarga sedang dalam masalah. Joy itu juga dialami oleh Paulus.</p>
<p>Paulus bisa menikmati&#8221; joy&#8221; padahal waktu itu Paulus sedang dipenjara di Filipi bukan karena dia jahat tapi karena mengikut Tuhan dan memberitakan Injil, ia dipenjara. Penjara zaman dahulu bbukan seperti penjara saat ini, benar-benar menderita, orang ditaruh di tempat penjara yang sangat pengap dan penuh dengan binatang-binatang seperti tikus dan ular-ular kecil, akan tetapi Paulus tidak tenggelam dalam duka melainkan dia bisa bersukacita di tengah penderitaannya.</p>
<p>Itulah sebabnya Paulus menghimbau jemaat Filipi untuk bersukacitalah senantiasa. Kata senantiasa artinya adalah terus menerus jadi dalam keadaan duka pun tetap bisa tersenyum dan bahagia.</p>
<p>Mungkin kita berpikir&#8221; Bagaimana mungkin bisa?&#8221; Aku sedang dalam beban berat, penderitaan berat sulit untuk tersenyum yang pastinya adalah penuh air mata. Paulus menegaskan bahwa kehidupan orang percaya harus selalu diisi dengan sukacita yang dari Tuhan, bahkan dalam I Tesalonika 5:16 dikatakan &#8221; Bersukacitalah senantiasa&#8221;.</p>
<p>Mengapa kita harus bersukacita saat beban berat menimpa hidup kita?</p>
<p>1.  Karena kalau kita bersukacita walau beban berat menimpa itu berarti kita menyerahkan masalah kita sepenuhnya dan bersandar pada Tuhan.</p>
<p>2.  Karena kalau kita bersukacita, beban kita akan terasa ringan walau kita sedang menghadapi beban berat.</p>
<p>3.  Karena kalau kita bersukacita, kita akan memahami tangan Tuhan sedang merancang untuk kita yang terbaik walau kita belum dapat memahami.</p>
<p>Belajarlah seperti Ayub, Ayub adalah seorang yang kaya raya namun takut akan Tuhan, satu kali kita ingat dia dicobai iblis mendapat sakit berat, 10 anaknya mati dalam sekejap, harta benda musnah akan tetapi dia tidak meninggalkan Tuhan, tetap bisa mempercayai Tuhan di tengah penderitaannya, dan bahkan mengatakan &#8221; Masakan kita hanya menerima yang baik dari Allah tapi tidak mau menerima yang buruk?</p>
<p>Kalau kita belajar menyerahkan semua beban masalah kita pada Tuhan, sesungguhnya kita akan menerima bahwa Tuhan punya maksud indah dan kita tetap bisa tersenyum di kala duka. Tuhan memberkati kita semua dan memberi keringanan dalam penderitaan kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
Dibaca sebanyak :85]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/tersenyum-di-kala-duka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALLAH ADALAH KEBUTUHAN</title>
		<link>http://artikelkristen.com/allah-adalah-kebutuhan.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/allah-adalah-kebutuhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 09:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Kekristenan]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Pendalaman Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Penguatan Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=2349</guid>
		<description><![CDATA[Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Mazmur 42:2). Betapa seringnya kita membaca ayat ini. Kesimpulan apakah yang kita peroleh dari ayat-ayat dalam mazmur ini. Dikuatirkan kita tidak mencapai sasaran pengertian ayat ini. Kita memahaminya dengan baju kita atau pengertian kita yang masih dangkal. Walaupun kita bisa begitu mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Mazmur 42:2).</p></blockquote>
<p>Betapa seringnya kita membaca ayat ini. Kesimpulan apakah yang kita peroleh dari ayat-ayat dalam mazmur ini. Dikuatirkan kita tidak mencapai sasaran pengertian ayat ini. Kita memahaminya dengan baju kita atau pengertian kita yang masih dangkal. Walaupun kita bisa begitu mudah berkata: “ Sperti rusa merindukan sungai yang berair demikianlah jiwaku merindukan Engkau Tuhan…Yesus, Yesus kau berarti bagiku. Perlu dipersoalkan oleh kita sekarang adalah “seberapa perlunya kita terhadap-Nya”. Lalu juga harus dipersoalkan “mengapa kita memerlukannya?”. Ini bukan pertanyaan konyol, tetapi pertanyan prinsip yang sangat menentukan mutu atau kwalitas relasi kita dengan Tuhan. Seberapa dalam hubungan kita dengan Tuhan sangat ditentukan oleh jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kita harus mempersoalkan ini dengan serius kalau kita mau sungguh-sungguh bertuhan dengan benar dan memiliki kehidupan secara benar.</p>
<p>Dari pernyataan-pernyataan pemazmur kita dapat menangkap betapa kuatnya “rasa butuhnya” pribadi pemazmur terhadap Tuhan. Seperti rusa merindukan sungai yang berair. Perhatikan kata “sungai” dalam ayat ini. Dalam teks ibraninya “awfeek”, aliran air. Bukan sungai mati, tetapi sungai yang mengalir. Hal ini menunjukkan rusa membutuhkan air secara berlimpah dan berkesinambungan. Baginya sungai itu adalah kehidupannya. Aliran air tersebut bukan sekedar hobi, alat penunjang dan pelengkap hidup tetapi kehidupan itu sendiri. Ia tidak dapat hidup tanpa aliran sungai tersebut.</p>
<p>Dari Mazmur 42: 1-5 kita memperoleh kesimpulam penting: Bahwa tidak ada yang kita perlukan dalam hidup ini seperti kita memerlukan Tuhan. Kita merasa memerlukan Tuhan bukan sekedar karena kita orang beragama maka kita datang ke gereja dan melakukan syariatnya agama kita, ke gereja adalah bagian syariat agama yang dianggap penting. Hampir semua agama berpendirian bahwa datang ke rumah ibadah adalah syariat penting dan sering dianggap utama. Jadi bias dimengerti kalau banyak orang berpikir, kalau suidah dating ke gereja berarti sudah memenugi panggilannya bersekutu dengan Tuhan. Harus memeriksa diri dengan jujur yaitu “kita butuh Tuhan karena Tuhan sendiri, atau karena suatu kebutuhan” . Kalau kita butuh Tuhan karena didesak persoalan hidup duniawi atau suatu kebuituhan maka kita telah menjadikan Tuhan alat atau sarana semata-mata bukan tujuan.</p>
<p>Bila seseorang bersikap demikian terhadap Tuhan, yaitu datang ke gereja atau bertuhan memang karena ita harus beragama, maka pada umumnya orang akan menjadikan Tuhan sekedar pelengkap kehidupan. Tuhan menjadi tambahan yang memang dianggap penting, tetapi sepenting apapun tetap adalah tambahan. Sesungguhnya Tuhan bukanlah pelengkap atau tambahan. Ban serep mobil kita itu penting. Banyak orang tidak berani mengendarai mobilnya tanpa ban serep. Tetapi tetap ban serep, bukan ban yang digunakan menggelindingkan mobil itu. Tuhan tidak sejajar dengan ban serep mobil.</p>
<p>Dia adalah kehidupan itu sendiri. Kita tidak memiliki kehidupan tanpa Tuhan atau hidup ini bukanlah sebuah kehidupan bila tanpaTuhan. Tuhan lebih penting dari nafas kita. Dia lebih berharga dari jantung kita. Dia kita butuhkan lebih dari kita membutuhkan darah. Apalagi harta dalam bentuk uang dan fasilitas yang lain. Tentu Tuhan kita butuhkan lebih dari kita membutuhkan apapun dan siapapun. Tuhan adalah kehidupan kita sendiri. Bagi yang belum menikah jodoh bukan jawaban yang utama. Bagi yang belum punya anak, keturunan bukanlah jawaban kebutuhan kita. Bagi yang dalam problem ekonomi uang bukanlah jawaban. Bagi yang dalam persoalan rumah tangga, Tuhanlah jawabannya. Bagi yang sakit Tuhanlah jawabannya. Memiliki Tuhan berarti memiliki kehidupan. Cukuplah hidup ini kalau kita memiliki Tuhan dan bersekutu dengan benar. Bila bersikap demikian maka kita benar-benar memuliakan Tuhan dan bersikap sepantasnya. Selanjutnya sikap seperti inilah yang menciptakan keintiman hubungan yang luar biasa dengan Tuhan.</p>
<p>Kebenarnnya ini sukar dikenakan, karena ketidak dewasaan kita. Kedengarannya enak, mudah kita mengamininya, tetapi sukar melakukannya. Namun demikian kita harus melatih diri untuk mengenakan kebenaran tersebut. Di rumah petak kecilmu hadirkan Tuhan. Maka itu lebih dari tinggal diistana raja-raja. Semarakkan hidupmu dengan hadirat Tuhan walau tanpa celoteh anak-anak di rumahmu. Sukacitakan jiwa kita dengan berjalan bersama Tuhan ditengah tikaman kesunyian tanpa teman hidup. Bahkan ketika maut mengancam karena sakit penyakit atau yang lain nikmati kabut kemuliaanNya yang menyertai kita yaitu pendampinganNya atas kita.</p>
<p>Hendaknya kita ke gereja atau datang kepada Tuhan bukan hanya karena kita menghadapi suatu masalah atau suatu kebutuhan. Tuhan menjadi sumber pertolongan dan kekuatan yang memenuhi segala kebutuhan kita. Dalam hal ini Tuhan menjadi pendukung kehidupan kita, penopang kehidupan kita. Kedengarannya benar tetapi ini juga belum tepat. Ini bukan berarti salah. Tuhan memang sumber pertolongan kita. Tetapi sikap seperti ini masih sikap orang Kristen second grade. Masih orang-orang Kristen kelas dua. Kalau mau kelas satu, harus menjadikan Tuhan sebagai kebutuhan satu-satunya dan yang paling utama. Kita datang ke gereja atau mencari Tuhan bukan ketika sedang ada dalam persoalan atau kebutuhan semata-mata. Tuhan bukan sekedar seperti supermarket yang kita kunjungi karena ada suatu kebutuhan yang daripadanya kita dapat memperolehnya. Dalam segala keadaan kita membutuhkan Tuahan, sebab Dialah kehidupan kita.</p>
<p>Kebutuhan kita sebenarnya adalah Tuhan sendiri. Bukan karena ada kebutuhan lalu kita membutuhkan Tuhan. Tetapi Tuhan sendirilah kebutuhan kita. Bila demikian maka kita akan merasa puas dengan apapun yang kita miliki hari ini. Sama seperti hubungan kita dengan pasangan hidup. Bagaimana kita memperlakukan pasangan hidup kita selama ini ?. Kita membutuhkan dia karena untuk sesuatu hal atau karena memang kita membutuhkan dia. Coba perhatikan, kalau sepasang manusia sudah dihanyutkan oleh cinta, maka hasrat mereka untuk membangun rumah tangga tidak didorong oleh apapun tetapi oleh cinta itu semata. Cinta itulah yang membangun sikap hati merasa membutuhkan pasangannya. Biarpun tinggal di gubug derita, sepiring ebrdua, tidur diatas tikar tetapi itu bukan menjadi masalah. Berbeda dengan wanita yang mau menikah dengan pria karena oria mengendarai mobil mewah atau karena fasilitas lain. Wanita seperti sukar setia dalam arti yang sebenarnya. Pada hakekatnya ia tidak menikah dengan pria itu tetapi menikah dengan hartanya.</p>
<p>Pada akhirnya kalau kita mencari Tuhan bukan karena berkatNya bukan pul akaren asorgaNya tetapi karena Tuhan sendiri. Tuhyan itulah sorga kita. Tuhan itulah berkat kita. Dalam hal ini kita mengerti mengapa pemazmur berkata: “…tidak ada yang kuingini di bumi selain Engkau (Maz 73:25-26). Seorang penginjil India yang hebat bernama Sadhu Sundar Sigh berkata” Aku rela masuk neraka asal Tuhan ada disana. Jelas kalau Tuhan ada di Neraka maka Neraka menjadi sorga.</p>
<p>Tuhan adalah kehidupan kita, adalah pernyataan penting yang melandasi seseorang membangun hubungan dengan Tuhan. Melandasi orang bertuhan dengan benar. Kefanatikan seperti ini adalah kefanatikan sehat yang tidak melukai orang lain, kecuali orang yang mau binsa. Kefanatikan seperti ini harus digelorakan dalam jiwa kita. Harus dikobarkan dalam jiwa kita. Hal ini akan menyembuhkan segala penyakit jiwa yang menggrogoti kehidupan kita. Dengan sikap hati seperti ini bias dipastikan jiwa kita akan menjadi sehat sempurna. Inilah jalan kesembuhan bagi jiwa yang sakit.</p>
<p>Diambil dari : http://khotbaherastus.blogspot.com/2008/12/allah-adalah-kebutuhan.html</p>
<p>&nbsp;</p>
Dibaca sebanyak :81]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/allah-adalah-kebutuhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKHIRNYA ADALAH KEMENANGAN</title>
		<link>http://artikelkristen.com/akhirnya-adalah-kemenangan.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/akhirnya-adalah-kemenangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 09:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penguatan Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=2346</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia yang sudah rusak dan bumi yang terkutuk ini manusia yang hidup didalamnya akan selalu diperhadapkan dengan kesukaran-kesukaran. Kesukaran hidup manusia bisa berasal dari diri sendiri atau orang lain. Diri sendiri yaitu kesukaran hidup karena kesalahan kita dan kesukaran yang disebabkan karena orang lain, yaitu karena kejahatan orang lain tersebut. Kedua-duanya merupakan kesukaran yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di dunia yang sudah rusak dan bumi yang terkutuk ini manusia yang hidup didalamnya akan selalu diperhadapkan dengan kesukaran-kesukaran. Kesukaran hidup manusia bisa berasal dari diri sendiri atau orang lain. Diri sendiri yaitu kesukaran hidup karena kesalahan kita dan kesukaran yang disebabkan karena orang lain, yaitu karena kejahatan orang lain tersebut. Kedua-duanya merupakan kesukaran yang harus ditanggulangi dan pada umumnya kita mengharapkan penyelesaian dengan segera. Setiap kita pasti mengalami persoalan-persoalan yang membuat hidup terasa sukar. Pada saaat seperti ini kita menantikan pertolongan Tuhan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita menunggu dan mengalami pertolongan Tuhan.</p>
<p>Dalam Alkitab kita dapat menemukan seringkali Tuhan berkata: Jangan takut. Kata ini merupakan jaminan bagi kita, bahwa Tuhan : (1). Membela kita (2). Di pihak kita (3). Tuhan menyertai kita. Ini adalah jaminan yang dapat dipercayai. Dengan demikian seharusnya kita dapat menikmati hidup dengan keteduhan dan ketenangan. Dalam hal ini kita dapat memahami mengapa Paulus berkata: Bersukacitalah kamu senantiasa. Perintah untuk bersukacita senantiasa memberi indikasi bahwa dalam segala keadaan kita mampu menjaga hati untuk tidak menjadi cemas. Namun kenyataan yang kita hadapi adalah ketakutan dan kecemasan disebabkan oleh berbagai masalah hidup yang tidak kita temukan jalan keluarnya. Kadang kita menjadi lemah dan putus asa. Untuk ini kita belajar bagaiman menunggu waktu Tuahan dan mengalami pertolonganNya. Ada beberapa sikap hati yang harus kita miliki:</p>
<p>Pertama, berani menunggu waktu Tuhan. “Menunggu” merupakan pekerjaan yang sulit, yaitu menunggu lolos dari sebuah persoalan hidup. Pada umumnya kita memiliki kecenderungan mendesak Tuhan untuk “segera menolong”. Godaan untuk mendesak atau kadang memaksa Tuhan ini hampir dimiliki setiap orang. Tetapi sebagai orang percaya yang berpikir dewasa kita harus percaya bahwa Tuhan memiliki “waktu” atau saat bertindak. Disini dibutuhkan keberanian atau kadang digunakan kata kesabaran menunggu waktu Tuhan. Menunggu waktu Tuhan merupakan pergumulan latihan untuk percaya. Bahwa Tuhan adalah Tuhan yang tepat waktu. Kesalahan Saul sehingga ia ditolak menjadi raja Karena ia tidak berani menunggu waktu Tuhan menolongnya (1Sam 13:8). Menunggu waktu Tuhan adalah sebuah “seni iman”. Dalam Ratapan 3:22-26 ditegaskan bahwa Tuhan memilikii kasih setiap yang tidak berkesudahan. Kita harus belajar dengan diam menanti pertolongan Tuhan (to wait quietly). Sementara dalam persoalan kita tidak gelisah seolah-olah persoalan tersebut akan membinasakan kita. Kita harus percaya pertolongan Tuhan datang pada waktunya. Seni menunggu pertolongan Tuhan ini juga dimiliki Pemazmur dalam kesaksiannya dalam Mazmur 73:21-24. Pada akhirnya Tuhan pasti memberi pertolongan, walaupun keadaan kita anggap sudah tidak tertolong (Yoh 11:1-6; 17-21; 32). Kalau saudara menantikan pertolongan Tuhan pasti tidak akan dipermalukan (Maz 25:3).</p>
<p>Kedua, dalam hal ini kita harus menaruh pertolongan hanya dari Tuhan, kalaupun Tuhan membuka jalan maka bukan sarana itu itu sumbernya. Sumbernya adalah Tuhan. Dalam hal ini jangan mempertimbangkan sesuatu sebagai sumber pertolongan (Maz 124:8). Walaupun didepana mata, orang-orang tertentu yang saudara anggap sebagai sumber kita harus memandang Tuhan dan menganggap hanya Tuhan sumber pertolongan kita. Menaruh harapa hanya kepada Tuhan merupakan rahasia melihat pertolongan Tuhan (Rat 4:17). Dengan pertolongan yang datang dari Tuhan Bapa hendakmemperkenalkan dirinya kepada umat agar terbangun keintiman.</p>
<p>Ketiga, percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan yang sangat peduli terhadap kita. Kepedulian ini lebih dari kepedulian seorang ibu terhadap anak bayinya (Yes 49:14-15). Kasih seorang ibu yang demikian kepada anaknya sukar dipahami sebenarnya, apalagi kasih Bapa kepada kita. Oleh sebab itu kita harus berani menguatkan percaya kita ini bahwa Tuhan itu baik. Kalau kita merasa jauh dari Tuhan dan tidak melihat uluran tanganNya, pasti ada sesuatu yang salah. Hal paling dominan yang membiuat kita tidak mengalami pertolongan Tuhan adalah karena dosa kita (Yes 59). Oleh sebab itu kalau kita hendak menagalami pertolongan Tuhan harus mau berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.</p>
<p>Diambil dari : http://khotbaherastus.blogspot.com/2009/03/akhirnya-adalah-kemenangan.html</p>
Dibaca sebanyak :44]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/akhirnya-adalah-kemenangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yesus sahabat orang berdosa</title>
		<link>http://artikelkristen.com/yesus-sahabat-orang-berdosa.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/yesus-sahabat-orang-berdosa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 03:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>margareth linandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=1549</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dunia dijadikan, dan manusia diciptakan, manusia belum mengenal dosa dan manusia dekat pada Tuhan akan tetapi apa yang terjadi setelah itu? Setelah Allah menciptakan manusia Allah memberikan perintah untuk jangan makan buah yang ada di tengah-tengah taman itu, karena buah itu adalah buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat dan jika dimakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak dunia dijadikan, dan manusia diciptakan, manusia belum mengenal dosa dan manusia dekat pada Tuhan akan tetapi apa yang terjadi setelah itu? Setelah Allah menciptakan manusia Allah memberikan perintah untuk jangan makan buah yang ada di tengah-tengah taman itu, karena buah itu adalah buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat dan jika dimakan manusia mati.</p>
<p>Akan tetapi status manusia yang dekat dengan Tuhan, akhirnya tergoda oleh iblis dan memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, akibatnya manusia jatuh dalam dosa dan sejak saat itu manusia mati dalam arti mati bukan secara jasmani tetapi mati secara rohani yaitu putus hubungan dengan Allah dan sejak saat itu manusia kecenderungannya adalah terus berbuat dosa.</p>
<p>Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, manusia kecenderungannya adalah makin ingin berbuat jahat dan terus berbuat jahat. Roma 3: 10 mengatakan &#8221; Tidak ada seorangpun yang benar, seorangpun tidak&#8221;; Roma 6:23 berkata &#8221; Upah dosa ialah maut &#8230;.&#8221; ini menunjukkan bahwa manusia tidak ada harapan untuk diselamatkan karna sudah putus hubungan dengan Allah.</p>
<p>Fakta yang terjadi di zaman sekarang ini adalah orang di dunia ini bahkan termasuk orang percaya ada kecenderungan jatuh dalam dosa dan mengikuti pencobaan Iblis.</p>
<p>Dalam Lukas 19: 1-10, diceritakan ada orang kaya secara materi, akan tetapi kekayaannya diperoleh dengan tidak benar akibatnya adalah ia dimusuhi banyak orang. Pekerjaan orang itu adalah pemungut cukai. Pemungut cukai zaman itu adalah pekerjaan yang hina karena mereka memungut pajak secara berlebihan kepada rakyat; misalnya pajak yang seharusnya ditarik kepada rakyat adalah 50 % tapi mereka meminta kepada rakyat 80 % dan sisanya masuk kantong mereka dan mereka menjadi orang kaya. Tetapi kekayaan mereka tidaklah sebanding karena mereka dibenci banyak orang dan diacuhkan dan dianggap sampah masyarakat.</p>
<p>Zakheus belum mengenal Allah tapi satu kali Zakheus mendengar bahwa Yesus akan lewat kota Yerikho dan karena badannya pendek dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya, akhirnya ia naik dan memanjat pohon ara dan melihat Yesus.</p>
<p>Yesus tidak memandang hina Zakheus, apa yang dilakukan Yesus?</p>
<p>1. Yesus mengatakan kepada Zakheus &#8221; Zakheus turunlah karena hari ini Aku mau menumpang di rumahMu&#8221;</p>
<p>2.  Yesus juga makan bersama-sama dengan Zakheus .</p>
<p>3.  Yesus menjadi sahabat orang berdosa.</p>
<p>Tindakan Yesus sempat menimbulkan perdebatan bagi orang -orang Farisi dan ahli Taurat karena Yesus mau menumpang di rumah orang berdosa, akan tetapi Yesus mengetahui dan Yesus tetap mau menumpang dan makan di rumah Zakheus; ini dikarenakan Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang ( Lukas 19:10) .</p>
<p>Setelah Yesus menerima Zakheus, ada pertobatan yang dilakukan Zakheus yaitu ia akan mengembalikan apa yang sudah diperasnya 4x lipat dan memberikan 1/2 hartanya untuk orang miskin dan sudah tentu dia tidak lagi memungut cukai/ pajak lagi.</p>
<p>Bukan cuma Zakheus, Yesus juga mencari orang berdosa lainnya seperti Matius sang pemungut cukai, karena Ia mau makan di rumah orang berdosa, selain itu seorang perempuan &#8221; tidak benar&#8221; yang kedapatan berzinah dan mau dilempari batu , Yesus menulis di atas tanah dan Yesus berkata siapa yang merasa dirinya tidak berdosa lempari perempuan ini dahulu, tapi tidak ada satu pun yang melempari dan Yesus mengampuni perempuan itu.</p>
<p>Apa sebenarnya alasan Yesus melakukan itu semua? Karena Yesus mengasihi manusia berdosa, Yesus memang membenci dosa akan tetapi Yesus tidak pernah membenci manusianya, Yesus tetap menerima orang berdosa dan bahkan mau makan dan tinggal di rumah orang berdosa.</p>
<p>Ada sebuah cerita:</p>
<p>Ada seorang perampok yang membaca papan di gereja dan ada satu tulisan mandarin yang terhapus karena hujan, tulisan mandarin itu intinya adalah percaya Tuhan dapat kerbau. Ia berpikir bahwa ia dapat merampok kerbau banyak di gereja. Ia masuk ke gereja dan duduk di bangku belakang, di sana pendeta mengkotbahkan tentang dosa, perampok,pembunuh harus bertobat. Akhirnya ia menangis dan ia bertobat mau percaya Tuhan. Orang yang ada di gereja tidak dapat menerima perampok ini karena takut perampok ini akan merampok mereka lagi, tapi ia tidak peduli dan ia berubah 180 derajat dan hidupnya diubahkan Yesus, dan akhirnya ia bertobat dan menjadi pendeta.</p>
<p>Saat ini, ketika ada orang berdosa sekitar kita apa reaksi kita? menjauhinya, memakinya tapi Yesus berbeda, Yesus menghukum dosa tapi tidak pernah membenci manusia yang berdosa,. Matius 9:12 berkata &#8221; Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit&#8230;&#8221;</p>
<p>Saudara-saudariku, saat ini kita juga termasuk orang yang tidak layak menghampiri Tuhan tapi Tuhan mau menjadi sahabat kita bukan berarti kita boleh terus menerus berbuat dosa. Tuhan mau ketika kita berbuat dosa, kita datang dan bertobat jangan sebaliknya menjauhi Tuhan . Amin.</p>
Dibaca sebanyak :116]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/yesus-sahabat-orang-berdosa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya mengampuni</title>
		<link>http://artikelkristen.com/indahnya-mengampuni.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/indahnya-mengampuni.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 04:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>margareth linandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang ibu yang mempunyai seorang anak perempuan namanya Dita. Dita sebelum ayahnya meninggal adalah seorang yang sangat mengasihi orang tuanya. Setelah ayahnya meninggal, Dita menjadi anak yang sangat nakal. Hampir tiap hari ada saja ulah Dita mengambil makanan dari orang lain tanpa bayar, mencuri mainan tetangganya, merusakkan mainan tetangganya , memecahkan kaca dan lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang ibu yang mempunyai seorang anak perempuan namanya Dita. Dita sebelum ayahnya meninggal adalah seorang yang sangat mengasihi orang tuanya. Setelah ayahnya meninggal, Dita menjadi anak yang sangat nakal. Hampir tiap hari ada saja ulah Dita mengambil makanan dari orang lain tanpa bayar, mencuri mainan tetangganya, merusakkan mainan tetangganya , memecahkan kaca dan lainnya. Sikap Dita seperti itu membuat tetangganya membenci Dita dan ibu Dita. Hampir satu kali Dita dikeroyok oleh tetangganya dan hendak dipukuli. Saat itu ada seorang tetangganya yang adalah RT setempat menghimbau warganya untuk mengampuni Dita. Seorang tetangga menjawab&#8221; Memang enak mengampuni?&#8221; Jawab Bu RT, &#8220;memang enak kok mengampuni itu&#8221;.   Satu kali seperti biasa Dita membuat ulah dan ia hampir masuk ke dalam sumur dan di dalam sumur itu ada seekor ular&#8230;. Dita ketakutan. Sementara itu, tetangganya yang teringat perkataan ibu RT itu menolong Dita dan memang ternyata mengampuni itu enak sekali.</p>
<p>Dari cerita di atas kita bisa melihat mengampuni tidaklah mudah tapi ketika kita belajar mengampuni akan terasa indah.</p>
<p>Bicara tentang pengampunan, mudahkah untuk melakukannya? Sampai berapa kali harus mengampuni? bisakah kita mengalah demi  memperoleh kemenangan? Saya akan mencoba mengupas lebih dalam tentang indahya mengampuni.</p>
<p>Dalam Matius 18:21-35, Petrus seorang murid Tuhan yang sangat ambisius pernah bertanya &#8221; Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni musuhku? Sampai tujuh kalikah? &#8221; ( Bagi Petrus 7 adalah angka yang sangat besar dan batas untuk bisa mengampuni orang) . Jawab Yesus : &#8221; Bukan cuma 7x tapi 70x7x. Artinya mengampuni tanpa batas, mengampuni terus menerus. Yesus menjelaskan tentang pengampunan dengan perumpamaan ada seorang yang berhutang kepada raja 10.000 talenta. 1 talenta= 6000 dinar. Jika dikalikan adalah hamba itu punya utang bisa mencapai 60.000.000 dinar.  Ia selalu memohonkan kepada raja supaya raja menghapuskan utangnya ( walau itu tidak mungkin karena tak dapat dilunaskan) tapi akhirnya hati raja penuh dengan belas kasihan dan akhirnya raja membebaskan utang hamba itu. Setelah dibebaskan, dia bertemu temannya yang berhutang kepadanya 100 dinar. Tapi hamba ini luar biasa jahat karena dia memaksa temannya yang berhutang 100 dinar untuk membayar hutangnya dan bahkan menjebloskannya dalam penjara; teman-temannya mengetahuinya dan akhirnya sampai ke telinga raja. Raja akhirnya memutuskan untuk memasukkan dia ke dalam penjara sampai hutangnya lunas. Hal ini terjadi karena hamba yang telah dibebas hutangkan oleh raja harusnya juga mengampuni temannya yang berhutang lebih sedikit dari dia.</p>
<p>Mengapa orang sangat sulit untuk mengampuni? Ada orang yang mengatakan mengampuni gampang dan ada pula yang mengatakan susah. Adapun alasan mengapa orang susah mengampuni adalah:</p>
<p>1.  Karena manusia masih hidup dalam kedagingan dan masih egois hanya mementingkan diri sendiri bukan orang lain.</p>
<p>2.  Karena orang tersebut terlalu sering menyakitkan hati kita.</p>
<p>3.  Karena begitu besar luka yang ditimbulkan orang tersebut sehingga susah untuk diampuni.</p>
<p>Apa dampaknya kalau kita tidak bisa mengampuni orang?</p>
<p>1. Dalam Matius 6: 15 dikatakan jikalau kita tidak mengampuni kesalahan orang maka Bapa di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan kita.</p>
<p>Sungguh mengerikan bila itu terjadi pada kita. Kita mungkin bertanya &#8221; Memang mudah mengampuni?&#8221; sementara orang itu sangat menyakitkan hati kita tapi kenyataannya bahwa jika kita tidak mau mengampuni kesalahan orang lain maka kesalahan kita juga tidak akan diampuni.</p>
<p>2.  Doa-doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Mungkin kita sudah berdoa selama berpuluh-puluh tahun, untuk satu pergumulan tapi tidak dijawab-jawab , jangan kita berkata Tuhan kenapa jahat? Tidak adil? tapi ketika doa kita tidak dijawab Tuhan koreksilah diri kita apakah selama ini ada dendam dalam hati kita kepada orang lain, jika ada selesaikanlah dan kita akan mendapat jawaban doa.</p>
<p>3.   Kita akan hidup dalam perasaan gelisah, tidak ada damai, karena yang ada hanyalah kemarahan, kekesalan.</p>
<p>4.  Kalau kita tidak bisa mengampuni orang maka dendam yang ada akan tertanam dalam diri kita dan menimbulkan penyakit dan yang umumnya terjadi adalah tumor dan kanker karena ada dendam yang tak terselesaikan.</p>
<p>&#8211; Apa alasan kita harus mengampuni?</p>
<p>Secara teologis jelas, karena Allah telah mengampuni kita dan rela mati disalib demi menebus manusia yang berdosa. Allah mati disalib, dipakaikan mahkota duri, dicambuk bukan karena salah Yesus bahkan Ia ditinggalkan Allah Bapa akan tetapi Dia mau melakukannya karena Dia sudah mengampuni dosa kita dan mengasihi kita. Apa akibatnya jika Yesus tidak mau mati disalib? Tentulah semua orang termasuk saya akan masuk dalam neraka.</p>
<p>Mengampuni memang susah tapi ketika belajar untuk mengampuni orang maka kita akan merasakan indahnya mengampuni. Saya akan mengemukakan tips-tips bagaimana yang harus dilakukan sebagai bentuk pengampunan?</p>
<p>1.  Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan tapi kalahkan dengan kebaikan; bila musuh kita menampar pipi kanan,beri pipi kiri. Ini adalah metafora yang artinya bisa berbuat baik bagi musuh kita.</p>
<p>2.  berdoa bagi mereka yang membenci kita dan memusuhi kita.</p>
<p>3.  jangan hidup dalam dendam, tapi hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.</p>
<p>Kita boleh marah dan bahkan Yesus juga pernah marah waktu rumahNya dipakai untuk penjualan kambing domba dan tempat penukaran orang tapi jangan dendam. Dalam Roma 12:16-21 ada dikatakan&#8221; Pembalasan adalah hak Ku&#8221; Jadi jangan kita mengambil hak Tuhan tapi biar Tuhan yang balas kalau kita diperlakukan tidak adil oleh orang yang membenci kita.</p>
<p>4.  bila musuh kita lapar beri dia makan, jika haus beri dia minum&#8230; dengan demikian akan menumpukkan bara api di atas kepalanya..( Mat5:38-48) ini berarti kalau kita tidak membalas kepada orang yang sudah berbuat jahat tapi mengasihi orang itu, orang itu akan melihat kemuliaan Tuhan dan malu karena kita tidak mendendam tapi mengasihinya. Sungguh indah mengampuni itu. Amin.</p>
Dibaca sebanyak :144]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/indahnya-mengampuni.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandanglah ke depan</title>
		<link>http://artikelkristen.com/pandanglah-ke-depan.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/pandanglah-ke-depan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>margareth linandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=1325</guid>
		<description><![CDATA[Waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun yang lama dan memasuki tahun yang baru. Banyak hal yang kita alami saat di masa yang lalu, ada berkat seperti kesehatan, kebahagiaan, berkat berlimpah dan lainnya dan tidak banyak juga yang mengalami penderitaan seperti putusnya hubungan dengan kekasih, kehilangan pekerjaan, sakit dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun yang lama dan memasuki tahun yang baru. Banyak hal yang kita alami saat di masa yang lalu, ada berkat seperti kesehatan, kebahagiaan, berkat berlimpah dan lainnya dan tidak banyak juga yang mengalami penderitaan seperti putusnya hubungan dengan kekasih, kehilangan pekerjaan, sakit dan lainnya. Dengan kata lain walaupun banyak penderitaan tapi itu tidaklah sebanding dengan pertolongan Tuhan yang luar biasa sampai akhirnya kita bisa melewati dan memasuki tahun yang baru.</p>
<p>Paulus dalam suratnya Filipi 3: 13 &#8221; Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.</p>
<p>Maksud dari surat itu adalah Paulus mau mengingatkan kepada jemaat Filipi bahwa sebelum dia menjadi pemberita Injil, Paulus juga adalah seorang yang sangat membenci orang Kristen dan sering berusaha untuk membunuh orang Kristen ( Kisah 10) akan tetapi Paulus tidak dapat berkata apa-apa ketika Tuhan menangkap Paulus. Tuhan menjumpai Saulus( nama lamanya) di Damsyik, dalam perjalanan, ada suara mengatakan&#8221; Mengapa engkau menganiaya aku?&#8221; Paulus berkata &#8221; Siapakah Engkau?&#8221; Akulah &#8221; Tuhan yang kau aniaya itu.&#8221;</p>
<p>Setelah Paulus dipanggil oleh Tuhan dan bertobat meninggalkan masa lalunya, Paulus giat dan tak mengingat-ingat masa lalu akan tetapi dia semangat memberitakan Injil.</p>
<p>Paulus mau mengingatkan kepada jemaat Filipi bahwa dia sudah melupakan masa lalunya, dia tidak mau mengingat kesalahan yang lama dan dia mengarahkan diri pada apa yang ada di depannya yaitu kemauan untuk memberitakan Injil dan memenangkan jiwa bagi Tuhan sebanyak mungkin, dengan tujuan memperoleh mahkota kekal di sorga nanti.</p>
<p>Masa hidup di dunia terdiri dari 3 macam yaitu masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang&#8230;Janganlah pernah menengok ke belakang, jangan lagi mengingat hal-hal yang buruk di tahun yang lalu, kubur dalam-dalam perbuatan kita yang menyakitkan hati Tuhan dan bakar semua rasa sakitn hati kita di masa selama tahun 2011 dan kembali mendekati orang itu, tunjukkan kasih Tuhan kepada banyak orang.</p>
<p>Masa lalu memang ada tapi adalah masa untuk kita berkilas balik, untuk mengoreksi selama hidup di tahun yang lalu dan melupakan tetapi di tahun yang baru di tahun 2012 kembali berubah , bukan hidup seperti yang lalu.</p>
<p>Kalau dimasa lalu ada banyak kegagalan, jangan menyerah, masa depan adalah kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri dan masa depan adalah masa yang baik untuk berkaca memuliakan namaNya.</p>
<p>Pandanglah ke depan jangan ingat-ingat yang lalu. Apa yang kita harus lakukan ?</p>
<p>1. Jangan ingat-ingat kegagalan masa lalu, bangkit dan hidup mengikuti perintah Tuhan.</p>
<p>2.  Tinggalkan dosa-dosa kita dan perbaiki diri kita memuliakan nama Tuhan.</p>
<p>3.  Mulai perbaiki hubungan dengan orang yang sudah menyakiti hati kita atau orang yang sudah kita sakiti.</p>
<p>4.  Kalau selama tahun yang lama, hubungan kita dengan Tuhan tidak terlalu baik, banyak bolong membaca Firman Tuhan nah kesempatan yang baik di tahun yang baru perbaiki hubungan kita dan buat komitmen dengan Tuhan bahwa kita mau lebih dekat lagi dan lebih bersekutu dengan Tuhan.</p>
<p>Teman-teman, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun 2012. Entah kita akan mengalami sakit, di PHK, atau mengalami berkat dari Tuhan, terimalah itu semua dan lihatlah apapun yang terjadi dalam hidup kita di depan adalah yang terbaik dari Tuhan untuk membuat iman kita makin bertumbuh.</p>
Dibaca sebanyak :159]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/pandanglah-ke-depan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah terbesar.</title>
		<link>http://artikelkristen.com/hadiah-terbesar.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/hadiah-terbesar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 04:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>margareth linandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=1250</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak kecil, sangat bergembira menyambut natal yang akan datang. Namanya Dodo. Dodo tidak sabar ingin segera merayakan natal di gerejanya karena ia mengharapkan segera mendapat hadiah dari guru sekolah minggunya. Dodo menghitung-hitung absennya dan ternyata tidak ada absen. Dodo senang sekali karena ia berpikir ia akan mendapat hadiah terbesar. Tapi harapan tinggal harapan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak kecil, sangat bergembira menyambut natal yang akan datang. Namanya Dodo. Dodo tidak sabar ingin segera merayakan natal di gerejanya karena ia mengharapkan segera mendapat hadiah dari guru sekolah minggunya.</p>
<p>Dodo menghitung-hitung absennya dan ternyata tidak ada absen. Dodo senang sekali karena ia berpikir ia akan mendapat hadiah terbesar. Tapi harapan tinggal harapan dan Dodo kecewa, singkat cerita waktu pembagian hadiah, Dodo hanya mendapatkan hadiah yang kecil dan ia ngambek, tidak mau ke gereja.</p>
<p>Dari cerita ini seseorang begitu bersemangat menyambut natal. Sebenarnya apa makna natal sesungguhnya? Sulit untuk kita memahami makna natal yang sesungguhnya karena natal sudah diidentikkan dengan sale besar-besaran di mall, baju baru, dekorasi pohon natal, kartu natal, dan lainnya.</p>
<p>Perayaan natal di gereja, tarian, paduan suara, semuanya adalah baik untuk menyambut natal tapi kita perlu memahami makna natal sesungguhnya yaitu Kristus telah lahir lewat anak dara Maria. Kita kembali kilas balik mengingat dalam Lukas 1 saat Maria mendapat kabar bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi hadiah besar dan sukacita besar dan anaknya yang bernama Yesus nanti akan menjadi seorang Juruslamat menebus dosa manusia dan mati untuk manusia.</p>
<p>Bagaimana responnya Maria saat malaikat memberitahukannya? Maria jelas pasti ia akan shock dan takut karena status Maria saat itu adalah Maria baru bertunangan dengan Yusuf dan Yusuf juga adalah seorang yang tulus hati dan ia tidak mau Maria menderita. Maka ia berusaha menceraikan Maria diam-diam, tapi malaikat menyuruh Yusuf mengambilnya sebagai isterinya tapi tetap menjaga kesuciannya sampai Yesus lahir.</p>
<p>Kita juga mengetahui zaman dulu ketika orang yang belum menikah tapi mengandung apa akibatnya? Akibatnya adalah dia akan dilempari baru sampai mati, akan tetapi respon Maria baik, dan dalam Lukas 1: 38 dikatakan &#8221; Sesungguhnya aku adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu.&#8221; dan akhirnya bayi Yesus lahir dari rahim Maria dan menjadi sukacita besar bagi seluruh dunia.</p>
<p>Ini adalah hadiah terbesar yang kita terima dari Tuhan karena Yesus mau lahir ke dunia yang penuh dengan dosa dan menjadi sama dengan manusia hanya tidak berdosa dan akhirnya mati disalib menebus dosa manusia.</p>
<p>Sudahkah kita menerima hadiah terbesar itu dari Tuhan? Jika belum, terimalah hadiah itu dan taruh dalam hatimu bahwa Yesus adalah Juruslamatmu, kekasih hidupmu dan Tuhanmu.</p>
<p>Kiranya natal ini membawa kedamaian dan sukacita karena Yesus lahir untuk kita dan itulah anugrah terbesar dan hadiah dari Tuhan. Selamat natal.Tuhan Yesus memberkati.</p>
Dibaca sebanyak :118]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/hadiah-terbesar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah pertanyaan: Apakah Yesus masih menjadi pusat hidupku?</title>
		<link>http://artikelkristen.com/sebuah-pertanyaan-apakah-yesus-masih-menjadi-pusat-hidupku.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/sebuah-pertanyaan-apakah-yesus-masih-menjadi-pusat-hidupku.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 06:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melani pedro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=1230</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun biasanya dijadikan momentum oleh banyak orang untuk melakukan self-evaluation.  Mereka yang mau maju, yang tidak takut belajar dari kesalahan dan yang menerima keberhasilan dengan kerendahan hati, melakukan introspeksi untuk membangun pengertian tentang hal-hal mana yang harus dirubah, hal-hal mana yang harus ditingkatkan dan yang mana yang harus ditinggalkan. Begitupun dengan pengikut Kristus, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir tahun biasanya dijadikan momentum oleh banyak orang untuk melakukan self-evaluation.  Mereka yang mau maju, yang tidak takut belajar dari kesalahan dan yang menerima keberhasilan dengan kerendahan hati, melakukan introspeksi untuk membangun pengertian tentang hal-hal mana yang harus dirubah, hal-hal mana yang harus ditingkatkan dan yang mana yang harus ditinggalkan.</p>
<p>Begitupun dengan pengikut Kristus, yang sepanjang perjalanan hidup  memiliki satu tujuan : memuliakan Tuhan lewat hidup dan panggilan mereka – akhir tahun harusnya menjadi momentum untuk bertanya lagi, apakah Yesus masih menjadi pusat dalam hidupku?</p>
<p>Setiap pengikut Kristus yang berdevosi padaNYA menyadari satu hal ini: mereka lahir tanpa membawa apa-apa dan ketika mati nanti juga tidak membawa apa-apa – dan hidup diantara keduanya adalah hidup sebagai hamba, untuk memuliakan Tuhan. Hidup hamba, hidup yang berdevosi pada Tuhan adalah hidup yang berpusat pada Tuhan, karena itu penting untuk (tidak hanya diakhir tahun saja mustinya)  setiap hari kita bertanya pada diri kita sendiri : apakah Yesus masih menjadi pusat hidupku?</p>
<p>Mari mengakui bersama bahwa tekanan, tantangan, bahkan kenyamanan bisa saja membuat pusat hidup kita berubah-rubah dan tidak lagi ada Yesus disana.  Mari periksa hati kita, untuk apa dan bagi siapakah terakhir kali pengorbanan terbesar telah kita lakukan ?  Apakah bagi Yesus karena kita mau tetap setia menjadi pelaku-pelaku Firman? Atau ada hal lain yang lebih menarik perhatian hati kita? Ambisi? Kekhawatiran? Ketakutan? Kemarahan? Keengganan untuk memaafkan? Atau bahkan kita lebih tertarik pada diri sendiri?</p>
<p>Momentum akhir tahun ini, khususnya ketika kita semua tengah bersiap menyambut Natal bisa menolong kita untuk diam sejenak dan jujur pada hati kita sendiri dan pada Tuhan.</p>
<p>Natal yang kita rayakan untuk mengenang kelahiran Kristus ke dunia, mustinya juga menjadi Natal yang kita khususkan bagi Yesus untuk lahir dalam hati kita. Hati yang bernoda menjadi bersih, hati yang tidak lagi terpusat padaNYA menjadi terisi  penuh oleh Tuhan lagi. Hingga hidup sebagai hamba tidak lagi hanya predikat atau dijalankan dengan paksaan, tapi dengan penuh penghayatan dan pengorbanan. Karena hanya dengan cara seperti itulah Yesus  diberitakan, namaNYA dimuliakan lewat hidup kita, hidup yang berdevosi penuh padaNYA, hidup yang telah diserahkan total padaNYA dan hidup yang berpusat padaNYA saja.</p>
<p><strong>“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia”</strong> 2 Tawarikh 16:9</p>
<p>Marilah jadi pengikut-pengikut Yesus  yang berpusat hanya padaNYA, yang gelisah bukan karena berapa besar pengorbanan yang harus kita lakukan, tapi gelisah dengan sebuah pertanyaan : apakah Yesus masih jadi pusat hidupku? Karena ketika Yesus menjadi  pusat hidup kita, pengorbanan yang kita lakukan merupakan ekspresi ucapan syukur kita padaNYA, mengalir begitu alamiah karena kita telah menjadi orang-orang pilihan yang menerima kasihNYA, dan karena kita ingin meneladaniNYA, ..  saat IA memilih menjadi bayi  yang tidak berdaya   dan lahir di kandang domba agar IA dapat menggenapi karya penebusan bagi umat manusia, bagi kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
Dibaca sebanyak :333]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/sebuah-pertanyaan-apakah-yesus-masih-menjadi-pusat-hidupku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setia walau harus menderita.</title>
		<link>http://artikelkristen.com/setia-walau-harus-menderita.html</link>
		<comments>http://artikelkristen.com/setia-walau-harus-menderita.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 07:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>margareth linandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristen.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[Bicara tentang penderitaan, tidak ada orang yang mau menderita. Kita melihat tokoh-tokoh Alkitab yang baik sekalipun mengalami penderitaan dianiaya karena imannya pada Yesus. Permasalahannya adalah apakah mengikut Yesus selalu mudah, mulus, dan tidak ada batu yang merintangi perjalanan kita? Tidak, ada kalanya dalam mengikut Yesus kita harus mengalami tangisan air mata, kesedihan, permasalahan tapi apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara tentang penderitaan, tidak ada orang yang mau menderita. Kita melihat tokoh-tokoh Alkitab yang baik sekalipun mengalami penderitaan dianiaya karena imannya pada Yesus.</p>
<p>Permasalahannya adalah apakah mengikut Yesus selalu mudah, mulus, dan tidak ada batu yang merintangi perjalanan kita? Tidak, ada kalanya dalam mengikut Yesus kita harus mengalami tangisan air mata, kesedihan, permasalahan tapi apakah bisa setia walau harus menderita?</p>
<p>Sadrakh, Mesakh, Abednego adalah tokoh Alkitab yang luar biasa. Mereka adalah orang yang takut akan Tuhan, dan mereka juga adalah orang penting di negaranya. Pada saat itu, ada raja yang memerintah di Babel, Nebukadnezar, adalah seorang raja yang aneh&#8230; Betapa tidak, terlalu anehnya sampai ia membuat patung mirip dirinya dan semua orang harus menyembah patung yang dibuatnya. Ini menuntut sikapnya dan imannya pada Tuhan apakah dia akan menyembah patung dan menyangkal Yesus?</p>
<p>Alkitab selanjutnya menjelaskan iman Sadrakh, Mesakh, Abednego dan mereka sama sekali tidak mau menyembah. Walaupun sudah diancam akan dimasukkan ke dalam perapian yang menyala tetap mereka tidak mau menyembah bahkan sampai dipaksa pun mereka tidak mau menyembah patung itu.</p>
<p>Ketegaran iman itu membuat Raja Nebukadnezar marah dan ia memerintahkan orang-orang kepercayaan raja untuk memanaskan sampai 7 x lebih panas. Tapi apa yang terjadi? Sadrakh, Mesakh, Abednego masuk dalam perapian yang menyala-nyala tapi Tuhan melindungi mereka dan akhirnya, mereka selamat.</p>
<p>Nebukadnezar sempat merasa susah karena ke-3 nya masuk dalam perapian yang menyala-nyala. Ia berusaha membebaskan mereka. Ia mengingat yang dimasukkan dalam perapian ada 3 tetapi dia hitung ada 4, itu ternyata adalah Tuhan dan Tuhan melindungi mereka.</p>
<p>Ketegaran iman mereka membuat Nebukadnezar mengumumkan bahwa mereka harus menyembah Allahnya Sadrakh, Mesakh, Abednego karena Allah sanggup melepaskan mereka dari perapian. Selama mereka dalam perapian, tidak ada bau kebakaran pada rambut mereka dan mereka tidak terbakar oleh api. Inilah penyertaan Tuhan bagi orang yang setia mengikutNya.</p>
<p>Dalam hidup kita mungkin penderitaan itu harus ada. Ada kalanya ketika kita mengikut Yesus kita akan diejek, dianiaya , diusir dari rumah, tapi tidak masalah&#8230; apapun itu, Tuhan akan selalu melindungi kita bila kita berserah dan selalu dekat pada Tuhan, setia pada Tuhan.</p>
<p>Di negara Indonesia, kebebasan beribadah masih tergolong bebas, tidak ada paksaan walau sebagian daerah mengalami kesulitan dalam beribadah, namun tidak mengurangi semangat orang-orang yang diancam itu untuk beribadah. Di negara China, orang &#8211; orang tidak mengalami kebebasan dalam beribadah, tapi mereka tetap setia pada Tuhan dengan ibadah di ruang bawah tanah.</p>
<p>Pada akhir zaman nanti, kita akan mengalami kesulitan dalam mengikut Yesus, ada tanda 666 yang harus kita pakai, apakah itu membuat kita goyah dan memakai tanda itu? atau kita siap mati dan tetap setia pada Tuhan sampai mati.</p>
<p>Kiranya lagu Kumau cinta Yesus selamanya boleh menjadi komitmen kita untuk bisa mencintai Yesus apapun yang terjadi sampai kita pulang ke rumah Bapa dan Tuhan mengatakan &#8221; Hai hambaku yang baik dan setia&#8221;. Amin. Kemuliaan bagi Allah.</p>
Dibaca sebanyak :352]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristen.com/setia-walau-harus-menderita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

